UMKM: Pahlawan Ekonomi, Harapan Bangsa Indonesia

UMKM: Pahlawan Ekonomi, Harapan Bangsa Indonesia

Sudah bukan rahasia umum lagi, bila sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) memberi kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yaitu mencapai 61% atau senilai Rp9.580 triliun. 

Belum lagi, UMKM juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja yang mencapai 97% dari total tenaga kerja Indonesia. Bisa dibilang, sektor UMKM disebut sebagai pahlawan ekonomi nasional karena sangat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia.

Baca juga: Catat! Ini Perbedaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah!

Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut seputar peran dan tantangan UMKM, serta kontribusi yang bisa dilakukan masyarakat demi pertumbuhan UMKM Indonesia!  

Peran UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional 

UMKM secara langsung memiliki peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Apa saja perannya?

Berkontribusi terhadap PDB

PDB (Produk Domestik Bruto) adalah jumlah nilai yang dihasilkan seluruh unit usaha di suatu negara. PDB menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan untuk menghitung pendapatan nasional. Jika kontribusi UMKM terhadap PDB terbilang besar, itu artinya perekonomian nasional sangat bergantung pada sektor UMKM.  

Data per Mei 2022, jumlah UMKM di Indonesia sudah mencapai 65 juta (dilansir dari swa.co.id). Apabila kapasitas UMKM tidak mengalami pertumbuhan, akan memberi dampak langsung terhadap perekonomian nasional. 

Menambah banyak lapangan pekerjaan

UMKM yang ada di Indonesia sebagian besar merupakan kegiatan usaha rumah tangga yang dapat menyerap banyak tenaga kerja. Bahkan, serapan tenaga kerja oleh UMKM mencapai 97% atau setara 123,3 ribu tenaga kerja. 

Hal ini menunjukkan bahwa UMKM punya peran penting terhadap pengurangan tingkat pengangguran di Indonesia. 

Di tahun 2024, pemerintah optimis akan membuka 4,4 juta lapangan kerja baru yang berkualitas dan ditopang oleh UMKM Indonesia (dilansir dari kominfo.go.id). Jadi bila UMKM berkembang, lapangan kerja makin banyak, penduduknya pun jadi sejahtera. 

Membantu akselerasi penetrasi digital 

Masuknya era digital, menuntut para pelaku usaha yang didominasi oleh UMKM untuk juga beralih ke digital. Pemerintah sendiri tengah menggaungkan UMKM naik kelas dengan mengadaptasi digital, agar target pasar yang dicakup lebih luas. 

Pemerintah menargetkan di tahun 2024, setidaknya ada 30 juta UMKM yang sudah go digital. Digitalisasi memang membuat persaingan semakin ketat. Tapi justru akan mendorong pelaku UMKM untuk tidak merasa puas dengan pencapaian saat ini, sehingga mau terus berupaya mengembangkan usahanya.

Baca juga: Cara Lebih Mudah untuk Mengembangkan Usaha bagi Pemilik Toko Online

Semakin banyak pelaku UMKM yang mau go digital, dapat mempercepat penetrasi digital oleh masyarakat, yang tentu manfaatnya sangat banyak.        

Tantangan UMKM untuk terus tumbuh

Meski perannya sebagai pahlawan ekonomi, UMKM di Indonesia tidak lepas dari berbagai tantangan UMKM yang dihadapinya, seperti:

Akses edukasi belum terbuka lebar 

Edukasi bagi para pelaku UMKM masih tergolong rendah, sehingga perlu ditingkatkan.  

Jika UMKM ingin berkembang, kemampuan para pelakunya dalam mengelola bisnis juga harus selalu di-upgrade. Sebab konsumen selalu dihadapkan dengan banyak inovasi dan pilihan. Sehingga bila pelaku UMKM tidak mau beradaptasi, bisnis mereka akan ditinggalkan. 

Baca juga: 7 Cara Mengembangkan Bisnis yang Sudah Ada

Contoh, para pelaku UMKM harus mengikuti algoritma platform jual beli online yang terus berubah. Platform tersebut harus mengikuti perkembangan kondisi pasar, sehingga ketentuan yang diberlakukan pun suka berubah-ubah. Pelaku UMKM harus punya inisiatif untuk mencari akses edukasi yang dapat menunjang bisnis mereka.    

