Cocokologi Antara Kebutuhan dengan Jenis Fintech, agar Tepat Guna dan Tercipta Digital Trust

Cocokologi Antara Kebutuhan dengan Jenis Fintech, agar Tepat Guna dan Tercipta Digital Trust

Financial Technology atau Fintech adalah layanan keuangan berbasis digital, yang bisa diakses masyarakat secara online dari mana saja dan kapan saja, sehingga lebih memudahkan. Fintech sendiri banyak jenisnya, yang menawarkan layanan keuangan berbeda-beda.

Itu mengapa sebagai pengguna, kamu harus memastikan bahwa jenis fintech yang digunakan sesuai dengan kebutuhanmu. Kamu juga wajib paham akan risiko dari layanan fintech yang kamu pilih. 

Biar nggak bingung, yuk, kita cari tahu alasan kenapa penggunaan jenis layanan fintech harus sesuai kebutuhan, sekaligus kita lakukan cocokologi antara jenis fintech mana yang sesuai dengan kebutuhanmu!     

Baca juga: Apa Itu Finansial Teknologi? Pelajari Lebih Dalam di Sini

Alasan penggunaan layanan fintech harus sesuai kebutuhan

Seperti yang kita tahu, fintech hadir dengan berbagai inovasi dan pemanfaatan teknologi yang instan. Itu mengapa, penggunaan layanan fintech harus sesuai kebutuhan kamu karena:

Alasan pertama, dengan adanya keputusan penggunaan yang tepat guna, akan berdampak positif bagi kesehatan finansialmu.  

Alasan kedua, dengan pemilihan layanan sesuai kebutuhan (tepat guna), kamu jadi lebih mudah memahami hak dan kewajibanmu sebagai pengguna (user).  

Alasan ketiga, ketika kamu memiliki pemahaman terkait risiko penggunaan layanan, kamu jadi lebih mudah mengantisipasinya. 

Alasan keempat, ketika kamu bisa mengantisipasinya, akan mampu menambah tingkat kepercayaan kamu terhadap jenis layanan fintech

Alasan kelima, bantu mewujudkan teknologi layanan keuangan digital yang aman, nyaman, handal, dan dapat dipercaya (digital trust).   

Cocokologi antara kebutuhan dengan jenis fintech 

Meski fintech hadir menawarkan berbagai kemudahan bagi masyarakat, masih banyak juga yang belum memahami berbagai produk dan jenis layanan fintech. Nah, berikut penjelasan seputar jenis-jenis fintech yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan!

Butuh tambahan modal usaha

Ketika kamu adalah pemilik UMKM yang sedang berkembang dan butuh tambahan modal usaha, kamu bisa memanfaatkan jenis layanan fintech seperti Peer-to-Peer (P2P) Lending. Jenis fintech ini memfasilitasi pinjaman produktif untuk mendanai sebuah usaha (bisnis). 

Kamu sebagai peminjam, akan dipertemukan dengan pemberi pinjaman melalui platform P2P Lending. Pihak P2P Lending akan melakukan analisis pada setiap pengajuan pinjaman Borrower. Hanya Borrower yang lolos screening (assessment), yang bisa didanai oleh pemberi pinjaman. 

Jadi, jika kamu sedang membutuhkan tambahan modal usaha, P2P Lending menjadi jenis fintech yang bisa kamu pilih. Apalagi proses pengajuan pinjamannya mudah, cepat, dan 100% online.      

Butuh untuk investasi 

Ketika kamu punya sejumlah dana nganggur, tapi bingung mau mengalokasikannya kemana, kamu bisa menggunakan jenis layanan fintech untuk berinvestasi. 

Sebut saja P2P Lending, kamu bisa menyalurkan dana nganggur tersebut untuk mendanai sejumlah pinjaman usaha di platform P2P Lending. Imbal hasil yang bisa kamu peroleh juga kompetitif, yaitu sebesar 12% – 20% per tahun. 

