Bisnis

Ramadhan: Perbanyak Amal, Kurangi Risiko Usaha dengan Tips Berikut!

Tidak terasa kita sudah memasuki bulan Ramadan lagi. Meski Ramadan tahun ini kita masih berada di tengah pandemi, tapi jangan sampai itu mempengaruhi ibadah puasa Anda. Tetap jaga kesehatan dan juga jaga bisnis Anda dari berbagai risiko yang mungkin timbul agar tidak mengalami kerugian. Menurut seorang ahli, Abbas Salim, risiko usaha bisa terjadi karena tiga hal, yaitu karena ketidakpastian yang muncul secara ekonomi, ketidakpastian yang disebabkan oleh alam, dan ketidakpastian oleh perilaku manusia. Namun, risiko usaha bisa, kok, diminimalisir untuk mengurangi tingkat kerugian yang timbul. Apalagi semakin bertumbuhnya bisnis Anda, risiko yang harus dihadapi juga semakin besar. Bagaimana caranya? Nah, berikut ini Investree punya beberapa tips untuk Anda meminimalisir risiko bisnis. Simak ulasannya di bawah ini!

Bangun bisnis sesuai minat atau keahlian

Guna memperkecil risiko saat Anda menjalankan sebuah bisnis, berangkatlah dari minat (hobi) dan keahlian Anda. Kenapa? Ya, berbisnis dari hal yang Anda suka dan kuasai akan membuat Anda lebih mudah mengelolanya. Anda sudah mengerti kemana harus melangkah dan tidak perlu mengeluarkan dana di awal yang lebih besar untuk membayar seorang ahli. Yang terpenting dari membangun bisnis adalah lakukan dari apa yang Anda bisa. Jangan sampai semuanya dikerjakan oleh orang lain. Selain itu, Anda juga akan punya bekal pengetahuan dan keahlian dalam mengatasi berbagai masalah yang mungkin muncul. Dengan begitu, Anda lebih siap menghadapinya dan dapat mengurangi risiko kegagalan.

Sesuaikan juga dengan modal yang tersedia

Anda yang paling tahu kondisi dan kemampuan keuangan Anda sendiri. Ketika Anda berniat memulai sebuah bisnis dengan menggunakan uang tabungan, Anda bisa menyesuaikan ketersediaan modal dengan bisnis yang akan dijalankan. Ada banyak, kok, peluang bisnis yang bisa dimulai dengan modal kecil. Jangan terlalu memaksakan diri Anda untuk langsung memulai bisnis yang besar bila modalnya terbatas.

Kecuali Anda sudah memiliki rencana yang matang untuk mendapatkan modal tambahan. Entah itu meminjam dari teman, keluarga, atau dengan menggadaikan aset yang dimiliki. Yang terpenting ketika awal memulai, Anda harus fokus kepada produk/jasa yang ditawarkan. Bagaimana caranya agar bisa menawarkan produk/jasa dengan kualitas baik, namun dengan harga yang murah untuk menarik minat konsumen.

Batasi pinjaman bisnis Anda

Pinjaman bisnis memang menjadi solusi jitu untuk menjaga kelancaran operasional atau untuk mengembangkan sebuah bisnis. Sehingga banyak pemilik bisnis yang memanfaatkannya. Hanya saja pinjaman bisnis juga membawa risiko bagi bisnis Anda. Untuk bisa memperkecil risiko tersebut, sebaiknya hindari pinjaman bisnis yang terlalu besar. Atau, pastikan pinjaman itu harus bisa Anda kelola dengan baik. Dalam artian, Anda sudah punya rencana pengembalian yang matang. Juga carilah pinjaman bisnis yang memiliki bunga rendah dengan melakukan perbandingan. Pastikan Anda mampu membayar cicilan pinjaman setiap bulan. Terlebih, ajukan pinjaman bisnis di saat Anda benar-benar membutuhkannya. Jika belum, Anda bisa fokus dulu pada pemasaran bisnis untuk meningkatkan penjualan Anda.

Lakukan diversifikasi produk/layanan

Bisnis layaknya sebuah investasi yang penuh dengan risiko. Itu mengapa, sebaiknya “jangan meletakkan semua telur di satu keranjang yang sama”. Bukan berarti Anda harus memiliki bisnis yang berbeda-beda. Tapi fokuslah pada satu bidang bisnis, namun Anda harus menawarkan jenis produk atau layanan yang beragam. Ini akan membantu Anda menawarkan lebih banyak pilihan kepada konsumen. Mereka akan lebih senang bila punya banyak pilihan saat berbelanja. Atau, senang bila bisnis Anda bisa menyediakan berbagai layanan yang mereka butuhkan.

