Perencanaan Finansial

Sebel Harus Bayar Biaya Admin? Cek, Ini Dia Kegunaannya!

Pakai layanan antar makanan ada biaya admin, beli produk di marketplace juga ada biaya adminnya, bahkan punya rekening bank aja – saldo tiap bulan dipotong untuk biaya admin. Meski angkanya kecil, biaya admin memang suka jadi bahan omelan karena sebel sendiri harus membayarnya. Tapi, biaya admin itu sendiri punya kegunaannya, lho. Yang bisa menguntungkan kita sebagai konsumen dan juga bagi perusahaan. Biaya admin punya banyak rupa dengan penyebutan yang berbeda-beda. Biar lebih jelas, berikut Investree beri paparannya di bawah ini. Simak, yuk!

Biaya layanan (service charge) bagi para penghuni apartemen

Fungsi dari biaya administrasi dapat dilihat dari perencanaan dan kebijakan yang diterapkan oleh suatu perusahaan. Misal, bagi para penghuni apartemen ada biaya layanan yang dibebankan dan harus dibayar setiap bulan. Biaya ini nantinya akan digunakan untuk biaya pemeliharaan gedung, fasilitas umum, lift, manajemen pengangkutan sampah, dan sebagainya. Kembali lagi, ini untuk keuntungan penghuni juga agar tetap nyaman tinggal di apartemen tersebut. Coba bayangkan bila lift rusak dan Anda sebagai penghuni terpaksa menggunakan tangga darurat padahal sedang buru-buru. Lalu, saat ingin berenang tapi kolamnya kotor. Nah, adanya biaya layanan yang dibebankan tentu berguna untuk merawat kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Biaya transfer antar bank

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/23/PBI/2021 tentang Transfer Dana menyatakan setiap penyelenggara penerima berhak mengenakan biaya transfer dana dalam aspek kewajaran. Sehingga ada biaya yang dikenakan untuk transaksi antar bank, misal dari bank BUMN ke bank non-BUMN. Sebut saja, Anda harus membayar biaya admin tambahan sebesar Rp6.500. Biaya transfer antar bank yang dibebankan ini berguna untuk mendukung aktivitas masyarakat dengan mobilitas dan efektivitas tinggi seperti sekarang. Semua ingin serba cepat sehingga untuk mewujudkan hal tersebut perlu layanan maksimal yang mendukungnya. Yang mana, tentu itu tidak bisa dilakukan secara gratis. Biaya admin yang dibebankan juga bermanfaat untuk memudahkan urusan Anda dan membuat Anda bisa tetap menikmati layanannya hingga kini.

Biaya admin saat berbelanja online

Biaya admin dalam ilmu akuntansi diartikan sebagai biaya-biaya yang digunakan untuk mengkoordinasikan kegiatan produksi dan pemasaran produk. Misalnya pada layanan jual-beli online, biaya administrasi berguna sebagai biaya pemeliharaan sistem, sampai biaya kompensasi untuk memproses data terkait pembayaran Anda di bank tertentu ataupun melalui dompet digital. Pasti Anda tidak mau bila saat berbelanja online tiba-tiba aplikasi nge-lag karena lagi diakses oleh banyak users sekaligus. Nah, pemeliharaan sistem juga termasuk untuk meng-upgrade layanan agar performanya lebih maksimal ketika jumlah pengguna sudah makin banyak. Selain itu, pembayaran di marketplace yang dilakukan secara online juga melibatkan pihak ketiga, yang mana membutuhkan biaya operasional tambahan. Inilah yang kemudian Anda bayarkan dalam bentuk biaya admin untuk kebutuhan Anda sendiri. 

Biaya admin pada layanan keuangan fintech

Financial technology (fintech) yang memiliki produk P2P lending juga menerapkan biaya admin kepada lender. Biaya admin diartikan sebagai biaya jasa atas platform yang digunakan untuk memperoleh imbal hasil atau profit. Biaya ini nantinya akan digunakan untuk kegiatan peningkatan dan pemeliharaan agar lender dapat memperoleh pengalaman mendanai yang lebih baik. Selain itu, biaya admin juga digunakan untuk penagihan asuransi, serta peningkatan fitur pendanaan baru bersama pihak ketiga atau rekanan. Besar biaya admin yang diterapkan masing-masing fintech juga tentu berbeda, tergantung kebijakan perusahaan. Tapi yang jelas semua punya tujuan yang sama, yaitu ingin membuat pengalaman Anda bertransaksi jadi lebih mudah dan menguntungkan.

Seperti di Investree. Berbeda dengan platform fintech lending lain yang sejak berdiri telah memberlakukan biaya admin untuk setiap pendanaan yang dilakukan oleh lender-nya, Investree baru resmi menerapkan biaya admin atau yang disebut dengan Biaya Administrasi pada 9 November 2021 lalu. Biaya Administrasi merupakan biaya yang dibebankan kepada lender yang bertransaksi melalui marketplace atas jasanya menggunakan platform Investree untuk mendapatkan imbal hasil. Akan digunakan oleh Investree untuk kegiatan peningkatan dan pemeliharaan agar lender memperoleh pengalaman mendanai yang lebih baik, seperti pengembangan aplikasi mobile Investree for Lender, biaya penagihan asuransi, dan peningkatan fitur pendanaan baru bersama rekanan. Mekanismenya, biaya hanya dikenakan setiap ada pengembalian, dengan pemotongan langsung. Biaya Administrasi juga berlaku untuk pendanaan pada pinjaman konvensional maupun pembiayaan syariah. Tentunya, penerapan biaya admin seperti di Investree sudah melalui banyak pertimbangan, perhitungan, dan riset yang diikuti oleh para pengguna layanan atau platform.

Terkait dengan skema, simulasi, dan FAQ terkait penerapan Biaya Administrasi untuk pendanaan lender yang bertransaksi melalui marketplace Investree, Anda dapat mengunjungi halaman FAQ Pendanaan di sini. Wajib cermat sebelum melakukan pendanaan, nih. Tak hanya itu kelebihan yang Investree tawarkan. Anda sebagai lender juga berkesempatan memperoleh cashback hingga total maksimal Rp 6 juta dari program #Pejuan6Tumbuh. Promo cashback ini berlaku hingga 31 Desember 2021. Gimana bisa nolak kalau bikin makin cuan gini, kan? Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang promo #Pejuan6Tumbuh di sini.

Referensi:

Rinda Faradilla. Biaya Administrasi: Pengertian, Fungsi dan Contohnya. IDNTimes: https://bit.ly/3Co0q9H

Share this Post

Artikel Terbaru