Marketplace Lending

Feature Story: Lewat Persahabatan, Investree dan Danamon Wujudkan Mimpi Jutaan UKM Indonesia

Di momen Valentine, kita bahas yang bikin happy dan menginspirasi. Adalah persahabatan Investree dan Danamon yang tumbuh semakin kuat di tahun kelima. Tujuannya satu: membuat cita-cita para pelaku UKM di Indonesia jadi kenyataan.

Tak ada yang lebih menyenangkan selain ngobrolin cinta di bulan Februari. Dalam Feature Story kali ini, Investree khusus membahas persahabatan Investree dan rekanan bank pertama kami, Danamon, yang sudah terjalin selanma 5 (lima) tahun, terhitung sejak awal Investree berdiri. Perjalanan cinta Investree dan Danamon bukan tanpa lika liku. Bisa dibilang, Danamon adalah the one yang paling setia menemani Investree sejak industri ini masih sangat baru hingga sekarang Investree berkembang menjadi solusi bisnis digital terintegrasi bagi UKM.

Kerja sama Investree dan Danamon pertama kali terjalin pada 2016 di mana Investree dan Danamon menandatangani kemitraan strategis sistem cash management untuk fasilitas automatic payment dan automatic posting atau singkatnya, host-to-host service. “Termasuk di dalamnya adalah penyediaan Virtual Account dan Escrow Account yang sampai sekarang masih Investree gunakan untuk transaksi. Itu merupakan langkah awal bagi perusahaan fintech seperti kami dan lembaga keuangan besar seperti Danamon dalam membentuk ekosistem keuangan digital di Indonesia,” ujar Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, mengenang masa-masa pertama Investree dirintis.

Pada saat itu, regulasi menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh Investree dalam mengoperasikan layanan fintech lending di Indonesia. Belum adanya aturan yang jelas dari regulator karena masih dibentuk membuat para pendiri Investree harus memutar otak dan mencari cara bagaimana meyakinkan rekanan bank agar mau bekerja sama dengan Investree untuk proses transaksi. Di saat bersamaan, Investree juga berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator untuk merumuskan Peraturan OJK khusus fintech lending. “Karena pada esensinya, fintech lending tidak menghimpun dana melainkan menjadi penjembatan antara mereka yang memerlukan bantuan pembiayaan dengan mereka yang memiliki dana berlebih. Itulah mengapa kami butuh dukungan dari rekanan bank,” kata Adrian.

Melakukan pendekatan ke beberapa perusahaan perbankan, ternyata Danamonlah yang akhirnya menyambut “pinangan” Investree terlebih dahulu. Chief Information Officer Investree, Dickie Widjaja, mengatakan, “Kami selalu bilang bahwa Danamon adalah bank pertama yang mau memberikan kesempatan bagi Investree untuk tumbuh sebagai pionir fintech lending. Mereka melihat perusahaan fintech lending seperti Investree punya potensi besar dalam meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air. Apalagi sejak awal berdiri, semangat yang selalu kami gaungkan adalah pemberdayaan UKM dengan menawarkan produk unggulan Invoice Financing yang banyak dimanfaatkan oleh para pemain di skala usaha tersebut, seperti industri kreatif dan restoran.”

Global Collaboration Manager Danamon, Elisa Halim, yang tergabung dalam regu yang pertama kali menjajaki kerja sama dengan Investree, menceritakan dari sisi Danamon, “Setelah melewati diskusi intensif mulai dari aspek legal, kepatuhan, hingga teknis, akun dan layanan dengan Investree akhirnya live pada 2016.” Elisa menuturkan alasan mengapa Danamon akhirnya bersedia menerima ajakan Investree untuk berkolaborasi. Padahal usia industri fintech lending pada 2015-2016 masih sangat belia. “Kami melihat adanya komitmen kuat dan pemahaman mendalam dari Tim Manajemen Investree yang didukung oleh Legal Advisor mereka. Sejak awal, kami bersama-sama memastikan bahwa model bisnis baru tersebut tidak melanggar peraturan dari otoritas maupun regulasi. Jadi, meski model bisnisnya sendiri masih baru, Danamon berhasil bermitra dengan Investree tanpa mengkompromikan kebijakan Know Your Customer (KYC) dan Know Your Business (KYB),” ungkap Elisa.

Kerja sama Investree dan Danamon terus berkembang setiap tahun. Keduanya secara rutin menggali peluang baru--kira-kira terobosan apa lagi yang bisa dihadirkan untuk melayani pelanggan kedua belah pihak dengan sebaik-baiknya. “Satu hal yang sangat kami kagumi dari Danamon adalah kemauan mereka untuk ikut dalam mengembangkan dan menyediakan solusi bagi pelanggan. Kita selalu bergerak maju dengan Danamon. Kalau solusi itu belum ada maka kita ciptakan, kalau sudah ada maka kita sesuaikan agar bisa memberikan manfaat lebih bagi our users. Semuanya secara bersama-sama,” ujar Dickie. Terlepas dari situasi penuh tantangan akibat pandemi Covid-19, Investree dan Danamon berhasil meluncurkan 2 (dua) kolaborasi baru pada 2020 yaitu Pembukaan Rekening Dana Lender dan Direct Debit serta Penyaluran Kredit Usaha dengan Skema Loan Channeling.

