Investasi

8 Cara Menarik Generasi Muda untuk Mulai Melakukan Investasi

Generasi muda saat ini nyatanya masih kesulitan mendekat pada investasi. Tidak adanya ketertarikan membuat mereka sulit menerima literasi keuangan, terutama literasi seputar investasi.

ACD marketplace

Aktivitas hangout sambil minum kopi sudah menjadi gaya hidup yang membuat keuangan mereka jadi boros. Bayangkan saja, bila mereka menghabiskan uang setidaknya Rp 50 ribu untuk sekali nongkrong dan paling tidak dilakukan sebanyak lima kali dalam sebulan, uang sebesar Rp 250 ribu sudah habis dalam satu bulan. Belum lagi buat yang terbiasa merokok, paling tidak bujet Rp 600 ribu per bulan juga habis begitu saja.

Padahal, riset yang diambil dari Karir.com menyatakan 83% kaum milenial berpenghasilan rata-rata sebesar Rp 7,5 juta per bulan. Ini adalah angka yang terbilang besar apalagi untuk mereka yang masih lajang. Namun, gaji tersebut masih membuat mereka hidup dari gaji ke gaji setiap bulannya namun tidak bisa menyisihkan dana untuk investasi. Lalu bagaimana cara membuat generasi muda agar tertarik pada investasi? Tentu dalam hal ini, keluarga terlebih orang tua punya peran yang sangat penting. Berikut Investree punya kiat-kiat yang bisa dilakukan para orang tua ke generasi muda agar mereka mau mulai melakukan investasi. Simak, yuk!

Beri contoh yang baik

Orang tua berperan besar mengarahkan anaknya agar mau berinvestasi. Coba mulai dengan memberi contoh seputar pengelolaan keuangan yang baik buat mereka. Misalkan, beri contoh dalam pembuatan anggaran pengeluaran setiap bulan, ajak untuk mencatat pengeluaran, dan melacaknya secara rutin. Jika menginginkan generasi muda yang tidak menganut gaya hidup boros, pasti dimulai dulu dari orang tuanya yang menghindari belanja berlebihan serta gemar berinvestasi.

Orang tua harus ikut memberikan dorongan

Terkadang generasi muda tidak bisa berpikir panjang dan lebih suka hanya mengikuti alur. Dorongan dari keluarga sangat diperlukan dengan menyadarkan mereka jika hidup tidak hanya untuk saat ini. Ajarkan untuk memiliki prinsip hidup dan tidak hanya sekadar ikut-ikutan. Setiap orang punya hak untuk menentukan nasibnya sendiri di masa depan.  Karena sejatinya, kunci kebahagiaan adalah dengan memiliki keamanan finansial. Cara mewujudkannya bisa dimulai dengan berinvestasi sedari muda.

Ajak mereka saat menemui perencana keuangan

Saat Anda akan menemui seorang perencana keuangan yang dipercaya untuk mengatur portofolio investasi, Anda bisa mulai melibatkan generasi muda di keluarga dengan mengajak mereka diskusi bersama. Mereka dapat belajar dan mengenal beragam instrumen investasi. Terkadang orang tua lupa untuk mengenalkan investasi kepada anak-anaknya. Melalui cara ini, mereka jadi mudah mengerti karena langsung dijelaskan oleh ahlinya. Kemungkinan besar mereka juga akan langsung tertarik.

Berbagi pengalaman seputar investasi

Selain melibatkan generasi muda dalam diskusi bersama perencana keuangan, Anda bisa berbagi pengalaman yang pernah Anda alami sendiri. Apa keuntungan yang Anda rasakan dari berinvestasi dan beri masukan seputar pilihan instrumen investasi yang tepat bagi mereka. Termasuk juga seputar risiko investasi yang pernah Anda alami, bagaimana cara terbaik untuk mengatasinya, dan manfaat investasi yang sudah Anda rasakan, bisa menjadi cara untuk membuat mereka tertarik.