Diversifikasi ini juga akan membantu Anda memiliki aliran pemasukan yang beragam untuk mengurangi risiko finansial. Selain itu, pilihan produk/jasa yang bermacam-macam dapat menjadi keunggulan dari para pesaing Anda. Jadi, jika bisnis Anda masih bergantung pada satu produk atau layanan, ini saatnya untuk menawarkan lebih banyak pilihan. Serta, pastikan setiap produk/layanan baru yang Anda rilis memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

Lebih baik punya pemasukan cadangan

Bukan mengajarkan untuk pesimis di awal, namun tidak ada salahnya untuk melakukan antisipasi. Apalagi bila Anda adalah pencari nafkah tunggal dalam keluarga. Apakah Anda yakin akan sanggup membiayai seluruh kebutuhan hidup hanya dengan mengandalkan pemasukan dari bisnis baru Anda? Itu mengapa, sebaiknya Anda juga punya pemasukan dari sumber lain.

Misalnya, Anda saat ini sedang memulai sebuah bisnis online, namun sembari tetap memiliki pekerjaan utama. Jika tidak sanggup membagi waktunya, cukup dengan memiliki pekerjaan sampingan yang mampu memberi pemasukan pasti setiap bulan. Anda bisa menjadi seorang freelancer di waktu luang. Dengan begitu, ketika suatu saat bisnis Anda terkendala, Anda masih memiliki sumber pendapatan lain yang dapat menjamin hidup. Bahkan Anda bisa memanfaatkan sumber pendapatan tersebut untuk mencoba bisnis kembali.

Pekerjakan karyawan sesuai bidangnya

Karyawan adalah tulang punggung bisnis. Tanpa mereka, bisnis Anda tidak akan kemana-mana. Namun, sering kali para pemilik bisnis merekrut karyawan yang tidak sesuai dengan keahliannya atau salah menempatkan posisi karyawan yang tidak sesuai dengan kualifikasinya. Meski jurusan di perkuliahan tidak berhubungan erat dengan bidang pekerjaan, namun kecocokan kualifikasi seorang pegawai harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda. Sehingga tidak ada pengeluaran bisnis yang sia-sia. Selain itu, dikhawatirkan akan membuat karyawan membenci pekerjaannya. Ujung-ujungnya akan mempengaruhi kinerja mereka. Itu mengapa, Anda harus memastikan kesesuaian kualifikasi karyawan dan kemampuan mereka dengan pekerjaannya. Kalau tidak, Anda juga bisa memberi mereka peran lain yang sesuai.

Asuransikan bisnis Anda

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko bisnis adalah dengan memiliki asuransi bisnis. Dengan adanya asuransi, Anda bisa melindungi bisnis saat terjadi kecelakaan atau bencana alam. Asuransi juga dapat memberi Anda ketenangan pikiran karena Anda sudah memiliki antisipasi kalau-kalau bisnis Anda macet atau bermasalah. Anda bisa memilih dari banyak paket yang ditawarkan perusahaan asuransi. Pastikan juga Anda melakukan riset untuk mendapatkan penawaran terbaik (yang tidak menipu) sesuai kebutuhan. Rencana asuransi yang baik adalah sesuatu yang dapat melindungi aset properti tempat usaha dan karyawan Anda.

Jadi, buat Anda yang baru memulai bisnis atau sudah lebih dulu memulainya, lebih baik memiliki preferensi untuk tanggap dengan risiko bisnis dan selalu cari cara untuk mengantisipasinya. Tidak ada bisnis yang berjalan mulus tanpa disertai risiko. Yang penting, jangan merasa mudah puas atas pencapaian bisnis Anda. Sebab bisnis yang bertambah besar, juga akan memiliki risiko yang semakin besar. Itu mengapa, Anda jangan sampai lengah, ya!

Referensi:

Hassan Mansoor. 29 April 2020. How to Reduce Business Risk: Eight Simple Ways to Do It. Customerthink.com: https://bit.ly/3a0OKOU

Tri Andry. 22 Maret 2018. 7 Tips Memperkecil Risiko Usaha yang Baru Dimulai. Entrepreneurcamp.id: https://bit.ly/3g2i8YT

Share this Post

Artikel Terbaru