Bisnis

Ini Dia Strategi Memulai Bisnis Tanpa Modal Besar atau Pengalaman

Di Indonesia, rasio jumlah pengusaha baru mencapai 2% dari total penduduknya. Padahal rasio idealnya harus mencapai 4% dari total penduduk Indonesia supaya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Meski tiap tahun terjadi penambahan pengusaha yang membuka bisnis, tapi banyak juga yang tidak bisa bertahan sehingga harus menutup bisnisnya. Jumlah pengusaha yang masih sedikit ini bisa jadi dikarenakan masyarakat kita yang merasa takut untuk bersaing atau berkompetisi. Ditambah kesulitan untuk merespon perkembangan zaman yang cepat sekali berubah.

Tapi, kurangnya jumlah pengusaha di Indonesia bisa diatasi dengan semakin banyaknya orang yang berani mencoba membuka peluang bisnis. Sebenarnya untuk memulai sebuah bisnis tidak melulu harus memiliki modal yang besar atau pengalaman yang banyak. Justru kita harus memulainya secara bertahap, namun dengan strategi yang pasti. Berikut ini Investree punya tujuh strategi yang bisa Anda gunakan. Simak di bawah ini, yuk!     

Pilih ide bisnis yang cocok untuk Anda

Banyak dari kita merasa sudah benar-benar tahu apa yang kita kuasai, tapi tidak jarang ada yang salah mengartikannya. Banyak pengusaha mengalami kegagalan dan hanya mencoba bertahan, tanpa menyadari bahwa sebenarnya mereka tidak membangun bisnis berdasarkan keunggulan yang mereka miliki. Itu mengapa penting untuk menyadari apa yang menjadi keunggulan Anda dan cari ide bisnis yang berhubungan dengan keunggulan tersebut. Setiap orang dilahirkan memiliki kelebihan dan kekurangan, luangkan waktu Anda untuk menjadi lebih sadar diri. Temukan kelebihan yang Anda miliki dan berangkatlah dari situ untuk memulai sebuah usaha.

Sebagai contoh, jika Anda suka sekali berbicara dan membangun percakapan dengan orang lain, Anda bisa mulai dengan membuat konten podcast atau menjadi konsultan, dan kembangkan bisnis dari sana. Lalu, bila Anda adalah orang yang sangat terorganisir, Anda bisa membangun bisnis wedding/event organizer. Lain lagi kalau Anda punya bakat memasak, Anda bisa membangun bisnis kuliner.

Manfaatkan tren yang ada

Alasan lain kenapa banyak bisnis baru mengalami kegagalan adalah karena pemiliknya mengabaikan tren. Anda harus jeli menangkap tren terkini untuk dijadikan peluang bisnis. Bukan berarti Anda hanya sekedar ikut-ikutan dan terus berganti bisnis, tapi manfaatkan tren tersebut sebagai batu loncatan. Setelah mendapat perhatian konsumen, Anda bisa menyesuaikannya kembali dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh bisnis Anda.

Lihatlah masalah sebagai peluang untuk membantu orang-orang mendapatkan solusi. Misal, ketika banyak bisnis saat ini beralih ke online, Anda bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun bisnis digital marketing atau web development. Anda juga bisa membangun bisnis yang dapat memudahkan konsumen mewujudkan gaya hidup sehat yang saat ini semakin diminati. Menawarkan sebuah solusi brilian akan semakin memudahkan Anda untuk memperoleh keuntungan.

Rilis bisnis sesegera mungkin

Seringkali kita berpikir bahwa untuk bisa membangun sebuah bisnis semuanya harus sempurna dulu. Ilmu bisnis harus benar-benar dikuasai dulu, produk harus sempurna dulu, atau banyak alasan lain yang menunda waktu Anda untuk segera membangun bisnis tersebut. Tapi ternyata yang terpenting adalah action. Jangan terlalu banyak pertimbangan, langsung lakukan sesuatu untuk mewujudkannya. Kadang, cukup baik saja itu sempurna untuk memulai.

Anda bisa lebih dulu membuat versi prototipe untuk menguji pasar. Karena yang terpenting adalah mendapat jawaban langsung dari target konsumen Anda, apakah produk yang Anda tawarkan bisa diterima atau tidak? Ketimbang Anda sudah membuat rancangan produk yang sempurna, tapi tidak ada yang mau membelinya. Mempercepat langkah untuk membangun sebuah bisnis dan menunda kesempurnaan di awal dapat meminimalisir kemungkinan Anda kehilangan minat dan menggagalkan semua rencana. 

