Investasi

Simak Pengertian SBN Secara Lengkap di Sini

Surat Berharga Negara atau SBN adalah sebuah produk investasi yang diterbitkan dan dijamin langsung oleh Pemerintah RI kepada individu WNI. Lebih jauh, SBN ialah alternatif produk investasi yang aman, terjangkau, mudah, dan memiliki banyak manfaat. Lewat SBN, masyarakat Indonesia dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembiayaan dan pembangunan negara.

Jenis SBN

1. Savings Bond Ritel (SBR)

Secara garis besar, SBR hanya dapat dibeli selama masa penawaran dan disimpan sampai waktu jatuh tempo. Terkecuali jika investor memilih untuk menggunakan fasilitas early redemption alias pencairan lebih awal. Umumnya, imbalan untuk kepemilikan SBN ditetapkan secara floating with floor atau mengambang dengan batas minimal.

2. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

ORI dapat ditransaksikan oleh investor ritel. Adapun tujuan utama diterbitkannya ORI ialah untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada investor individual atau masyarakat untuk secara langsung memiliki sekaligus memperdagangkan ‘dagangannya’ secara aktif dalam perdagangan Obligasi Negara. Imbalan atau kupon ORI bersifat tetap dan akan dibayar di setiap bulannya.

3. Sukuk Ritel (Sukri)

Hampir mirip dengan ORI, hanya saja Sukri menggunakan basis syariah. Sukri sendiri ditransaksikan melalui Agen Penjual kepada investor individu dengan pembelian minimum senilai Rp 5 juta. Imbal hasil Sukuk Ritel sifatnya tetap dan dibayarkan setiap bulan. Sukri bisa diperdagangkan di pasar sekunder.

4. Sukuk Tabungan (ST)

Bisa dibilang, ST adalah SBR dalam versi syariah. ST ditransaksikan kepada investor individu melalui agen penjual dengan pembelian minimum sebesar Rp 2 juta. Imbal hasil ST biasanya mengambang dengan batas minimal dan dibayarkan sebulan sekali. ST tidak dapat diperjual-belikan, namun tetap mempunyai fasilitas early redemption.

Istilah Umum Dalam SBN

1. Kupon

Kupon atau bunga merupakan bentuk imbal hasil yang dibagikan kepada investor. Kupon dihitung dalam persentase tahunan atas jumlah pokok utang. Namun, pembayaran kupon dapat dilakukan setiap sebulan sekali.

Jenis kupon dibagi menjadi 2 jenis, yakni fixed dan floating. Besaran bunga kupon fixed selalu sama dari awal kepemilikan hingga jatuh tempo. Sedangkan bunga dalam kupon floating cenderung berubah-ubah, bergantung pada acuan yang digunakan.

2. Floating With Floor

Floating with floor diartikan sebagai kupon yang mengambang dengan kupon minimal. Konteks mengambang disini berarti besaran kupon akan disesuaikan dengan perubahan tingkat suku bunga BI atau 7 Day Reverse Repo Rate sebagai acuan. Sementara kupon minimal diartikan sebagai tingkat kupon pertama yang ditetapkan akan menjadi kupon minimal hingga jatuh tempo. Maksudnya, saat suku bunga acuan naik, kupon dapat disesuaikan naik. Sebaiknya, bila bunga acuan turun, maka kupon pun akan ikut turun. Namun penurunan kupon tersebut tidak akan lebih rendah dari batas minimalnya.

3. Jatuh Tempo dan Tenori

Maturity atau tenor merupakan jangka waktu investasi. Atau sederhananya masa berlaku SBR. Usai jangka waktu itu habis, maka SBR bakal jatuh tempo. Bisa diartikan, modal pokok pemegang SBR akan dikembalikan seluruhnya oleh Pemerintah RI. Biasanya, tenor SBR berlaku selama 2 tahun.

4. Settlement

Settlement merupakan tanggal penyelesaian. Artinya, pada tanggal tersebut seseorang yang sudah memesan SBR selama masa penawaran sudah resmi disebut sebagai investor. Pada tanggal yang sama, perhitungan kupon SBR dimulai.

Berdasarkan ulasan di atas, SBN adalah produk investasi yang memiliki beberapa jenis instrumen. Salah satunya adalah SBR, ST, Sukri, dan ORI. Nah, jika Anda tertarik untuk menanamkan modal yang dimiliki pada salah satu instrumen tersebut, ada baiknya untuk terlebih dahulu memahami berbagai ketentuan berikut manfaat yang bisa diperoleh darinya.

Referensi:

Fitri Rahmadini, S.I.Kom. 28 April 2020. Apa Itu Surat Berharga Negara (SBN)? Kenali Istilah dan Jenisnya. https://bit.ly/3iXc6u6

Share this Post