Bisnis

Kisah Heru, Mantan Bankir yang Bisnisnya Kian Melesat Karena Kerja Sama Investree x SIPLah Blibli

Pertumbuhan ekosistem digital dianggap dapat menjadi katalis pertumbuhan UKM-UKM yang ada di dalamnya. Investree percaya hal itu. Jangan heran kalau sekarang semakin banyak kolaborasi strategis yang Investree lakukan dengan rekanan dari berbagai sektor seperti SIPLah Blibli. Siapa sangka, ide sederhana untuk bekerja sama memulihkan ekonomi UKM mampu membawa pelaku usaha dalam ekosistem SIPLah Blibli naik kelas, salah satunya Heru. Siapa dia?

Masih ingat dengan tema acara tahunan Investree, Investree Conference (i-Con), tahun lalu? Temanya “Beyond Lending: Accelerating SMEs Growth and Recovery through Collaboration in Digital Ecosystem”. Jargon itu tidak hanya sekadar topik, lho. Kenyataannya, Investree benar-benar merealisasikannya ke dalam kolaborasi-kolaborasi esensial dengan berbagai mitra yang punya visi-misi sama memulihkan perekonomian UKM di Indonesia selama pandemi misalnya SIPLah Blibli. Pada Desember 2020, Investree resmi menyalurkan pembiayaan kepada para penjual yang terdaftar di SIPLah Blibli. SIPLah Blibli merupakan marketplace untuk memenuhi kebutuhan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang dalam platform ini mencakup keperluan sekolah mulai dari buku, seragam, hingga barang elektronik. SIPLah sendiri adalah singkatan dari Sistem Informasi Pengadaan Sekolah yang menjadi program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dananya bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Platform SIPLah disokong oleh Blibli, platform e-commerce terdepan di Indonesia yang dengan teknologi mumpuni menyediakan saluran jual-beli cepat, mudah, dan transparan bagi para pengusaha maupun pihak sekolah. Peran Investree di sini menyalurkan pembiayaan kepada para penjual yang terdaftar di SIPLah Blibli, memastikan pelaku UKM mampu menjalankan aktivitas pengadaan barang-barang sekolah hingga ke pelosok Indonesia. Menariknya, kerja sama Investree dan SIPLah Blibli bukan saja memperkuat solusi yang dihadirkan bagi sektor pendidikan, tapi juga mengamplifikasi dampak positif dari pengadaan barang dan jasa berbasis teknologi dengan merangkul UKM sebagai penjual yang ada di platform. Dengan demikian, UKM bisa memperluas pangsa pasar yang akan memperkuat kemampuan mereka untuk menumbuhkan usaha walau di tengah kondisi menantang.

Dari kerja sama yang telah terjalin kurang lebih 9 bulan ini, ternyata banyak, lho, pelaku UKM SIPLah Blibli yang berhasil menuai manfaat dari Investree dan SIPLah Blibli. Yuk, berkenalan dengan salah seorangnya yaitu Heru Winata, Direktur CV Cahaya Bangun Sejahtera, mantan bankir yang banting setir menjadi pengusaha dan sudah mengekspansi jangkauan bisnisnya hingga keluar Jabodetabek termasuk Subang dan Cianjur. Jenis usahanya adalah pengadaan barang alat-alat tulis sekolah. Mengikuti kisahnya seperti sedang membaca cerpen tapi kali ini nonfiksi, berdasarkan pengalaman nyata Heru yang merintis bisnisnya mulai dari 0. Apalagi, sempat ada fase di mana Heru merasa berat menjalankan bisnisnya akibat terdampak pandemi. Untungnya ia menemukan solusi yang diberikan oleh Investree dan SIPLah Blibli yang akhirnya mampu meringankan bebannya sebagai pemilik usaha kecil menengah serta membuat arus kas perusahaannya menjadi lebih sehat.

Jalan terjal menumbuhkan usaha di tengah pandemi

Memang benar, tidak ada satu pun manusia yang bisa memprediksi masa depan. Setelah 20 tahun berkarier di dunia perbankan, Heru harus menyerah pada keadaan saat dirinya tidak bisa lagi melanjutkan pekerjaan karena terjadi perampingan di perusahaan perbankan tempat ia terakhir bekerja. ‘Lulus’ dari perusahaan lamanya dengan mengambil paket pensiun dini, Heru mulai berpikir rencana yang akan ia lakukan ke depannya. Kenapa tidak berbisnis saja, pikirnya. Heru lalu mulai mencari pilihan bisnis yang rendah risiko karena ia juga menyadari posisinya sebagai pemula. Alhasil, Heru menemukan sistem elektronik SIPLah yang membuka kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah untuk memperdagangkan produk/layanan penunjang sekolah dalam suatu marketplace, salah satunya Blibli. “Saya yakin pintu rezeki saya ada di situ,” ucap Heru saat menceritakan awal mula ia mendirikan CV Cahaya Bangun Sejahtera.

Sejak awal berdiri hingga menuju ke tengah, bisnis Heru tidak selalu berjalan mulus. Bahkan bisa dibilang, jalan yang ditempuh cukup terjal karena pandemi yang tak berkesudahan. Selama pandemi, kegiatan sekolah anak-anak berpindah ke rumah. Permintaan akan kebutuhan peralatan seperti alat tulis maupun perlengkapan belajar mengajar lainnya menurun drastis. Hal itu menyebabkan penjualan bisnis Heru terdampak secara negatif alias terhambat. Heru menuturkan, “Yang biasanya sekolah bisa belanja dua sampai dengan tiga kali dalam enam bulan, karena pandemi, jadi lebih jarang. Hitungan jarilah. Ini menimbulkan masalah keuangan baru bagi usaha kami. Pendapatan menurun, mulai bingung membiayai kegiatan operasional dari mana, terbayang-bayang gaji karyawan yang harus segera dibayarkan padahal sumber penghasilan sedang seret… Keadaannya saat itu benar-benar membingungkan.”