Terus beradaptasi menciptakan inovasi

Pastikan Anda terus melakukan adaptasi terhadap perkembangan yang terjadi di lingkungan sekitar. Kunci agar tetap bisa mendominasi pasar adalah dengan selalu melakukan inovasi dan menyesuaikan permintaan konsumen Anda. Meski bisnis Anda sudah dikenal banyak orang, jangan sampai mengabaikan perubahan yang terjadi di sekitar Anda, dan berusahalah untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Memang bisnis awalnya berangkat dari sebuah ide, tapi sebaiknya jangan terpaku dengan ide tersebut. Anda bisa kembangkan ide yang sudah ada dan beradaptasi dengan situasi sekarang. Tingkatkan ide Anda melalui eksperimen dan uji coba pasar, jika tidak, bisnis Anda bisa gagal. 

Optimalkan harga jual

Bisnis yang telah berjalan bisa terhambat karena struktur harga yang salah. Kadang harga yang ditawarkan bisa terlalu rendah atau terlalu tinggi. Untuk itu, penting melakukan pengoptimalan harga dengan melakukan pengujian pasar dengan menawarkan harga yang berbeda agar Anda dapat memastikan mana harga yang paling sesuai. Temukan satu level harga tertentu yang bisa mendatangkan banyak permintaan pasar. Pengukuran semacam ini wajib dilakukan. Setelah bisnis Anda dikenal, Anda bisa menaikkan level harga dengan menciptakan produk baru atau mengeluarkan varian premium yang dijual dengan harga lebih tinggi.

Jaga pengeluaran tetap sedikit

Karena Anda memulai sebuah bisnis dengan modal kecil, menjaga pengeluaran tetap rendah merupakan kunci mempertahankan bisnis untuk jangka panjang. Anda tidak perlu kantor besar yang terletak di jantung kota, jika bisa menghemat pengeluaran dengan membuka kantor kecil di rumah saja. Lalu, tidak harus langsung merekrut banyak karyawan bila Anda bisa ikut terlibat dan mengerjakan banyak pekerjaan sekaligus. Serta, bila biaya sewa toko untuk display produk terasa memberatkan, Anda bisa lebih dulu menjualnya secara online yang dapat menghemat modal usaha.

Temukan pos pengeluaran yang bisa Anda kurangi agar tidak terjadi pengeluaran yang sia-sia. Kemudian, Anda bisa mengalokasikan sebagian besar modal untuk pengembangan bisnis dan fokus meningkatkan pendapatan yang bisa mendatangkan kesenangan di hari mendatang.

Optimis tapi tetap bersiap untuk yang terburuk

Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ketika memulai sebuah bisnis, langkah terbaik adalah mempersiapkan diri untuk situasi terburuk yang bisa datang secara tiba-tiba. Sebaiknya jangan berhenti dulu dari pekerjaan dan menghilangkan sumber penghasilan utama sampai bisnis Anda benar-benar sudah bisa menggantikan penghasilan tersebut. Tetap siapkan dana cadangan dalam rekening tabungan sehingga Anda jadi lebih siap ketika harus menghadapi situasi buruk kedepannya. Yang juga tidak kalah penting adalah selalu optimis bahwa Anda mampu membesarkan bisnis dengan segala kemampuan yang dimiliki.

Pemerintah nyatanya juga ikut serta mendorong agar jumlah pengusaha di Indonesia kian bertambah. Para calon pengusaha diarahkan untuk melirik sektor industri ekonomi kreatif yang mampu menopang perekonomian nasional. Tidak lupa juga untuk mempermudah akses permodalan agar setiap bisnis yang berhasil diluncurkan dapat tetap berkembang. Jadi, tidak ada alasan untuk Anda mundur sekarang. Ayo, realisasikan!

Referensi:

The Oracles. 15 Agustus 2017. Tai Lopez Shares 7 Steps to Launch a Business With No Money or Experience. Entrepreneur.com: https://www.entrepreneur.com/article/298645

Jonathan Long. 16 Maret 2017. 8 Financial Tips for Entrepreneurs Launching a Startup. Entrepreneur.com: https://www.entrepreneur.com/article/290617

Share this Post

Artikel Terbaru