Bisnis

6 Strategi Bisnis Online untuk Bersaing di Tengah Perang Harga

Persaingan dalam bisnis pasti selalu ada. Tidak jarang persaingan justru membuat sebuah bisnis ataupun brand dapat terus berkembang. Namun, bila persaingannya sudah mulai tidak sehat dengan banting-bantingan harga agar menjadi yang termurah, justru akan menyulitkan bisnis itu sendiri. Terutama pada bisnis online yang harganya bisa dengan mudah dibandingkan. Takutnya konsumen yang dirugikan karena supaya mendapat harga termurah, pelaku bisnis online terpaksa menurunkan kualitas produknya. Jangan sampai, deh! Karena itu, kami punya beberapa strategi yang bisa Anda terapkan sebagai pelaku bisnis online untuk bisa tetap bersaing tanpa mengorbankan kualitas produk Anda di tengah situasi perang harga yang sengit. Apa saja strateginya? Yuk, simak di bawah ini!   

Lakukan segmentasi konsumen

Sebelum Anda panik dengan harga kompetitor yang lebih murah, coba Anda tinjau kembali segmentasi konsumen Anda. Apakah pesaing benar-benar memiliki target konsumen yang sama dengan Anda? Sebab, terkadang setiap brand atau bahkan setiap produk dalam satu brand bisa ditujukan ke target konsumen dengan klasifikasi yang berbeda. 

Sebagai contoh, produk A untuk target konsumen klasifikasi A menggunakan bahan baku premium, isi lebih banyak, atau menggunakan kemasan eksklusif. Sedangkan, produk B untuk target konsumen klasifikasi B memakai bahan baku yang lebih murah dengan kemasan standar. Fokus membedakan produk berdasarkan segmentasi konsumen yang berbeda bisa menjadi strategi untuk brand Anda lebih kebal terhadap tekanan harga yang kompetitif. Nanti Anda tinggal menyesuaikan. Anda hanya perlu menurunkan harga produk yang memiliki segmentasi konsumen sama dengan kompetitor yang menjual harga lebih murah.

Buat harga paket (bundling) yang menarik

Strategi ini juga bisa Anda terapkan untuk bisa tetap bersaing. Sebagai contoh, Anda menjual produk makanan seperti donat. Lalu, dikatakan ada brand terkenal seperti J.CO juga sedang mengkompensasi kerugian saat pandemi dengan menawarkan harga produk lebih murah. Bahkan, misal harga yang J.CO tawarkan sama dengan harga produk donat yang Anda jual, bisa saja membuat konsumen beralih. Sebagai solusi, Anda bisa menawarkan harga paket. Buat paket dengan produk yang kurang laku di toko Anda. Misal, dengan harga yang sama, dalam satu paket konsumen bisa mendapatkan 1 lusin donat + 2 croissant + 2 thai tea + ide lain yang mungkin Anda miliki. Hal ini akan mengaburkan persepsi konsumen karena ada produk lain yang ditambahkan secara gratis. 

Hindari memilih lokasi berjualan yang sudah banyak pesaingnya

Semakin banyak pesaing dalam satu lokasi, semakin besar peluang untuk terjadi perang harga di sana. Itu membuat upaya Anda untuk bisa menang menjadi lebih berat. Lakukan cara aman dengan berjualan di lokasi yang belum banyak menjual produk seperti yang Anda jual. Misal dengan membuka cabang di lokasi potensial lainnya. Atau, jika Anda berjualan online, Anda bisa coba membuka toko online sendiri di luar marketplace dengan menggunakan website toko online. Ini juga akan membuat produk yang Anda jual menjadi lebih eksklusif dan Anda memiliki peluang untuk mendapatkan tambahan konsumen lain di luar marketplace.

Tidak lupa untuk terus melakukan inovasi produk agar konsumen tidak merasa bosan. Misal dengan membuat packaging yang lebih menarik, menambah varian baru, sampai memberi sentuhan kreativitas lain dari cara Anda melakukan promosi.