Baca juga: Review P2P Lending Investree: Tempat Mengalokasikan Dana Nganggur yang Tepat

Tidak hanya bisa mendanai pinjaman, melalui platform P2P Lending, kamu juga bisa berinvestasi di reksa dana secara online. Jadi, nggak perlu ribet antri di bank.

Kalau kamu tertarik untuk berinvestasi di Surat Berharga Negara (SBN), juga bisa lewat platform P2P Lending yang telah ditunjuk sebagai Mitra Distribusi resmi oleh pemerintah, seperti Investree.

Jadi, kamu bisa langsung membeli SBN secara online melalui https://sbn.investree.id/. Yuk, mumpung lagi ada penawaran produk investasi syariah Sukuk Tabungan seri ST011T2 dan ST011T4!        

Butuh penyimpanan dana digital

Kalau kamu sedang butuh layanan sistem pembayaran dan penyimpanan dana secara digital, kamu bisa menggunakan jenis fintech berupa dompet elektronik (e-wallet)

Biasanya seseorang memilih menyimpan dananya secara digital untuk memudahkan transaksi pembayaran, baik secara online maupun offline menggunakan smartphone mereka. Setuju nggak?  

Zamannya digitalisasi, semua harus serba cepat dan mudah. Dari pada harus ke ATM mengambil uang tunai, lebih baik bayar pakai dana yang ada di e-wallet. Tinggal scan QRIS untuk pembayaran offline, atau pilih metode pembayaran e-wallet untuk belanja online. Simpel, kan?  

Butuh informasi keuangan yang lengkap

Terkadang kita dihadapkan dengan banyak pilihan yang sering kali membuat bingung. Perlu riset satu per satu agar tak salah dalam memilih. Terutama soal pilihan produk keuangan. 

Oleh karena itu, kamu membutuhkan sebuah layanan yang dapat mengumpulkan dan mengolah berbagai data dan informasi produk keuangan, sehingga kamu lebih mudah mengambil keputusan. 

Jenis fintech yang dapat memfasilitasi kebutuhan itu disebut e-aggregator. Dimana kamu dapat melihat sekaligus membandingkan berbagai produk keuangan, penawarannya, sampai detail dari servis dan promo yang mereka miliki. Produk keuangannya meliputi kartu kredit, asuransi, hingga pinjaman (kredit) bank.

Perbandingan tersebut akan memberimu informasi secara komprehensif dan jelas, tanpa kamu harus mendatangi bank atau institusi keuangan satu per satu. Jadi, kamu bisa memilih dengan bijak dalam waktu yang singkat.   

Butuh perencanaan investasi

Bila kamu adalah investor pemula, terkadang masih kesulitan menentukan pilihan investasi. Sehingga butuh saran atau rekomendasi untuk menentukan pilihan yang tepat.

Nah, jenis fintech yang bisa mengakomodir kebutuhan perencanaan investasi disebut robo advisor. Sebuah software yang dapat memberi layanan perencanaan keuangan dan investasi, seperti saham, emas, dan lain sebagainya. 

Dengan menggunakan teknologi ini, investor dapat melakukan manajemen risiko lebih mudah karena data-data terkait investasi dianalisis menggunakan algoritma dan kecerdasan buatan. Sehingga portofolio aset dapat menyesuaikan profil penggunanya, karena setiap pengguna punya kondisi keuangan dan tujuan investasi yang berbeda-beda. 

Jadi, kamu bisa melakukan investasi dengan lebih terencana, terukur, dan lebih cepat mencapai tujuan finansial.      

Bertepatan dengan Bulan Fintech Nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), serta pelaku industri fintech di Indonesia, bersinergi menyelenggarakan Bulan Fintech Nasional (BFN). 

Acara puncak BFN akan diadakan pada event tahunan: The 5th Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2023, tanggal 23 – 24 November 2023 di Jakarta. Akan ada banyak kegiatan yang bisa buat kamu lebih dekat dan mengenal industri fintech. Informasi lebih lengkapnya bisa kamu akses melalui www.bulanfintechasional.com.   

Yuk, jadi individu #SiPalingFintech yang pintar memanfaatkan ragam produk dan layanan fintech untuk mendukung aktivitas sehari-hari!