Perencanaan Finansial

8 Trik Penganggaran untuk Mempermudah Kelola Uang bagi Pemula

Jika hidup lebih teratur, bukankah itu lebih enak? Anda tidak perlu sering-sering merasa khawatir soal masa depan atau apa yang akan terjadi nanti. Kalau Anda bisa menatanya dari hal yang paling dasar, tentu hidup jadi lebih tenang. Ya, mengatur keuangan adalah hal yang paling dasar. Hal itu bisa dilakukan dengan membuat anggaran keuangan. Manfaatnya ada banyak, seperti dapat membantu Anda menyesuaikan pengeluaran, membuat Anda lebih siap menghadapi situasi tak terduga, membuat Anda bisa mengetahui posisi keuangan Anda, dapat membantu Anda meningkatkan nilai tabungan, hingga membantu menetapkan tujuan yang realistis.

Membuat penganggaran tidak selamanya rumit dan membingungkan, kok. Siapa saja bisa melakukannya, bahkan bagi Anda yang belum pernah sekalipun. Nggak perlu bingung, berikut Investree punya beberapa trik yang bisa mempermudah Anda dalam membuat anggaran keuangan sebagai pemula. Apa saja triknya? Simak, yuk!

Buat anggaran di waktu yang tepat

Supaya berhasil dalam penganggaran, coba buat perencanaan anggaran di waktu yang tepat, yaitu seminggu sebelum memasuki bulan berikutnya. Itu adalah waktu terbaik untuk merencanakan seluruh kegiatan dan pengeluaran yang akan Anda lakukan di bulan depan. Misal, Anda mungkin merencanakan liburan akhir pekan atau perawatan khusus di bulan depan yang membutuhkan pengeluaran ekstra, yang mungkin berbeda dari bulan sebelumnya. Dengan begitu, Anda bisa melakukan penyesuaian anggaran karena anggaran setiap bulan memang tidak harus selalu sama. Karena, aktivitas dan kebutuhan setiap bulan bisa jadi berbeda yang membuat Anda harus melakukan penyesuaian kembali. Ingat untuk selalu membuat perencanaan anggaran dengan angka yang realistis dan mengacu pada kondisi sebenarnya, serta mampu untuk Anda taati. Bisa juga manfaatkan berbagai aplikasi yang dapat memudahkan Anda membuat anggaran dan merencanakan keuangan pribadi.

Pastikan semua uang masuk sudah dianggarkan

Inti dari penganggaran adalah memecah pemasukkan ke dalam beberapa kategori sesuai kebutuhan Anda. Sehingga penting untuk membaginya secara adil dan pastikan Anda memiliki ruang untuk semua uang yang diperoleh. Sebisa mungkin tidak ada satu rupiah pun yang disisakan di luar anggaran. Lebih baik membaginya secara rata, misal Anda menghasilkan Rp 5 juta setiap bulan, pastikan semua uang tersebut punya tempat pada anggaran Anda. Setelah menganggarkan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari, cicilan/sewa tempat tinggal, tabungan/investasi, hiburan, dan tambahan lainnya, pastikan tidak ada lagi uang yang tersisa. Ini akan membantu Anda untuk disiplin mematuhi setiap anggaran yang telah ditetapkan. Selain itu, membantu Anda untuk bisa melacak kemana saja uang Anda pergi selama satu bulan, dan memberikan setiap rupiah yang dihasilkan memiliki tujuan yang jelas.

Beri batasan yang jelas antara kebutuhan dan keinginan

Sebelum bisa membedakannya, Anda harus tahu dulu pengeluaran apa saja yang bisa dikategorikan sebagai kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah sesuatu yang penting untuk kesejahteraan fisik, mental, dan juga finansial dasar, seperti kebutuhan untuk makan, tempat tinggal, dan pembayaran utang. Sedangkan pengeluaran yang tidak memberi pengaruh pada hal tersebut, dikategorikan sebagai keinginan. Misal, keinginan berbelanja pakaian padahal Anda masih punya stok banyak di rumah, pembelian make-up/skincare hanya untuk menambah koleksi, atau membeli gadget baru hanya supaya nggak ketinggalan. Anggaran yang masuk dalam kategori keinginan bisa Anda kesampingkan dan memprioritaskan kategori kebutuhan untuk dipenuhi lebih dulu. Pertimbangkan pembagian anggaran berdasarkan rumus 50/20/30, yaitu 50% untuk kebutuhan, 20% untuk tabungan/investasi, dan 30% untuk hal non-esensial yang sifatnya berupa keinginan.