Semua prosesnya nyaman dan tidak ribet. Saya dibantu langsung oleh Tim Investree yang sangat cekatan, helpful, dan selalu standby menjawab jika saya punya pertanyaan lebih lanjut terkait dengan pinjaman yang saya ajukan." - Heru Winata, Direktur CV Cahaya Bangun Sejahtera

Beruntung, situasi ini tidak semakin berlarut. Akhir tahun 2020, begitu Investree mengumumkan kerja sama dengan SIPLah Blibli dan promosinya sudah tersebar di mana-mana, Heru langsung sigap menanyakan bagaimana cara mengakses fasilitas ini kepada Tim Investree. Harapannya, ia bisa mendapatkan dukungan pembiayaan yang mudah dan cepat agar bisnisnya berkembang. Benar saja, satu kali mengajukan, pinjaman Heru langsung disetujui dan cair sebesar Rp 2 miliar dalam rentang waktu yang diinginkan. “Semua prosesnya nyaman dan tidak ribet. Saya dibantu langsung oleh Tim Investree yang sangat cekatan, helpful, dan selalu standby menjawab jika saya punya pertanyaan lebih lanjut terkait dengan pinjaman yang saya ajukan. Semakin praktis karena saya sudah terverifikasi sebagai penjual di SIPLah Blibli. Dari situ kami mulai bangkit pelan-pelan, termasuk menggenjot aktivitas pemasaran atau promosi produk kami untuk program school from home. Bantuan dari Investree dan SIPLah Blibli ini secara langsung menjadi penyemangat bagi saya dan seluruh karyawan untuk terus “berlari” kencang di tengah pandemi,” ujar Heru.

Harapan untuk maju bersama-sama para pemain SIPLah lainnya hingga saran unik bagi Investree

Hingga kini, tercatat sudah ada lebih dari 50 sekolah yang didukung oleh perusahaan Heru kaitannya dengan pengadaan barang-barang belajar mengajar. Heru berharap ke depannya semakin banyak sekolah yang dapat mereka bantu untuk penyediaan alat-alat tulis. Saat ditanya bagaimana kondisi rekan-rekan sejawat yang berkecimpung dalam dunia bisnis SIPLah, Heru mengatakan sangat banyak dari mereka yang membutuhkan bantuan pembiayaan untuk membuat usahanya bertahan di tengah pandemi. “Tak sedikit teman-teman yang langsung mengontak saya ketika tahu saya memperoleh bantuan pembiayaan dari Investree dan SIPLah Blibli. Mereka bertanya, “Her, gimana caranya bisa mendapatkan pinjaman dari Investree dan SIPLah Blibli?” Sehingga saya rasa, peluang pemanfaatan fasilitas ini masih banyak dan luas sekali. Selain membutuhkan permodalan, mereka juga butuh diedukasi lebih lanjut tentang produk pinjaman dari Investree,” ujarnya.

Heru sendiri punya masukan unik bagi Tim Investree. Karena banyak dari rekan-rekan SIPLah Blibli-nya yang ingin dibantu mengajukan pinjaman melalui Investree, Heru menyarankan agar Investree menerapkan skema member-get-member di mana jika sosok seperti Heru (existing customer) berhasil merekrut teman-teman satu komunitasnya menjadi Borrower di Investree, ia akan mendapatkan komisi. “Apalagi sekarang sekolah akan mulai diterapkan secara tatap muka, pembelanjaan sudah semakin meningkat dibandingkan kondisi kemarin. Akan makin banyak pelaku UKM yang membutuhkan bantuan modal kerja untuk perluasan usaha, dan saya yakin program komisi seperti ini dapat menggaet minat para pemilik perusahaan untuk berbondong-bondong mereferensikan Investree kepada teman-temannya. Dengan begitu, semua untung. Di satu sisi Investree dapat membantu para pelaku UKM memperoleh modal kerja secara lebih maksimal, di sisi lain pelaku UKM yang terbantukan juga semakin bertambah,” jelasnya. Saran ini tentunya disambut baik oleh Manajemen Investree dan sedang direncanakan terkait dengan implementasinya.

Terakhir, dengan adanya fasilitas pembiayaan seperti yang disediakan oleh Investree dan SIPLah Blibli, Heru ingin usaha miliknya dan teman-teman pegiat SIPLah lainnya juga ikut bertumbuh dan berkelanjutan di tengah situasi penuh tantangan. Kalau soal itu, jangan khawatir, Pak Heru. Investree telah siapkan ‘amunisi’, kok. Kalau kata Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, sih: “Investree berkomitmen menghadirkan solusi terintegrasi agar UKM dapat merasakan manfaatnya secara keseluruhan. Salah satunya melalui kerja sama dengan SIPLah Blibli.com ini. Semoga dapat memulihkan dan memperkuat bisnis para penjual yang tergabung di dalamnya, menaikkan kelas mereka, dan membuat UKM semakin berdaya pasca pandemi.” Tidak sabar melihat bisnis UKM-UKM lainnya kian meroket bersama Investree x SIPLah Blibli!

Share this Post

Artikel Terbaru