Investasi

Produk Reksa Dana Terproteksi yang Wajib Anda Ketahui

Mengutip dari laman SiKAPI Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksa dana terproteksi sesuai namanya adalah salah satu jenis dari reksa dana yang akan melindungi atau memproteksi 100% pokok investasi Anda pada saat jatuh tempo. Jenis reksa dana ini adalah produk aman tanpa risiko, sebab manajer investasi akan bertanggung jawab atas pengembalian pokok dan imbal hasilnya bila aset dasarnya bermasalah.
ACD marketplace
Reksa dana terproteksi berbeda dengan jenis reksa dana lainnya seperti reksa dana terbuka dan reksa dana indeks. Perbedaan terletak pada kapan produk bisa dibeli, berapa lama jangka waktunya, imbal hasilnya, risiko, serta bagaimana pengelolaannya. Untuk memahami lebih lanjut mengenai reksa dana terproteksi, langsung saja simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

1. Jangka Waktu Investasi

Jenis reksa dana ini memiliki jangka waktu investasi. Jangka waktu reksa dana terproteksi telah ditentukan sebelumnya oleh manajer investasi. Anda dapat mencairkan dana sebelum jatuh tempo, namun tanpa adanya jaminan proteksi pokok investasi.

2. Hanya Dapat Dibeli Saat Masa Penawaran

Jika jenis reksa dana lain seperti reksa dana indeks dan reksa dana terbuka bisa dibeli kapanpun dengan top up atau tambah saldo, berbeda dengan reksa dana terproteksi. Jenis reksa dana ini hanya bisa dibeli saat masa penawaran berlangsung, sehingga setelah waktu penawaran berakhir, Anda tidak dapat membeli reksa dana jenis ini lagi.

3. Imbal Hasil

Reksa dana terproteksi juga akan memberi Anda imbal hasil selayaknya produk reksa dana pada umumnya. Besaran imbal hasil yang dijanjikan instrumen investasi ini biasanya melebihi produk bank, seperti tabungan dan deposito. Lebih tepatnya, imbal hasil reksa dana terproteksi mengikuti besaran yield Surat Utang Negara (SUN) maupun obligasi korporasi yang ditawarkan.

Untuk mekanisme investasinya, manajer investasi akan menempatkan aset sebesar minimum 70% pada instrumen obligasi, sedangkan sisanya di instrumen pasar uang. Efek utang yang ditanam modal harus memiliki peringkat layak investasi, sehingga dapat menghasilkan nilai proteksi atas pokok pada tanggal jatuh tempo. 

ACD lender

Imbal hasil reksa dana terproteksi  akan dibayarkan secara periodik, yaitu setiap 3 bulan, 6 bulan, hingga setahun sekali.

4. Pengelolaan

Sama seperti produk reksa dana lainnya, reksa dana terproteksi juga dikelola oleh manajer investasi. Strategi investasi yang digunakan manajer investasi untuk mengelola reksa dana terproteksi adalah secara pasif atau manajer investasi tidak secara aktif melakukan jual beli obligasi. Dengan begitu, Anda sebagai investor tidak mendapatkan imbal hasil dari selisih jual beli obligasi di pasar sekunder.

5. Risiko

Walaupun merupakan produk aman, namun reksa dana terproteksi tetap mempunyai risiko. Diantaranya risiko turunnya nilai pokok apabila Anda menjual unit penyertaan sebelum jatuh tempo investasi. Serta risiko lainnya seperti gagal bayar dari penerbit obligasi, sehingga nilai awal investasi serta imbal hasil unit reksa dana berkurang bahkan tidak dibayarkan.

6. Tipe Investor yang Cocok

Selain Anda mendapatkan imbal hasil yang cukup tinggi, reksa dana terproteksi juga mempunyai risiko menengah sampai tinggi. Oleh karena itu investasi ini sangat cocok untuk tipe investor moderat agresif. Jenis investasi ini kurang cocok untuk tipe investor konservatif yang mencari aman.

7. Menghadapi Kondisi Penurunan Peringkat

Saat terjadi kondisi penurunan peringkat, hingga gagal bayar atas efek utang aset dasar reksa dana terproteksi, manajer investasi akan melakukan langkah-langkah untuk menjaga keamanan dana investor sebagai bentuk fiduciary duty seperti penggantian portofolio, melakukan nego dengan penerbit obligasi, melakukan restrukturisasi, dan lainnya. Langkah-langkah ini wajib dikomunikasikan dengan baik kepada investor reksa dana terproteksi.

Demikian penjelasan mengenai reksa dana terproteksi yang harus Anda ketahui. Sebelum memutuskan membeli produk reksa dana terproteksi, ada baiknya Anda mempelajari serta mengkritisi prospektus dan dokumen keterbukaan produk yang telah disiapkan Manajer Investasi. Semoga bermanfaat.

 
ACD borrower
Referensi :

Fiki Ariyanti. 14 Januari 2021. Reksadana Terproteksi: Apa Itu, Keuntungan, Risiko, dan Simulasi Investasinya. Cermati.com: https://bit.ly/2UgdhKw

Danielisa Putriadita. 19 Mei 2021. Apakah reksadana terproteksi tanpa risiko? Simak penjelasan APRDI. Investasi.kontan.co.id: https://bit.ly/3w8nlmf

Share this Post

Artikel Terbaru