Demand masyarakat terhadap produk lokal

Pada kenyataannya, kualitas produk lokal juga tidak kalah dengan produk luar negeri. Tapi, kenapa belum bisa berbanding lurus dengan minat konsumen dalam negeri?

Penyebabnya ada banyak, misal adanya pengenalan produk lokal yang over claim sehingga menimbulkan keraguan di benak konsumen. Ditambah konsumen cenderung lebih percaya kualitas produk asing karena dianggap produksi manufaktur luar negeri lebih terstandarisasi.

Oleh karena itu, pemerintah harus mendukung ketersediaan bahan baku yang berkualitas sehingga produk lokal yang dihasilkan juga berkualitas. Selain itu, perlu menumbuhkan rasa empati agar ikut meningkatkan perekonomian nasional lewat konsumsi produk lokal.

Akses permodalan yang minim

Tantangan lainnya adalah akses permodalan yang terbatas karena sulitnya UMKM memperoleh permodalan dari lembaga perbankan. 

Padahal untuk bisa berkembang, dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Jika modal tersebut tidak mereka dapatkan, bisnis hanya akan berjalan di tempat. 

Sehingga muncul opsi permodalan selain dari perbankan, yang bisa diakses dengan mudah oleh pelaku UMKM. Seperti fintech lending, mampu memberi mereka akses permodalan digital yang lebih mudah dan cepat. 

Pelaku UMKM bisa mengajukan pembiayaan modal kerja melalui Investree secara online di sini. 

Baca juga: Review Investree: Solusi Pinjaman Modal Usaha dan Kerja yang Menakjubkan

Kontribusi masyarakat bagi pertumbuhan UMKM

Sebagai penduduk Indonesia, kita harus ikut berkontribusi memajukan UMKM sebagai pahlawan ekonomi nasional. Apa kontribusi yang bisa dilakukan?

Baca juga: 7 Keuntungan Mendukung Kemajuan UMKM Indonesia

Selalu mengutamakan produk lokal

UMKM di Indonesia bergerak di bidang bisnis yang beragam. Mulai dari kuliner, jasa laundry, sampai produsen fashion. Diharapkan masyarakat selalu mengutamakan untuk membeli produk lokal yang diproduksi di dalam negeri. 

Kualitas produk lokal juga tidak kalah dengan produk asing. Asal kamu pintar-pintar memilih, banyak sekali produk lokal yang kualitasnya lebih baik dari produk asing. Jika produk lokal selalu dipilih masyarakat, UMKM jadi lebih mudah berkembang karena selalu mendapat dukungan. 

Meminimalisir jumlah masyarakat unbanked

Sebagai contoh, semakin banyak perusahaan fintech lending yang mendukung permodalan UMKM, semakin banyak pelaku UMKM yang akan mengenal produk keuangan. 

Mereka yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank (unbanked), karena harus mengakses produk keuangan, mereka harus memiliki rekening. 

Termasuk juga seller online yang memanfaatkan marketplace untuk berjualan, mau tidak mau memiliki rekening untuk menerima hasil penjualannya. Sehingga digitalisasi dapat mendorong pelaku UMKM untuk tidak lagi menjadi masyarakat unbanked.

Bantu memberi permodalan

UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk bisa berkembang, perlu didukung masyarakatnya dalam menyalurkan permodalan. 

Permodalan untuk UMKM bisa disalurkan melalui fintech lending. Kamu dapat mendaftar sebagai Lender untuk mendanai pinjaman UMKM. Pilih pinjaman yang ingin didanai, sesuai grade risiko dan imbal hasil yang diharapkan di sini

Penyaluran modal untuk UMKM akan bantu mereka berkembang. Ketika UMKM bisa berkembang, mereka akan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

Yuk, terus dukung UMKM menjadi pahlawan ekonomi nasional karena kita sendiri yang akan rasakan manfaatnya.

Referensi:

  1. Ubaidillah. 9 Agustus 2023. Jumlah UMKM di Indonesia Banyak, Kenapa Sedikit yang Naik Kelas?. Swa.co.id: https://bit.ly/467ejIa

Viska. 17 Desember 2022. UMKM Kembali Jadi Pahlawan Ekonomi di Tahun 2023. Kominfo.go.id: https://bit.ly/3MBqSEC