Marketplace Lending

Bertumbuh Bersama

Inklusi bukan ilusi

Inklusi finansial bukan slogan semata bagi kami para relationship manager di Investree, inklusi finansial adalah kompas moral kami sebagai ujung tombak perusahaan, yang berperan sebagai eksekutor di lapangan, yang bertugas memastikan para borrower kami bukan hanya terbantu dari sisi terpenuhinya kebutuhan pendanaan untuk beragam tujuan; mulai dari kebutuhan modal kerja, pembelian stock hingga pengerjaan proyek.

Namun yang jauh lebih penting dari itu semua adalah juga mengawal, mendampingi dan menjadi konsultan keuangan yang memberikan financial advisory bagi para borrower di kala mereka butuh second opinion terkait keputusan-keputusan yang akan mereka ambil baik dalam hal penggunaan dana tersebut agar tidak terjadi side streaming atau fraud juga agar penggunaan dana tersebut menjadi lebih tepat guna; maupun soal kecepatan proses, kemudahan akses dan menjamin kemurahan dari sisi biaya dana (cost of fund) yang nantinya akan berdampak pada margin barang atau proyek juga pada laba perusahaan secara keseluruhan.

Hasil riset dampak ekonomi dan sosial pinjaman terhadap borrower; studi kasus Investree pada tahun 2017-2019 yang dilakukan oleh Lembaga Studi dan Riset Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia bekerjasama dengan Investree membuktikan inklusi finansial bukanlah ilusi finansial. Hasil riset membuktikan bahwa lebih dari 58% borrower kami berhasil meningkatkan omzet dan skala usaha mereka, tercermin dari peningkatan pertumbuhan jumlah karyawan hingga 44%  dan menjadi lebih bankable hanya dengan meminjam lebih dari 1 kali di Investree, dengan good historical repayment tentunya.

Selain itu dampak Investree terhadap industri kreatif pun cukup signifikan, 52% borrower Investree dari sektor industri kreatif, sebanyak 15% nya mampu meningkatkan omzet mereka hingga lebih dari 50%, yang selama ini kurang terlayani dengan baik oleh perbankan dan Lembaga keuangan tradisional lainnya karena masalah klasik, yaitu tidak adanya aset fisik tidak bergerak (fixed asset) seperti tanah, rumah, ruko, apartemen dan jenis properti lainnya sebagai jaminan, ataupun tidak cukupnya cash deposit sebagai tambahan collateral.

Dampak Investree terhadap inklusi keuangan syariah pun patut kita banggakan, 54% borrower syariah Investree, 63% nya mampu menumbuhkan bisnisnya hingga lebih dari 30%.

Ada tiga alasan utama yang menjadi kunci keberhasilan Investree dalam mewujudkan inklusi finansial bagi para borrower; persetujuan pinjaman yang cepat, kredibilitas Investree, sebagai leading marketplace lending di Indonesia dan proses pengajuan yang mudah. Ketiga alasan utama tersebut juga didukung dengan hasil riset yang mebuktikan bahwa hampir 100% borrower Investree merasakan pengalaman positif saat mengajukan pinjaman melalui Investree; informasi yang jelas di awal terkait persyaratan pinjaman, proses administrasi yang sederhana dan kecepatan proses peminjaman sejak pengajuan hingga pencairan.­

CINTA

Berjalan beriringan dan bertumbuh bersama Investree dan borrower selama hampir 5 tahun tidak akan bisa bertahan jika tidak berlandaskan CINTA yang menjadi corporate core values Investree.

Collaboration

Kompetisi sudah menjadi tidak relevan lagi, sebaliknya, kami menjalin kolaborasi dengan lembaga keuangan lainnya yang telah eksis terlebih dahulu daripada Investree, dari perbankan hingga multifinance.

Begitupun dengan sesama Relationship Manager as a salesperson, kami memilih co-operation instead of competition. Namun bukan berarti meniadakan persaingan, persaingan kami sudah berada di level succeed by raise others, we complete each other instead of compete with other.

Dengan sesama marketplace lending pun Investree mempererat hubungan dan Kerjasama melalui AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) di mana Bapak Adrian Gunadi, CEO kami, aktif sebagai ketua umum.

Integrasi adalah kunci. Tanpa integrasi baik secara sistem maupun non-sistem, kita hanya mengulang-ulang lagi yang sudah ada.