Hal itu erat kaitannya dengan semangat Investree dan Danamon untuk membantu para pelaku UKM agar mampu bertahan melewati masa sulit ini. Terlebih sinergi penyaluran kredit usaha dengan skema loan channeling di mana Danamon mencatatkan diri sebagai Lender Institusi Investree. Lewat kolaborasi tersebut, Investree dan Danamon memperluas akses pembiayaan bagi UKM-UKM terdampak sehingga bisnis mereka dapat bangkit dari segi finansial serta berkontribusi lebih bagi perekonomian Indonesia. Melalui kerja sama ini juga yang memungkinkan UKM mendapatkan akses kredit melalui platform online Investree, Danamon sendiri sebagai bank menjadi semakin mudah “menyentuh” UKM yang selama ini seringkali terkendala persoalan jaminan saat mengajukan ke layanan finansial sebesar bank.

Adrian mengatakan, “Persahabatan kami dengan Danamon benar-benar membuktikan fintech dan bank bukanlah musuh, melainkan saling melengkapi. Layaknya pasangan, setiap ada ketidakcocokan, kita akan selalu mencari cara bagaimana bisa menemukan jalan tengah yang menguntungkan kelangsungan bisnis kedua belah pihak dan yang paling penting, mampu mencapai tujuan masing-masing yaitu memberikan manfaat maksimal bagi para pengguna kami. Jadi kita tumbuh bersama.” Elisa menambahkan, “Dengan melengkapi satu sama lain, kami percaya bahwa apa yang telah, sedang, dan akan Danamon dan Investree lakukan bersama dapat memberikan sumbangsih nyata bagi peningkatan inklusi keuangan di Tanah Air.”

Global Alliance Strategy Director Danamon, Naoki Mizoguchi, punya pandangan yang unik tentang kunci bertahannya persahabatan Investree dan Danamon. Menurutnya, terdapat banyak faktor kesuksesan kolaborasi antara fintech dan bank, antara lain komunikasi dan kesalingpahaman yang baik, semangat untuk menumbuhkan bisnis satu sama lain, serta keinginan untuk senantiasa mengejar peluang dan meningkatkan layanan--Investree dan Danamon memiliki semuanya! Landasan terpenting dari persahabatan Investree dan Danamon adalah komitmen bersama untuk memberikan dampak positif bagi para pelaku UKM di Indonesia melalui kerja sama yang solid.

“Tak heran jika di tengah pandemi tahun lalu, Investree justru mampu meraih pendanaan seri C, salah satunya dipimpin oleh controlling shareholder Danamon yaitu Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG) melalui perpanjangan usaha venturanya, MUIP. Hal itu untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis Investree, ekspansi internasionalnya, dan pendampingan finansial bagi UKM Indonesia terutama yang terdampak Covid-19. Investasi strategis tersebut jelas menjadikan kerja sama Danamon dan Investree menuju level selanjutnya,” ujar Naoki antusias.

Lantas, apa yang paling berkesan dan disyukuri bagi Investree dan Danamon dari persahabatan yang telah terangkai selama lima tahun ini? Kalau Investree, sih, bersyukur bisa dipertemukan dengan Tim Danamon yang mempunyai mindset sangat terbuka dan inovatif sehingga membuka jalan bagi terwujudnya deretan kolaborasi yang sudah Investree dan Danamon lakukan hingga sejauh ini. Sedangkan Danamon paling terkesan dengan hubungan setiap anggota dari kedua perusahaan yang sampai saat ini masih erat sekali. Memang true BFF! “Kita akan melanjutkan fokus kerja sama loan channeling untuk menyokong pertumbuhan bisnis UKM sebagai tulang punggung perekonomian negara. Terutama dalam pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya, UKM tanpa akses pembiayaan butuh dukungan finansial, now more than ever,” tutup Naoki.

Baik Investree maupun Danamon berharap, mereka dapat membawa persahabatannya hingga ke level tertinggi dengan cita-cita besar mewujudkan mimpi jutaan UKM di Indonesia yaitu menjadi kuat dari sisi finansial dan berdaya. Seiring dengan perkembangan Investree dari pionir fintech lending menjadi solusi bisnis digital terintegrasi bagi UKM, Investree melihat inisiatif “Beyond Lending” (baca tentang “Beyond Lending” di sini) ke depannya juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem UKM yang dimiliki oleh Danamon. Dengan mengkombinasikan market yang dimiliki oleh masing-masing pihak, diharapkan Investree dan Danamon dapat melayani lebih banyak UKM tak hanya di Tanah Air tapi juga luar negeri, salah satunya dengan memanfaatkan jaringan global MUFG.

Benar kata orang-orang bahwa bukti dari persahabatan yang nyata adalah usaha 100% dari kedua belah pihak. Dan Investree-Danamon berhasil membuktikannya. Bravo! Now sit back and relax - kita tunggu inovasi-inovasi keren yang akan datang berikutnya dari Investree dan Danamon.

Share this Post