Perencanaan Finansial

Begini Cara Paling Tepat untuk Membatalkan atau Menunda Rencana Pernikahan

Menikah seharusnya bisa menjadi momen yang membahagiakan, namun bagi pasangan yang telah memiliki rencana untuk menikah di tahun ini mungkin akan sedikit menemukan kendala karena adanya pandemi Corona. Pesta pernikahan, konser musik, atau pertemuan lain yang mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat telah dilarang oleh pemerintah agar penyebaran virus Corona tidak semakin masif. Tentu hal ini juga berdampak pada industri pernikahan, event organizer, hingga perusahaan sound system yang membuat omzet mereka turun bahkan tidak ada pemasukan sama sekali.

Apakah Anda memutuskan untuk menunda atau membatalkan rencana pernikahan? Berikut Investree punya cara terbaik untuk melakukannya agar kerugian finansial tidak menimpa Anda. Simak ulasannya di bawah ini!

Teliti kontrak dan lakukan negosiasi

Sebelum membuat keputusan besar, coba kumpulkan semua kontrak pernikahan Anda untuk mencari tahu kebijakan pembatalan atau penundaan agar Anda bisa mendapat hak yang sesuai, serta menghindarkan dari dampak finansial atas keputusan yang akan diambil. Mintalah pada penyedia venue untuk bisa mengakomodasi perubahan tanggal bebas biaya karena kondisi di luar dugaan yang terjadi saat ini. Tidak lupa juga untuk bernegosiasi dengan toko bunga, fotografer, dan katering yang terlibat dalam acara pernikahan agar mereka bisa mengembalikan dana sebagian bila Anda membatalkannya, atau membebaskan biaya untuk penjadwalan ulang, serta minta mereka merevisi rencana pembayaran selanjutnya. Anda tidak harus bertemu mereka satu per satu secara langsung, Anda bisa mengadakan conference call melalui Zoom, Skype, FaceTime, atau Google Meet agar semua vendor yang terlibat juga dapat saling mengetahui.

Lebih baik tunda dan tidak membatalkan

Bagi para pengantin, pembatalan acara pernikahan sering kali membuat uang yang telah disetorkan ke para vendor tidak bisa ditarik kembali. Jika pasangan memilih untuk menjadwalkan ulang tanggal pernikahan, katakan di bulan Agustus, di saat yang sama bisa jadi sudah ada pasangan lain yang juga memilihnya. Sehingga bila ingin menunda, pastikan untuk segera memilih tanggal agar bisa mendapat slot kosong. Tanyakan ke semua vendor yang terlibat alternatif tanggal lain yang bisa mereka berikan kepada Anda, terutama vendor yang hanya dapat melakukan satu acara pernikahan dalam satu waktu, seperti venue, fotografer/videografer, atau band pengiring.

Sesuaikan dengan kondisi keuangan

Dengan adanya perubahan rencana, sering memunculkan potensi biaya yang berbeda. Ada kalanya biaya pernikahan menyesuaikan bulan atau tergantung pada musim. Sehingga saat merubah tanggal pernikahan, Anda harus menyesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. Jika terpaksa harus membatalkan, pastikan di dalam kontrak Anda tidak melewatkan ketentuan pengembalian uang tanda jadi yang disebabkan oleh force majeure atau kejadian yang terjadi di luar kemampuan manusia dan tidak terhindarkan, seperti pandemi ini. Agar Anda tidak mendapati kerugian secara finansial.

Pilih tanggal yang baru dan segera revisi kontrak

Saat akan memilih tanggal yang baru, Anda bisa lebih dulu memeriksa kalender pribadi dan keluarga besar. Setelah itu, konsultasikan dengan seluruh vendor yang terlibat untuk menanyakan ketersediaan mereka di tanggal tersebut. Bila sudah menemukan satu tanggal baru yang sesuai, pastikan Anda meminta kontrak untuk diperbarui. Supaya semuanya jelas di awal dan tidak ada kekeliruan yang terjadi sebab acara pernikahan adalah acara yang penting bagi setiap pasangan yang akan menikah. Jangan sampai acara Anda terhambat hanya gara-gara kontrak yang masih belum jelas.

Jadilah fleksibel

Bila Anda bisa lebih fleksibel untuk tidak harus mengadakan acara pernikahan di hari Sabtu/Minggu, itu pasti akan lebih baik. Jadi semakin mudah untuk menjadwalkan ulang bila Anda terbuka mengadakan acara pernikahan di hari Kamis/Jumat. Biasanya waktu weekend di bulan Agustus hingga Oktober banyak vendor sudah habis dipesan, kecuali bila Anda ingin mencari vendor lain yang mungkin available di hari yang Anda inginkan meski pembatalan vendor sebelumnya membuat keuangan Anda merugi karena mungkin mereka tidak mengembalikan uang tanda jadi. Atau, Anda bisa meminta vendor untuk menemukan profesional lain yang bekerja sama dengan mereka agar dapat mengerjakan pernikahan di waktu yang Anda inginkan untuk menghindari kehilangan uang tanda jadi. Bila tetap tidak ada vendor penggantinya, mungkin Anda harus bersedia menunda hingga tanggal yang lebih jauh, atau bahkan sampai tahun depan.

Pastikan para tamu mendapat kabar terbaru

Ketika sudah mendapat tanggal yang baru untuk acara pernikahan Anda, segera beritahu seluruh tamu - misal dengan menyebar undangan baru yang telah direvisi secara digital, disarankan bisa melalui e-mail, media sosial, pesan singkat melalui WA, meski yang terbaik adalah melalui telepon. Pastikan semua tamu undangan menerima informasi perubahan jadwal, jangan sampai ada yang terlewat. Supaya mereka tidak datang atau bersiap ke acara pernikahan yang salah. Sekalipun pembahasan detail penundaan acara pernikahan belum 100%, tapi dahulukan untuk memberi informasi tanggal yang baru kepada para tamu undangan. Apalagi bila ada tamu undangan yang datang dari luar kota sehingga mereka bisa merencanakan perubahan jadwal perjalanan/penerbangan, serta hotel tempat mereka menginap.

Yang terpenting, Anda harus tetap menjaga energi dan semangat yang Anda miliki, serta berusaha untuk tetap tenang dan rileks agar dapat memecahkan masalah dengan baik. Gunakan energi Anda untuk suatu hal yang positif, dan ketika hari besar itu tiba, rayakan dengan penuh suka cita karena berarti Anda bisa keluar dari cobaan dan masih bisa merayakan, serta Anda berhasil mewujudkannya.

Referensi:

Andrea Woroch. 26 Maret 2020. How to Cancel or Postpone a Wedding. US News: https://bit.ly/2y4W6B2

Anna Price Olson. 20 Maret 2020. Need to Postpone (or Cancel) Your Wedding? Here’s How to Do It. Brides.com: https://bit.ly/35dbIyI 

Share this Post