How-To

Jangan Stres, Berikut Cara Bertahan Hidup Saat Mendadak di-PHK

Ini bukan rahasia lagi. Kondisi sekarang ini membuat perekonomian dan bisnis di Indonesia menjadi terganggu. Penyebaran virus Corona memaksa berbagai perusahaan dan UMKM untuk menutup sementara bisnis mereka, entah itu karena himbauan pemerintah, atau keinginan owner sendiri sebagai upaya untuk meminimalisir penyebaran, atau karena menurunnya omset bisnis mereka. Yang jelas, banyak perusahaan di berbagai industri terdampak kondisi keuangannya sehingga terpaksa harus memangkas biaya operasional dengan cara mengurangi staf/pegawai.

Jika Anda adalah pegawai yang terkena PHK atau dikurangi jam kerja dan gajinya karena pandemi virus Corona, Anda jelas tidak sendirian. Setidaknya, sudah ada 1,6 juta pekerja di Indonesia yang di-PHK dan dirumahkan. Pemerintah juga menyediakan kartu Pra Kerja untuk membantu para pegawai yang terkena PHK dan yang dirumahkan.  

Meski begitu, pasti kekhawatiran soal cara memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah mendadak kehilangan penghasilan menjadi tekanan finansial bagi Anda. Namun, masih banyak yang bisa Anda lakukan untuk dapat bertahan hidup di saat kehilangan pekerjaan, seperti yang akan Investree jabarkan berikut ini. Yuk, simak! 

Atur pengeluaran saat ini

Bila saat ini Anda sedang tidak memiliki pekerjaan, coba untuk berusaha mendapat bantuan, salah satunya kartu Pra Kerja yang telah disediakan oleh pemerintah. Manfaat yang bisa Anda terima sebagai peserta yang lolos akan mendapat paket manfaat sebesar Rp3.550.000. Selain itu, bila Anda memiliki cicilan rumah, kendaraan, atau kartu kredit, Anda bisa mencoba untuk menghubungi perusahaan penyedia layanan untuk meminta keringanan. Sebab, sudah banyak institusi perbankan, pegadaian, hingga leasing, yang memberikan keringanan berupa restrukturisasi kredit pada nasabahnya yang terkena dampak langsung atas penyebaran virus Corona. Restrukturisasi kredit yang dianjurkan pemerintah bisa berupa perpanjangan jangka waktu, penundaan pembayaran angsuran, hingga pembebasan denda angsuran. Selain itu, bila Anda punya anak yang saat ini harus belajar di rumah, Anda tidak perlu khawatir dengan biaya kuota internet karena penyedia jaringan seluler seperti Telkomsel, Indosat, dan XL memberi kuota internet gratis hingga 30GB selama 30 hari untuk mereka mengakses berbagai aplikasi e-learning seperti Ruangguru, Quipper, Zenius, Cakap, Bahaso, Sekolahmu, Rumah Belajar, dan ratusan portal e-learning lainnya. 

Meski begitu, Anda tetap harus mempertimbangkan untuk memangkas pengeluaran selama masa ketidakpastian keuangan ini. Hapus semua tagihan yang tidak penting, hemat uang untuk pembelian barang/produk yang sifatnya tidak urgent, dan fokuskan pada pembelian bahan makanan sebagai kebutuhan pokok yang harus dipenuhi lebih dulu.

Pikirkan rencana darurat

Bila Anda sudah terbiasa mempersiapkan dana darurat, Anda pasti lebih siap menghadapi situasi seperti sekarang ini. Atau, pertimbangkan untuk menjual aset yang dimiliki jika Anda tidak dapat menemukan pekerjaan yang cocok dalam waktu dekat. Anda juga bisa pindah ke tempat tinggal yang lebih murah, manfaatkan polis asuransi jiwa jika memungkinkan, kurangi pengeluaran dengan memperbanyak proyek mandiri, seperti memasak sendiri untuk tiga kali makan, bikin kue/minuman sendiri untuk kudapan, cuci baju sendiri, bebersih rumah sendiri, dll. Tingkat kenyamanan memang terpaksa harus dikurangi agar Anda mampu bertahan hidup. Pikirkan apa saja yang sekiranya bisa Anda lakukan sebagai rencana darurat dan jangan terpaku pada penyesalan.

Berperilaku hemat secara kreatif

Kadang kondisi mendesak membuat banyak ide kreatif muncul dan yang perlu Anda lakukan hanya mengeksekusinya segera. Perhatikan pengeluaran Anda, dan tentukan kira-kira apa kebiasaan yang bisa Anda ubah sampai keuangan dapat kembali normal. Mungkin mengurangi jadwal makan dari yang sebelumnya tiga kali sehari menjadi hanya dua kali sehari dapat membantu untuk bertahan hidup. Atau, yang biasanya tidur menggunakan AC, sekarang coba untuk mematikannya saja agar lebih hemat listrik. Apalagi di tengah pandemi virus Corona banyak himbauan untuk tetap di rumah saja, Anda punya lebih banyak waktu untuk berkreasi, seperti misalnya membuat masker kain yang saat ini banyak dicari oleh masyarakat, membuat makanan dan minuman yang dapat meningkatkan imun tubuh, atau membuat cairan hand sanitizer sendiri di rumah lalu menjualnya untuk menambah pemasukan.