Gunakan akun terpisah

Anda bisa menggunakan akun terpisah untuk membagi anggaran ke beberapa akun, misal satu akun untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari, satu akun lagi untuk tabungan dana darurat, dan akun yang terakhir untuk pembayaran utang/tagihan kartu kredit. Hal ini dilakukan untuk memudahkan Anda melihat setiap pengeluaran yang terjadi setiap bulan berdasarkan pembagian kategori per akun. Sehingga tidak ada pengeluaran yang terlewatkan dan menghindari kekacauan di akhir.

Beri ruang untuk hal-hal yang menyenangkan

Tidak jarang keberhasilan penganggaran diperoleh ketika Anda menyediakan ruang untuk pengeluaran yang sifatnya menyenangkan. Bisa berupa pengeluaran untuk menonton film, hangout bareng teman, atau untuk membeli sesuatu yang Anda inginkan. Bukankah itu menyenangkan? Meski Anda harus membuat anggaran agar dapat berhemat, tapi itu akan semakin sulit terwujud bila Anda tidak menyediakan ruang untuk sekedar menikmati penghasilan yang sudah diperoleh dengan bekerja keras. Eits, tapi pastikan tetap sesuai dengan budget, ya. Jangan sampai Anda memaksakan pembelian yang tidak sanggup Anda lakukan dan merusak pertahanan anggaran yang sudah dibuat. Jadikan aktivitas bersenang-senang tersebut tetap terencana.

Rencanakan setiap pembelian besar

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli barang mahal seperti perhiasan, motor baru, laptop, atau smartphone keluaran terbaru, coba untuk terbiasa merencanakannya lebih dulu. Anda bisa mulai menabung beberapa bulan untuk bisa membeli barang-barang tersebut. Tentukan tanggal yang ingin Anda targetkan untuk membeli barang tersebut dan bagi harga barang dengan jumlah hari yang tersisa. Misal, Anda ingin membeli laptop baru seharga Rp 10 juta dan Anda masih memiliki waktu selama 3 bulan, berarti setiap harinya Anda harus menyisihkan uang sekitar Rp115.000 yang bisa Anda dapat dari berhemat sehingga ada sisa anggaran yang bisa disisihkan. Hal ini untuk menghindari terjadinya kekacauan pada anggaran dan mengancam kondisi keuangan Anda. Terlebih untuk menghindarkan Anda dari penggunaan kartu kredit yang hanya akan menambah utang konsumtif dan menambah beban baru hingga Anda mampu melunasinya.

Prioritaskan membayar utang

Meski Anda punya keinginan untuk menyisihkan dana tersisa ke tabungan liburan atau tabungan untuk membeli mobil, coba abaikan dulu tabungan tersebut dan utamakan untuk melunasi utang. Ini akan jadi lebih baik karena dengan memprioritaskan utang, Anda dapat menghemat biaya bunga yang terus dibebankan pada utang Anda. Bila Anda bisa segera melunasi utang, berarti Anda dapat mengurangi tekanan finansial yang Anda alami sebelumnya. Penting sekali untuk menjaga utang tetap rendah karena akan berpengaruh pada skor kredit Anda. Jika Anda memiliki utang hingga lebih dari 30% pendapatan bulanan, itu hanya akan mengurangi skor kredit Anda.

Ingat untuk selalu membuat anggaran keuangan berdasarkan angka gaji bulanan secara take home pay alias yang sudah dipotong pajak supaya tidak ada kemungkinan untuk melebih-lebihkan jumlah uang yang bisa Anda belanjakan. Sebisa mungkin patuhi anggaran yang telah Anda buat agar tidak terjadi 'besar pasang daripada tiang', yang dapat merugikan kondisi keuangan Anda dalam jangka panjang. Good luck!

Referensi:

Mint.com. 4 Agustus 2020. 18 Budgeting Tips to Make Money Management Easy. Mint.com (Blog): https://blog.mint.com/budgeting/tips/

Elsa Catriana. 21 Januari 2020. Simak, 5 Manfaat Membuat Anggaran Keuangan Pribadi. Kompas.com: https://bit.ly/31qcisu

Share this Post