Investasi

Diversifikasi Portofolio dengan Savings Bond Ritel SBR004

Berbicara tentang investasi, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat dalam sebuah artikelnya pernah memberikan contoh yang menarik. Pernahkah Anda memerhatikan pedagang kaki lima (PKL) sering menjual barang-barang yang tidak berkaitan satu sama lain, seperti payung dan kacamata hitam? Awalnya mungkin terlihat aneh. Lagi pula, kapan seseorang membeli kedua barang tersebut pada saat bersamaan? Mungkin tidak akan pernah, dan itulah intinya. PKL tahu bahwa saat hujan, lebih mudah menjual payung ketimbang kacamata hitam. Begitu pula sebaliknya saat cuaca cerah. Dengan menjual keduanya—atau dengan kata lain, mendiversifikasikan lini produk—penjual dapat mengurangi risiko kehilangan uang pada hari tertentu.

Berangkat dari contoh di atas, tak heran jika hal penting yang selalu diwajibkan oleh setiap ahli keuangan dalam berinvestasi adalah melakukan diversifikasi portofolio. Diversifikasi adalah strategi yang dapat dirangkum dengan baik oleh sebuah pepatah tak lekang oleh waktu: “Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang.” Strategi ini dilakukan dengan menyebar uang yang Anda miliki di antara berbagai investasi dengan harapan bahwa jika satu investasi gagal (dan uang Anda tidak kembali), Anda masih memiliki investasi lain yang dapat digunakan untuk menutupi kerugian tersebut. Intinya, ketika kita melakukan diversifikasi, kita mengurangi risiko kehilangan uang.

Dalam melakukan diversifikasi portofolio pun, Anda sebagai investor harus memegang teguh prinsip kehati-hatian. Sangat penting untuk memerhatikan setiap pergerakan yang akan dilakukan dan menimbang risiko yang mungkin saja muncul saat hal buruk terjadi. Jangan sampai keputusan jangka pendek membuat rencana investasi jangka panjang Anda berantakan. Oleh karena itu, Anda harus bisa mendiversifikasikan portofolio Anda dengan benar.

Eits, diversifikasi bukan berarti membeli 100 saham pada sektor tertentu, ya, melainkan menciptakan campuran aset dengan korelasi rendah. Lantas, bagaimana caranya menjadikan sebuah portofolio “terdiversifikasi dengan benar”? Ikuti 2 (dua) tips jitu yang sudah Investree persiapkan untuk Anda!

Pilih berbagai pilihan jenis aset

Mempunyai campuran berbagai jenis aset akan membantu Anda menyebarkan risiko. Teori di balik pendekatan ini adalah, nilai aset yang berbeda dapat bergerak secara independen dengan alasan yang berbeda juga. Saham bergerak sejalan dengan kekayaan dan prospek perusahaan; obligasi sangat dipengaruhi oleh suku bunga; dan nilai properti, yang juga dipengaruhi oleh suku bunga, sangat berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi domestik. Jadi, Anda sangat disarankan untuk tak hanya berinvestasi pada satu jenis aset.

Lakukan diversifikasi menurut sektor

Setelah memilih aset yang Anda inginkan dalam portofolio Anda, saatnya melakukan diversifikasi lebih lanjut dengan berinvestasi di berbagai sektor—sebaiknya yang tidak memiliki korelasi satu sama lain sebagai upaya melindungi portofolio Anda dari penururan industri tertentu. Sebagai contoh, jika sektor perbankan mengalami penurunan, hal ini tidak akan berdampak pada sektor logam mulia. Tidak ada salahnya juga, lho, untuk mencoba berinvestasi di negara lain untuk mengurangi dampak pergerakan saham. Prinsipnya sama: untuk meminimalisasi risiko kehilangan uang ketika terjadi guncangan ekonomi di negara sendiri.

Kalimat kunci: portofolio investasi yang seimbang akan berisi campuran ekuitas (saham dalam perusahaan), obligasi pemerintah dan perusahaan (pinjaman kepada pemerintah atau perusahaan), properti, dan uang tunai.

Jika Anda seorang investor pemula, instrumen investasi berikut ini patut untuk dicoba karena aman dan dijamin oleh negara, cocok dimanfaatkan untuk diversifikasi portofolio. Savings Bond Ritel SBR004 adalah Obligasi Negara yang dijual kepada individu Warga Negara Indonesia melalui Mitra Distribusi di Pasar Perdana Domestik yang tidak dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder, dan merupakan instrumen Pemerintah pertama yang dijual dengan mekanisme online. Dan setelah sukses menjadi menjadi Mitra Distribusi (MiDis) Penjualan SBR003 dari kategori nonbank yang memperoleh nilai penjualan tertinggi pada bulan Mei lalu, Investree kini kembali memasarkan SBR004 melalui sbn.investree.id dengan masa penawaran 20 Agustus – 13 September 2018.

Dengan adanya e-SBN dan melalui Investree, berinvestasi SBR004 menjadi lebih mudah dilakukan di mana saja dan kapan saja selama masa penawaran berlangsung. Anda pun dapat ikut serta membangun pendidikan nasional karena hasil penerbitan SBR004 ini akan dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Anda bisa mendapatkan beragam keuntungannya:

  • Tingkat kupon minimal mengambang 8,05% p.a.
  • Kupon mengambang (disesuaikan setiap 3 bulan) dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) dengan referensi kupon adalah BI 7-Day Reverse Repo Rate.
  • Kupon dibayarkan setiap bulan oleh Penerbit.
  • Pemesanan mudah dan 100% online melalui sbn.investree.id.
  • Minimal pemesanan Rp 1 juta, siapa pun bisa berinvestasi.
  • Alternatif investasi baru dengan tingkat risiko yang relatif rendah.
  • Berlaku pelunasan sebelum jatuh tempo (early redemption) maksimal 50% dari minimal pemesanan Rp 2 juta tanpa biaya pelunasan.
  • Dapat dipinjamkan atau dijaminkan kepada Lembaga Keuangan lain.

Untuk melakukan pemesanan, Anda dapat mendaftarkan diri sebagai Investor Surat Berharga Negara (SBN) di Investree. Dengan catatan, Anda harus memiliki Nomor Tunggal Identitas Pemodal atau Single Investor Identification (SID). Jika belum punya, jangan khawatir, Anda bisa langsung membuat SID saat mendaftar sebagai Investor SBN melalui sbn.investree.id.

Lebih menariknya lagi, Investree menghadirkan promo cash back 1% sampai dengan Rp 30 juta untuk setiap pembelian melalui sbn.investree.id. Syarat dan ketentuannya dapat Anda baca di sini.

Pada akhirnya, jangan pernah takut untuk berinvestasi sejak dini. Tapi ingat, setiap keputusan harus diambil dengan mempertimbangkan risiko dan konsekuensinya. Itulah mengapa diversifikasi portofolio WAJIB Anda lakukan agar rencana investasi jangka panjang Anda tetap aman.  Selamat mencoba, teman-teman!

Diolah dari berbagai sumber:
https://www.sec.gov/reportspubs/investor-publications/investorpubsassetallocationhtm.html
https://www.which.co.uk/money/investing/how-investing-works/building-an-investment-portfolio/five-tips-for-diversifying-your-portfolio-ac77z2h4bsgx

Share this Post