Bisnis

Kenali Cara Kerja Fintech Lending Agar Tidak Salah Paham

Anda harus tahu bagaimana cara kerja fintech lending yang legal dan terpercaya agar mendapatkan manfaatnya secara menyeluruh. Terutama ketika Anda benar-benar butuh dana untuk kebutuhan yang mendesak. Melakukan pengajuan pinjaman secara online melalui fintech lending dapat menjadi jawaban bagi permasalahan bisnis Anda karena prosesnya yang cepat dan mudah.

Meski begitu, Anda harus cermat dalam memilih fintech lending. Banyak hal yang harus Anda pertimbangkan ketika akan mengajukan pinjaman online, diantaranya seperti legalitas perusahaan, bagaimana cara kerjanya, serta proses pencairannya. Nah, supaya tepat dalam memilih tempat pinjaman online terpercaya, mari kenali terlebih dahulu bagaimana cara kerja fintech lending berikut ini.

1. Persyaratan Pengajuan Pinjaman Mudah

Saat akan mengajukan pinjaman, sudah pasti penyedia fintech lending akan mengajukan berbagai syarat untuk mempertimbangkan apakah Anda layak mendapatkan dana pinjaman atau tidak. Hal ini adalah hal yang mutlak untuk fintech lending resmi dan legal yang telah terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelum mengajukan pinjaman, ada baiknya pahami terlebih dahulu apa saja persyaratannya. Persyaratan ini juga akan berbeda antara fintech lending yang berfokus pada pembiyaan produktif dan pembiayaan konsumtif. Persyaratan pada fintech lending yang menyajikan pembiayaan konsumtif biasanya adalah batas usia 21 sampai 55 tahun, melampirkan KTP, mempunyai pekerjaan tetap, mempunyai NPWP, penghasilan perbulan minimum Rp2.000.000, dan memiliki rekening bank. Sedangkan, untuk fintech lending pada pembiayaan produktif membutuhkan persyaratan tambahan, seperti dokumen legalitas perusahaan hingga laporan keuangan bisnis yang sedang dijalankan.

Walaupun persyaratan pengajuannya yang mudah, Anda tetap harus curiga apabila proses yang dibutuhkan cenderung sangat mudah, misalkan hanya membutuhkan KTP saja. Intinya adalah sebelum menggunakan jasa fintech lending, pastikan perusahaan tersebut telah berizin, atau setidaknya terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Tidak Ada Unsur Pemaksaan

Fintech lending legal yang telah terdaftar dan berizin OJK tidak akan memaksa Anda untuk meminjam uang di tempat mereka. Fintech lending terpercaya biasanya hanya memberi penawaran kepada Anda melalui saluran komunikasi resmi mereka, tanpa adanya unsur paksaan sama sekali.

Meskipun saat Anda membutuhkan dana dalam waktu cepat, sebaiknya pilih tempat yang aman dan telah terbukti legalitas serta kredibilitasnya. Dan yang paling penting membebaskan Anda untuk menerima atau tidak penawaran mereka.

3. Bunganya Rendah

Mengajukan pinjaman secara online, baik produktif maupun konsumtif, di tempat yang benar dapat memberikan manfaat sendiri untuk Anda sebagai peminjam. Salah satunya adalah suku bunga pinjaman yang kompetitif. Untuk pinjaman konsumtif sendiri, bunga pinjaman yang dikenakan tidak lebih dari 1% setiap harinya. Sedangkan, untuk pinjaman produktif berkisar antara 20%-25% per tahunnya.

Di fintech lending legal, peminjam akan dipermudah dengan penawaran bunga pinjaman yang rendah dan kompetitif. Suku bunga yang dikenakan pada nasabah ditentukan melalui banyak pertimbangan, diantaranya seperti jumlah dana yang dipinjam, risiko, dan tenor pembayarannya. Sedangkan, untuk pinjaman produktif, jenis usaha yang dijalankan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan suku bunga yang dikenakan kepada peminjam.

4. Proses Pencairan Sesuai Aturan

Proses pengajuan pinjaman di tempat resmi dan terpercaya tentu membutuhkan waktu. Meski begitu, waktu yang dibutuhkan hingga dana cair biasanya tidak lama, dan juga tidak terlalu cepat. Sebab pihak peminjam sudah pasti harus melakukan proses verifikasi dokumen dan memastikan kesesuaian nasabah dengan persyaratannya. Dana untuk pinjaman konsumtif biasanya akan cair dalam kurun waktu 1 sampai 3 hari. Sedangkan, untuk pinjaman produktif biasanya berkisar antara 1 hingga 2 minggu dari pengajuan pinjaman karena proses verifikasi yang lebih panjang. Inilah cara kerja dari fintech lending yang telah terbukti legalitas dan kredibilitasnya.

5. Tidak Ada Pungutan Biaya Sebelum Pengajuan Pinjaman

Penentu apakah fintech lending tersebut benar-benar legal dan terpercaya, bisa Anda lihat dari pungutan biaya sebelum mengajukan pinjaman. Dalam kondisi sedang membutuhkan dana yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak, tentunya Anda tidak ingin mengeluarkan dana apapun ketika mengajukan pinjaman online.

Ketiadaan pungutan biaya di awal sebelum pengajuan pinjaman hanya bisa Anda temukan di fintech atau tempat pinjaman online yang telah terdaftar dan mengantongi izin dari OJK.

Itulah penjelasan mengenai bagaimana cara kerja fintech lending legal agar Anda tidak salah paham dan tepat dalam memilih. Semoga bermanfaat!

Referensi :

Dedy Suwadha. 15 September 2020. Cara Kerja Pinjaman Online yang Wajib Anda Ketahui. Wartakepri.co.id: https://bit.ly/3iIXa2C

Native. 19 Desember 2020. 5 Cara Kerja Pinjaman Online Legal yang Membedakannya dengan Layanan Ilegal. Pikiran-rakyat.com: https://bit.ly/3vqPPau

Share this Post