Pahami tujuan keuangan generasi muda

Generasi muda yang lekat dengan era digital serta memiliki sumber daya (gaji) yang memadai, sering lupa diri dan memiliki tujuan keuangan yang berbeda. Beri mereka kebebasan untuk membuat tujuan keuangannya sendiri. Jangan paksakan keinginan Anda. Biarkan mereka belajar dari apa yang mereka sukai. Misalkan, mereka yang suka otomotif bisa diarahkan untuk berinvestasi dengan tujuan membeli kendaraan pribadi atau tujuan memiliki bisnis otomotif sendiri. Ini akan membuat mereka lebih bersemangat dalam memulai investasi.

ACD lender
Tunjukkan manfaat bunga berbunga

Beri alasan kenapa mereka, para generasi muda, harus berinvestasi. Salah satunya karena ada manfaat bunga berbunga (compound interest) yang bisa dinikmati. Sehingga membuat uang yang diinvestasikan bisa tumbuh lebih cepat dan mampu menyaingi inflasi yang terjadi setiap tahun. Ketimbang hanya menyimpannya dalam bentuk tabungan di bank. Apalagi tabungan bank sifatnya lebih likuid, sehingga menjadi godaan tersendiri yang bisa menggagalkan mereka mencapai tujuan keuangannya.

Lebih baik dimulai sekarang, meski kecil

Terkadang generasi muda sering merasa investasi itu adalah sesuatu yang menakutkan. Itu mengapa, Anda sebagai orang tua bisa mengajak mereka untuk mulai berinvestasi dengan nominal yang kecil dulu. Misal, mulai dari Rp 500 ribu per bulan secara rutin. Saat mereka sudah merasakan hasil atau sudah mulai percaya diri, secara bertahap dorong mereka untuk meningkatkan kontribusinya. Yang penting adalah mulai hari ini, tak peduli berapa jumlah yang ingin mereka investasikan. Karena semakin lama masa investasi, semakin besar profit yang akan diperoleh.

Bantu mereka membangun strategi jangka panjang

Tunjukkan pada generasi muda bagaimana cara menyusun strategi investasi jangka panjang. Misal, dengan mengajak mereka untuk tidak lupa berinvestasi pada dana pensiun yang bisa dimanfaatkan ketika mereka sudah tidak lagi produktif bekerja. Selain itu, investasi tempat tinggal yang pasti dibutuhkan saat mereka sudah berkeluarga, dan lain sebagainya. Berupayalah untuk selalu berkomunikasi seputar rencana keuangan jangka panjang mereka agar mereka bisa mendapatkan arahan dari orang terdekatnya lebih dulu.

Karena lagi ngobrolin investasi, tahukah Anda bahwa kehadiran inovasi teknologi finansial atau (fintech) ternyata memberikan kesempatan bagi masyarakat luas terutama generasi milenial untuk lebih mengenal instrumen investasi dan mencobanya karena prosesnya yang kebanyakan 100% online dan dapat dimulai dari nominal yang sangat rendah. Sehingga siapa saja bisa punya akses terhadap layanan keuangan tersebut dan berpartisipasi termasuk para anak mudanya. Seperti Investree yang memberikan kemudahan pada generasi muda untuk ikut serta mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia melalui  layanan mendanai berbagai tawaran pinjaman yang tersedia di marketplace, Reksa Dana for Lender, dan dan Surat Berharga Negara.

Di Bulan Inklusi Keuangan ini, kami mengajak Anda untuk lebih mengenal tentang berinvestasi melalui fintech lending platform seperti Investree. Cari tahu apa saja pilihannya dan pelajari lebih lanjut di sini. Tak hanya penting diketahui oleh Anda, tapi juga anak-anak Anda sebagai generasi penerus. Ajak mereka untuk mulai berinvestasi sedini mungkin supaya masa depan mereka jadi lebih baik. Anda sebagai orang tua pasti tenang ketika di hari tua mereka bisa hidup bahagia. Bukan begitu?

ACD borrower

Referensi:
http://pubdocs.worldbank.org/en/877721478111918039/breakout-DigiFinance-McConaghy-Fintech.pdf
https://rakbank.ae/blog/posts/fintech-benefits-smes
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190505183742-37-70594/melihat-munculnya-startup-berbasis-kesehatan-di-indonesia

Share this Post

Artikel Terbaru