Temukan kembali semangat hidup

Luangkan waktu sejenak untuk mengumpulkan kembali semangat dan akal sehat Anda. Kecemasan dan kepanikan awal adalah sesuatu yang wajar. Beri diri Anda beberapa hari untuk memprosesnya dan mengumpulkan kembali semangat hidup. Tidak perlu terburu-buru untuk memecahkan masalah karena dapat membuat stres muncul lebih cepat setelah peristiwa yang terjadi di hidup Anda. Cobalah untuk mengelola tekanan, misal dengan rutin berolahraga atau melakukan hal apapun yang Anda sukai untuk mengembalikan gairah hidup Anda. Temukan hobi baru yang bermanfaat yang bisa membuat diri Anda jadi lebih baik, bahagia, dan tetap produktif sehingga Anda semakin mudah mengidentifikasi peluang sebagai jalan keluar dari masalah yang sedang Anda hadapi.

Cari pekerjaan sementara (part-time)

Meski banyak perusahaan yang melakukan PHK atau merumahkan pegawainya, ada juga perusahaan yang secara substansial membutuhkan karyawan tambahan. Seperti, karyawan untuk kebutuhan pengantaran/kurir, pekerja gudang, pegawai toko bahan makanan, dan masih banyak lagi sektor industri yang membutuhkan tambahan pegawai. Anda mungkin bisa menjadikannya pilihan untuk mendapat penghasilan agar dapat menyambung hidup. Seperti di Amerika Serikat, Amazon mengumumkan rencana untuk mempekerjakan 100.000 pekerja di AS untuk memenuhi lonjakan permintaan pengiriman saat pandemi virus Corona. Industri retail terkenal di sana (Walmart) juga akan merekrut 150.000 pegawai baru untuk bekerja di supermarket mereka, pusat distribusi, dan kurir untuk pengantaran pembelian online.

Peluang lain di beberapa sektor industri seperti IT, telekomunikasi, sanitasi, dan industri medis juga sedang membutuhkan tambahan pegawai. Oleh karena itu, buatlah daftar perusahaan atau organisasi yang sedang membutuhkan tambahan pegawai di daerah Anda. Coba kunjungi situs web mereka untuk memeriksa lowongan. Mungkin saja Anda bisa mendapat pekerjaan untuk sementara waktu menyambung hidup, sambil Anda tetap mencari peluang pekerjaan yang ideal.

Tingkatkan keterampilan 

Jika Anda termasuk pegawai yang dirumahkan atau di-PHK, ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk menggunakan waktu Anda belajar sebuah keterampilan baru atau memperdalam kemampuan yang telah dimiliki. Cari apa yang Anda butuhkan melalui pembelajaran online yang biayanya tidak memberatkan keuangan Anda, atau bahkan Anda bisa mencari kursus gratis online dari institusi Ivy League. Anda juga bisa memanfaatkan YouTube untuk mencari beragam pengetahuan baru yang langsung ada praktiknya. Meski Anda punya rencana jangka pendek dan jangka panjang, namun dengan keterampilan baru dapat membantu Anda mewujudkan rencana-rencana tersebut. Keterampilan baru juga dapat membuat Anda menjadi kandidat yang lebih kuat ketika akan mencari pekerjaan selanjutnya. Bila Anda ingin beralih ke bidang industri yang saat ini permintaannya sedang tinggi, Anda bisa mendapat keterampilan baru melalui pembelajaran online yang memungkinkan Anda untuk menemukan posisi baru dengan lebih cepat.  

Jangan berdiam diri, take action

Mungkin kejadian ini membuat Anda terpuruk dan jadi merasa minder. Namun sebaiknya Anda tidak berpikir bahwa Anda sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi, karena sebenarnya masih banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk kembali bangkit. Buktikan pada diri Anda sendiri bahwa Anda bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik untuk bertahan hidup. Batasi waktu Anda berduka dan mulailah berpikir soal langkah selanjutnya, apa yang akan Anda lakukan untuk tetap bisa mendapat penghasilan, dan segera wujudkan! Tetaplah terkoneksi dengan kolega dan teman-teman yang mungkin bisa memberi Anda informasi lowongan pekerjaan serta membantu Anda untuk segera kembali ke jalur yang sebenarnya.

Meski begitu, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) juga telah memerintahkan agar perusahaan melakukan berbagai langkah alternatif lebih dulu sebelum melakukan PHK pada pegawainya, seperti mengurangi upah dan fasilitas pekerja tingkat atas (misalkan Manajer dan Direktur), mengurangi shift kerja, membatasi/menghapuskan kerja lembur, mengurangi jam kerja atau hari kerja, dan meliburkan atau merumahkan pekerja/buruh secara bergilir untuk sementara waktu. Selain itu, tidak memperpanjang kontrak bagi pekerja yang sudah habis masa kontraknya, serta memberikan pensiun bagi yang telah memenuhi syarat. Menaker Ida Fauziyah juga mengungkapkan bahwa situasi dan kondisi saat ini memang berat, namun kini saatnya pemerintah, pengusaha, dan pekerja saling bekerja sama mencari solusi untuk mengatasi dampak dari penyebaran virus Corona.

Referensi:

Lee Miller. Managing Your Finances After a Layoff. Monster.com: https://bit.ly/3cbx7dM

Elizabeth Alterman. Laid Off Due to Coronavirus? Here’s What You Can Do Now. Themuse.com: https://bit.ly/2VI2PsD

Share this Post