Marketplace Lending

Apa Itu Leverage? Inilah Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya

Dalam dunia trading, ada berbagai istilah yang perlu dipahami para investor. Salah satunya adalah leverage. Namun, apa itu leverage? Singkatnya leverage merupakan penggunaan dana pinjaman untuk meningkatkan potensi return dari sebuah investasi.

Leverage ini sangat membantu seorang investor dalam menggambarkan kemampuan perusahaan menggunakan dananya untuk memaksimalkan kekayaan perusahaan. Jadi, bisa dilihat bahwa leverage menjadi aspek penting yang harus dipahami dengan baik.

Nah, untuk Anda yang penasaran tentang apa itu leverage. Mulai dari pengertian, tujuan, hingga manfaatnya. Yuk, simak artikel di bawah ini sampai akhir, ya.

Apa Itu Leverage?

Leverage merupakan kemampuan untuk memengaruhi situasi maupun orang lain sehingga ia bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. Sering kali, kemampuan leverage juga membuat seseorang bisa mengendalikan apa yang sedang dan akan terjadi.

Sedangkan dalam dunia trading, leverage merupakan suatu teknik pembelian aset yang melibatkan dana hutang daripada penambahan ekuitas baru. Tujuannya agar laba setelah pajak yang akan diterima oleh pemegang ekuitas dari transaksi tersebut bisa melebihi biaya pinjaman.

Sedangkan pengertian leverage menurut Susan Irawati, leverage adalah jumlah utang yang digunakan untuk membiayai atau membeli aset perusahaan. Artinya, sebuah perusahaan dengan jumlah utang yang lebih besar dari ekuitas bisa dikatakan sebagai perusahaan yang tingkat leverage-nya relatif tinggi.

Dalam leverage juga dikenal leverage ratio yang berarti representasi tingkat utang suatu perusahaan atau bisnis yang sudah dikeluarkan. Selain itu, leverage ratio juga dapat merujuk pada cara perusahaan menggunakan utang tersebut untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.

Tujuan Leverage

Dalam melakukan leverage, sudah pasti ada tujuan yang hendak dicapai. Nah, berikut adalah tujuan leverage yang dapat Anda ketahui.

  • Agar perusahaan bisa mengetahui posisinya terhadap kewajiban karyawan ke pihak kreditor.
  • Agar perusahaan bisa menilai kemampuan mereka dalam memenuhi kewajiban, seperti melunasi angsuran pinjaman beserta bunganya.
  • Agar perusahaan bisa menilai keseimbangan antara nilai aktiva dengan modal.
  • Agar perusahaan bisa menilai tingkat pengaruh hutang terhadap pengelolaan aktiva.
  • Agar perusahaan bisa menilai besarnya aktiva perusahaan yang dibiayai oleh hutang.

Manfaat Leverage

Adapun manfaat leverage yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut.

  • Sebagai wujud gambaran komposisi struktur modal yang digunakan untuk pembiayaan operasional perusahaan.
  • Sebagai gambaran komposisi modal dari sumber hutang maupun pinjaman. Tidak hanya jangka pendek, tapi juga jangka panjang beserta bunga dan dendanya.
  • Sebagai bahan analisis dan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam pelunasan hutangnya.
  • Untuk mengetahui seberapa banyak pinjaman yang sudah dekat dengan tanggal jatuh tempo.
  • Sebagai alat ukur pengaruh hutang terhadap pengelolaan aktiva di perusahaan.
  • Sebagai alat ukur penilaian keseimbangan antara aktiva dan modal.
  • Sebagai alat ukur seberapa banyak bagian modal yang dijadikan sebagai jaminan utang panjang.

Cara Kerja Leverage Ratio

Secara umum, cara kerja leverage ratio hampir mirip dengan utang. Jadi, suatu bisnis akan meminjam modal atau utang saat mereka menginginkan aset baru yang digunakan untuk keperluan operasional.

Akan tetapi, sebelum itu perusahaan harus menghitung kemampuan mereka terlebih dulu. Mulai dari kemampuan memenuhi kewajiban hingga besaran biaya yang harus diangsur secara rutin hingga batas akhir yang telah disepakati.

Risiko Leverage Ratio

Meskipun terlihat memiliki berbagai manfaat, namun leverage rasio juga memiliki beberapa risiko yang perlu Anda perhatikan. Berikut adalah beberapa resiko yang wajib Anda ketahui.

1. Semakin Tinggi Hutang, Semakin Sulit Mendapatkan Keuntungan

Risiko utama dari leverage ratio adalah semakin tinggi hutang yang diajukan, maka akan semakin sulit bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itulah, perusahaan harus bisa menghitung dengan cermat jumlah leverage yang akan diajukan dan harus disesuaikan dengan kebutuhan.

2. Semakin Tinggi Hutang, Semakin Tinggi Beban Psikologis

Selain dari sisi keuntungan, leverage ratio juga memiliki risiko dari sisi beban psikologis. Hal ini dapat terjadi karena perusahaan memiliki kewajiban untuk melunasi utang tersebut. Untuk itu, sebaiknya Anda tidak memaksakan kemampuan dalam mengajukan pinjaman utang.

Itulah penjelasan singkat tentang apa itu leverage yang perlu diketahui oleh perusahaan. Jika kini perusahaan Anda sedang membutuhkan pinjaman utang, maka bisa mengajukan pinjaman modal usaha dari Investree.

Anda bisa meminjam sejumlah dana sesuai kebutuhan perusahaan dengan tingkat bunga dan biaya yang kompetitif berdasarkan sistem credit-scoring modern. Selain itu, sistemnya juga sangat transparan dan prosesnya yang mudah. Jadi, Anda tidak perlu lagi bingung dalam mencari tambahan modal untuk mengembangkan perusahaan.

Referensi:

https://www.ocbcnisp.com/id/article/2022/02/24/leverage-ratio-adalah

https://www.maxmanroe.com/vid/finansial/pengertian-leverage.html

Share this Post