Proses integrasi jadi fokus Investree sejak awal, baik dengan perbankan, strategic partners maupun anggota asosiasi fintech lending lainnya, melalui integrasi data dengan didirikannya FDC (Fintech Data Center), juga melalui integrasi API (Application Programming Interface) dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya juga dengan para rekanan strategis kami mulai dari payment gateway, point of sales, logistics (Midtrans, Xendit, Pawoon, Sicepat dan lainnya), hingga anchor and strategic partners (Garuda Project, MBIZ, LKPP, Inamart, etc).

Innovation       

Inovasi harus menjadi dorongan utama, data-driven policy, procedure, and decision making strategy on daily business practices; atau dataisme dalam praktik bisnis secara taktis sehari-hari menjadi prasyarat untuk menjadi innovation-based company, dengan big data yang kami miliki dan olah, proses penerapan teknologi Blockchain dan AI (Artificial Intelligence) melalui Joint Venture untuk credit-risk assesment and risk-based credit scoring modelling juga melalui Joint Venture Billtree (Billte Swiss + Investree) yang masih terus dikebut oleh masing-masing tribe team terkait untuk proses implementasi, dan integrasinya, dengan menggunakan metode SPRINT, menjadi leading marketplace lending platform in Asia atau bahkan dunia sekalipun bukan lagi mimpi siang bolong, dagelan apalagi pepesan kosong, tapi kenyataan yang sudah mulai mendekat di depan mata.

Integrity

Integritas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebagai lembaga penyedia jasa layanan keuangan digital, Investree memastikan kerahasiaan informasi dan keamanan data semua pihak terjaga dengan sangat baik melalui sertifikasi ISO270001: Information Security Management System yang diraih Investree sejak 2018.

Agility

Welcoming speech’s quote salah satu Founder Investree, Pak Amir, saat outing ulang tahun pertama Investree di Jogja selalu terngiang-ngiang di benak saya - stay relevant!

Menjadi tetap relevan sepanjang waktu tidak mudah jika tidak diimbangi dengan berusaha secara konstan menjadi anti-fragile (mengutip Nassim Nicolas Taleb) instead of just being robust. 

Pandemi Covid-19 bukan fenomena black swan, sebaliknya, ia adalah white swan, yang kejadiannya semestinya bisa dan memang sudah diprediksi beberapa pihak, yang menjadi black swan adalah dampaknya yang tidak ada presedennya dalam sejarah dan tidak seorang pun bisa menduga.

Arah dan strategi bisnis pun harus bisa pivoting dalam tempo akselerasi yang sesuai agar bisnis tidak hanya survive tapi juga thrive, justru di tengah tren VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) saat ini.

Kebahagiaan terbesar

Sebagai startup company Investree masih sangat muda, masih banyak pekerjaan rumah yang mesti segera diselesaikan, juga sebagai bagian dari sebuah industri yang juga belum matang, banyak tantangan dan kendala yang menghadang.

Ambisi Investree untuk bisa melayani sebanyak mungkin UKM di seluruh Indonesia yang belum terjangkau teknologi dan inklusi keuangan juga menjadi obsesi saya yang belum tuntas.

Menjadi aktor sekaligus saksi sejarah pertumbuhan borrower sejak bergabung dengan Investree di tahun 2016 hingga sekarang, dimulai dari belasan karyawan termasuk pendiri hingga kini mencapai kurang lebih dua ratusan 1Investree. Berkantor di satu lot di sebuah gedung di seberang Gedung Merah Putih KPK di Rasuna bernama Lina yang di bawahnya ada pabrik sosis dan juga parkir gratis.

Berkantor di gedung baru dan menempati area lantai yang cukup luas dengan karyawan dan skala bisnis yang terus bertumbuh secara eksponensial dan reputasi, presensi dan rekognisi secara internasional hanyalah satu dari sekian banyak indikator keberhasilan sebuah perusahaan.

Setelah inklusivitas finansial tercapai dan akses terhadap layanan keuangan sudah merata dari desa sampai ke pelosok kota, masih ada pekerjaan rumah lagi yang menunggu untuk diselesaikan oleh kita semua, yaitu; inequality and injustice, ketidaksetaraan, dan ketidakadilan.

Mungkin sudah merata, tapi belum tentu setara apalagi adil. Di atas itu semua, pada akhirnya ini semua adalah kisah tentang manusia. Darah dan daging yang hidup dan berjalan di atas dan dari planet bumi. Yang bukan hanya bisa tumbuh, tapi juga bisa sakit atau bahkan mati. Please keep putting people and the planet first before profit!

Selamat ulang tahun yang kelima Investree!

Share this Post