How-To

12 Tips Finansial untuk Pasangan Pengantin Baru

Selamat atas pernikahan Anda dan pasangan! Sembari memulai untuk membangun hidup bersama, tidak ada salahnya—bahkan wajib—untuk berdiskusi tentang uang. Satu hal yang perlu diketahui dan diingat, peraturan nomor satu adalah jujur, terbuka dengan pasangan Anda. “Terbuka satu sama lain adalah pondasi untuk setiap hubungan pasangan suami istri,” ujar Therese Nicklas, perencana keuangan U.S. Wealth Management di Boston.

Lebih spesifik lagi, jangan sembunyikan aset apapun baik pendapatan maupun utang. Dengan begitu, Anda bisa sekaligus menunjukkan rasa setia kepada pasangan. Yang kedua, utamakan kerjasama. “Jangan sampai ada mindset ‘Ini milikku’ atau ‘Ini milikmu,’” imbuhnya (meskipun terdapat beberapa alasan untuk memisahkan rekening; simak penjelasannya di bawah). Jangan lupa untuk jadwalkan diskusi secara rutin untuk saling menunjukkan laporan kredit, pengeluaran bulanan, hingga data-data asuransi. Yang terakhir: tidak boleh saling menyalahkan. Jadilah pendengar yang baik bagi pasangan Anda.

1: Bicarakan tujuan dan kebiasaan finansial Anda
“Apa yang perlu Anda dan pasangan bicarakan adalah tujuan, cita-cita, dan visi untuk masa depan kalian,” kata Nicklas. Diskusikan kebiasaan Anda terkait dengan uang, dan jika terdapat perbedaan, jangan panik. Ini adalah proses pembelajaran bagi Anda dan pasangan untuk bisa merancang pengaturan keuangan yang menguntungkan.

2: Lihat angka-angka yang Anda miliki
Hitung seluruh aset yang Anda miliki—tabungan, cek, akun pensiun, real estate, tagihan, dan utang—pinjaman pendidikan, utang kartu kredit, warisan, dan lain sebagainya berdasarkan dokumen-dokumen yang Anda miliki. Lalu, tentukan kekayaan bersih Anda. Inilah saatnya untuk saling memberitahu apa yang belum diketahui sebelumnya.

3: Mulai tentukan tujuan finansial Anda dan pasangan
Nicklas menyarankan untuk menyusun paling tidak tiga tujuan finansial: dana darurat (jangka pendek), dana untuk 1-5 tahun ke depan, dan dana jangka panjang. Pada fase ini, Anda mungkin membutuhkan jasa penasihat keuangan untuk membagi uang Anda ke dalam kategori utang, tabungan, maupun pensiun.

4: Buatlah bujet
Masukkan segala pengeluaran esensial Anda—rumah tangga, transportasi, belanja bulanan—dan pengeluaran lain-lain—gym, belanja baju, hingga hiburan. Selain menentukan bujet untuk setiap pengeluaran, jika Anda mempunyai utang, sisakan sekian persen dari pendapatan Anda untuk membayar utang setiap bulannya.

5: Tentukan bagaimana men-set-up rekening Anda dan pasangan
Anda bisa memiliki 1) rekening bersama, 2) kombinasi dari rekening bersama dan terpisah, atau 3) memisahkan rekening secara keseluruhan. Saran kami, pilih opsi sesuai dengan riwayat keuangan masing-masing pihak. Jika Anda dan pasangan mempunyai kepribadian atau kebiasaan yang berbeda, opsi kedua dapat dipilih untuk membantu Anda berdua menghindari perselisihan.

6: Tunjuk seorang bill-payer sekaligus jadwalkan meeting mingguan
Harus ada satu orang yang bertanggung jawab untuk membayar seluruh tagihan dengan pengawasan dan nasihat dari pasangannya. Jadi, pastikan Anda dan pasangan rutin bertemu untuk membicarakan segala hal tentang keuangan berdua.

7: Tentukan biaya permulaan terhadap setiap pengeluaran besar
Cara termudah untuk menghindari pertengkaran adalah dengan berdiskusi biaya permulaan untuk setiap pembelian bernominal besar. “Jika saya menghabiskan uang 100 ribu, mungkin pasangan saya tidak akan ambil pusing. Namun, bagaimana jika 50 juta? Berdiskusi dan buatlah persetujuan; jika terdapat pembelian dengan jumlah tertentu, setiap pasangan berhak untuk tahu dan menanyakan rinciannya.”

8: Bagaimana merespons teman atau keluarga yang sedang BU? Obrolkan!
Buat sebuah ‘peraturan’ untuk situasi semacam ini. “Tergantung pada keuntungan pendapatan Anda; jika berlebih, berarti Anda bisa menolong mereka dengan jumlah lebih besar dan frekuensi lebih sering. Apakah yang akan Anda bantu adalah yang sedang mengalami kesusahan tiba-tiba atau selalu bermasalah dengan keuangan? Tentukan prioritas terkait dengan hal itu,” ujar Nicklas.

9: Hubungi akuntan
Berdiskusilah dengan seorang profesional untuk membicarakan segala hal terkait dengan keuangan Anda dan pasangan, terutama soal pembagian aset, pembayaran pajak, dan pilihan investasi.

10: Berikan hak kuasa kepada pasangan dan tunjuk dia sebagai proksi perawatan kesehatan Anda
Dengan kekuatan hak kuasa, pasangan Anda dapat mengambil keputusan legal tentang properti dan keuangan, khususnya yang berkaitan dengan (maaf, jika ada) penyakit atau disabilitas Anda. Pastikan Anda memahami sejauh mana kekuatan yang diberikan kepada pasangan Anda. Berlaku juga saat Anda menunjuk pasangan sebagai proksi perawatan kesehatan Anda; tentukan tipe intervensi sesuai dengan yang Anda inginkan.

11: Buat atau perbarui warisan yang mencantumkan pasangan Anda
Tanpa warisan, negaralah yang akan membuat keputusan bagi Anda dan pasangan. Jadi, jangan sampai belum terbuat atau terbarui. Sst… Hal ini sangat penting jika salah satu atau Anda berdua telah memiliki anak sebelumnya.

12: Perbarui atau reeveluasi seluruh peraturan asuransi Anda
Jika Anda berdua menerima asuransi kesehatan dari tempat Anda bekerja, pastikan seluruh fasilitas yang diberikan makes sense untuk Anda, dan jika ada pilihan lain, pertimbangkan sesuai dengan situasi dan kondisi keuangan yang sedang atau akan Anda hadapi. Mulai pikirkan juga apakah Anda membutuhkan asuransi hidup—terlebih bagi seorang kepala keluarga—serta asuransi kendaraan.

Share this Post