Kembangkan sumber pendapatan tambahan

Masa pandemi membuat para pemilik bisnis harus memutar otak lebih keras agar bisa bertahan. Menciptakan sumber pendapatan tambahan bisa menjadi jalan keluar di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Misal, Anda menjual produk konveksi - Anda bisa memproduksi masker kain yang banyak dibutuhkan saat ini. Jual satu paket dengan produk yang sudah ada sebelumnya.

Bila Anda memproduksi parfum, sabun mandi, atau lotion, bisa tambahkan produk baru seperti hand sanitizer dengan aroma parfum atau produk hand wash/hand lotion yang mampu membunuh kuman tapi tetap melembabkan agar dapat menarik minat konsumen. Meski pandemi memberi dampak merugikan, tapi di sisi lain memberi Anda peluang untuk bisa menciptakan pendapatan lain dan membantu Anda tetap bisa bersaing dengan para kompetitor.

Menjaga loyalitas konsumen 

Biaya untuk mempertahankan pelanggan akan lebih murah ketimbang biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan konsumen baru. Itu mengapa, Anda harus mempertimbangkan hal ini. Pikirkan bagaimana caranya untuk bisa menjaga loyalitas pelanggan karena punya peran penting dalam kondisi pasar yang kompetitif. Ketika Anda sudah memiliki pelanggan setia, saat kompetitor menawarkan produk dengan harga yang lebih murah, tentu pelanggan Anda tidak akan berpaling. 

Targetkan pelanggan Anda sendiri dengan menciptakan produk yang mereka inginkan agar mereka tetap bertahan menyukai brand Anda. Sehingga Anda tidak perlu terlibat terlalu jauh dalam situasi perang harga. Manfaatkan media sosial semaksimal mungkin agar bisa tetap terhubung dengan para pelanggan. Interaksi dengan mereka harus dilakukan secara rutin karena impresi tersebutlah yang menjadi salah satu alasan mereka bertahan pada satu penyedia produk. 

Jaga arus kas bisnis tetap lancar

Bukan hanya promosi yang perlu gencar Anda lakukan. Kondisi keuangan bisnis pun harus Anda stabilkan. Saat arus kas bisnis mandek, kegiatan promosi dan bahkan produksi bisa saja terhenti. Jika tidak hati-hati, arus kas bisnis yang tidak sehat bisa membawa krisis bagi keberlangsungan bisnis Anda. Jadi, saat menghitung secara cermat proyeksi keluar masuknya kas di bisnis Anda. Pastikan Anda memiliki sumber pemasukan kas yang dapat menutupi pengeluaran kas bisnis Anda. 

Pertumbuhan bisnis terhambat karena waktu pencairan dana yang lama? Jangan khawatir, Investree punya solusi bagi Anda pengusaha online yang membutuhkan dana lebih untuk stabilkan arus kas bisnis. Bekerja sama dengan payment gateway Midtrans, Investree meluncurkan produk Real Time Cash Settlement (RTCS) untuk membantu pengusaha online melancarkan perputaran cash flow dan mengakselerasi pertumbuhan bisnisnya. Lalu, apa saja solusi yang dihadirkan produk Real Time Cash Settlement?

Dengan akses pembiayaan mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 2 miliar, persetujuan dan pencairan dana lebih cepat maksimal 1 hari setelah pengajuan. Biayanya terjangkau sebesar 0,5% per transaksi, merchant Midtrans dapat menerima pembiayaan sebesar maksimal 100% dari jumlah transaksi yang telah divalidasi oleh Midtrans. Pengembalian dana juga seamless, melalui pencairan dana transaksi Anda di platform Midtrans. Untuk info lebih lanjut, kunjungi investr.ee/promo-RTCS. Gimana, tertarik menikmati solusi pembiayaan cepat dan seamless ini?

Referensi:

Tim Money+. 10 Maret 2021. Perang Harga Saat Jualan Online, Begini Cara Mengatasinya. https://bit.ly/3x7R1kS

Levi Borba. 17 Maret 2021. 5 Methods to Survive Price Wars and Not Risk Your Business Future. Entrepreneur’s Handbook: https://bit.ly/3drDrRg

Share this Post