Bisnis

Bulan Ramadhan Tiba, Ini Dia 6 Strategi Buat Bisnis Tetap Tumbuh

Wah, tak terasa kita sudah memasuki bulan Ramadan lagi. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi Anda yang menjalankannya. Nah, momen ini memang sudah ditunggu-tunggu oleh para pemilik bisnis. Kenapa? Ya, tingginya daya beli konsumen menjadi peluang bagi mereka untuk bisa mendongkrak penjualan. 

Caranya gimana? Salah satu aset terpenting yang harus selalu dijaga adalah kepercayaan konsumen. Seperti kemunculan layanan online, tidak serta-merta menghapus transaksi offline. Sebab, toko atau kantor berbentuk fisik masih punya pengaruh pada ekspektasi bisa dipercaya atau tidaknya sebuah penyedia layanan. Banyak konsumen menumbuhkan rasa kepercayaannya pada suatu brand melalui pencarian tempat usaha offline atau official store. Bisa dibilang, hadirnya toko fisik tersebut, memberi pengaruh pada keputusan pembelian. Selain itu, masih ada strategi lain yang ingin Investree bagi untuk membuat bisnis Anda tetap bisa tumbuh di momen Ramadan ini. Yuk, simak ulasannya berikut! 

Berikan promo atau paket bundling spesial Ramadan

Biar usaha Anda makin laris manis, Anda wajib menyesuaikan produk/jasa yang ditawarkan dengan kebutuhan banyak orang di bulan tersebut. Misal, menjual produk perlengkapan ibadah, baju muslim anak dan dewasa, makanan kemasan siap saji untuk sahur dan berbuka, jasa katering untuk acara bukber, sampai menjual kue Lebaran. Jangan lupa beri promo untuk kategori produk-produk tersebut. Atau, jadikan produk yang tidak ada hubungannya dengan momen Ramadan sebagai bonus agar tetap bisa terjual. Anda juga bisa membuat paket bundling, misal sepasang baju Lebaran, set perlengkapan salat, set menu berbuka, bingkisan Lebaran dengan harga paket yang lebih murah ketimbang harga satuannya. 

Tentukan juga jangka waktu yang sesuai. Akan lebih baik bila Anda menggunakan promo Ramadan yang berbeda-beda setiap minggunya. Agar konsumen Anda terdorong untuk segera memanfaatkan promo yang sedang ditawarkan.

Jadikan peluang untuk merilis produk baru

Anda bisa memanfaatkan momen Ramadan dan Idul Fitri untuk meluncurkan produk terbaru. Kenapa? Menurut penelitian yang dilansir dari laman powercommerce.asia, pada momen Ramadan dan Lebaran tahun 2020, jumlah transaksi khususnya pada situs belanja online mengalami pertumbuhan. Sebut saja platform Tokopedia dan Shopee mengalami peningkatan transaksi sebanyak 3 kali lipat. Dari tahun ke tahun, pola perilaku belanja di bulan Ramadan masih menunjukkan tren yang serupa. Ini bisa menjadi peluang emas bagi usaha Anda untuk meluncurkan produk baru agar lebih mudah diingat konsumen. Daya beli konsumen yang tinggi menjadi waktu yang tepat bagi mereka untuk mencoba langsung produk tersebut sekaligus Anda melakukan pemasaran lewat customer experience. Selain itu, bagus juga bagi sebuah brand karena membuat pilihan produk yang ditawarkan menjadi lebih variatif. 

Jaga stok barang tetap mencukupi

Daya beli masyarakat yang meningkat membuat demand bertambah. Sehingga dari sisi supply juga harus memadai. Ada baiknya Anda menambah jumlah persediaan (inventory) produk sebanyak 2-4 kali lipat dari jumlah normalnya. Ini dilakukan juga untuk mengantisipasi pengiriman yang bakal lebih padat di tengah Ramadan hingga Idul Fitri. Terutama bagi Anda yang lokasi supplier-nya berada di beda kota. Agar tidak kehabisan stok, ada baiknya Anda menambah jumlah stok dari awal. Dengan begitu, Anda tidak kehilangan konsumen potensial, bisnis Anda dapat berjalan dengan normal, serta mampu mencapai target pertumbuhan. Meski jumlah stok yang bertambah dari biasanya membutuhkan tambahan modal, namun itu bisa menjadi investasi yang berguna. Anda dapat menjaga kepercayaan konsumen sekaligus bisa menambah profit dari jumlah stok produk yang bertambah.    

Menyesuaikan jam operasional

Bisnis yang pasti memanfaatkan tenaga manusia harus mempertimbangkan jam kerja di bulan Ramadan. Tidak ada salahnya bila Anda melakukan penyesuaian jam operasional. Ini dilakukan untuk mempertahankan kinerja para pekerja tetap produktif. Ketimbang memaksakan pekerjaan yang membuat mereka bekerja dengan tidak maksimal, hanya akan membuang-buang waktu. Anda harus membagi dan menata tugas para pekerja dengan baik agar mereka bisa bekerja secara efektif dan efisien. Sehingga antara pekerja dan pemilik bisnis sama-sama diuntungkan. Menetapkan jadwal shift pegawai juga bisa Anda lakukan ketika tingkat order sedang tinggi. Dengan begitu, pekerjaan tetap bisa selesai tepat waktu dan pegawai Anda juga tidak kewalahan menghadapi beban tugas yang bertambah. Karena bagaimana pun, kesejahteraan pegawai tetap harus diperhatikan.  

Tekan biaya operasional, manfaatkan pekerja kontrak/freelance

Ketika tingkat order-an bertambah dan Anda membutuhkan pegawai tambahan, jangan ragu untuk mempekerjakan freelance. Para pekerja lepas tersebut bisa dibayar per project tanpa ada kewajiban memberi tunjangan (THR) atau pesangon ketika kontrak berakhir, yang mana dapat menghemat biaya operasional bisnis. 

Ada banyak jasa freelance yang bisa Anda manfaatkan, mulai dari konsultan bisnis, data entry, administrasi, customer service, digital marketer, SEO expert, copywriting, operations supervisor, sampai java programmer. Mereka adalah pekerja yang benar-benar menguasai ilmu di bidangnya (siap kerja). Sehingga Anda tidak harus melakukan training pegawai lebih dulu, yang akan membutuhkan biaya tambahan. Anda bisa bekerja sama dengan perusahaan penyalur tenaga kerja terpercaya, yang menyediakan pekerja kontrak sesuai kebutuhan. Ketika proyek selesai, kontrak pekerja bisa diakhiri. Namun bila Anda masih membutuhkannya, kontrak bisa diperpanjang kembali.     

Untuk strategi pemasaran, pilih media yang tepat

Perilaku konsumtif masyarakat saat bulan Ramadan tidak membuat Anda berhenti melakukan pemasaran. Perusahaan Anda tetap harus memiliki strategi pemasaran produk yang tepat untuk menarik minat konsumen, baik mereka para pelanggan maupun konsumen baru agar tak kalah dari para pesaing. Saat bulan Ramadan, media promosi seperti iklan televisi dianggap memiliki keuntungan yang lebih, ketimbang iklan di media lain. Iklan televisi saat ini sudah lebih kreatif dan mampu mendeskripsikan produk dengan cara yang unik sehingga mudah ditangkap dan teringat oleh penontonnya. Selain iklan televisi, media seperti brosur, pamflet, koran, spanduk, atau baliho, juga dinilai lebih efektif untuk melakukan promosi produk karena akan ada banyak orang yang lalu-lintas di jalanan, misal untuk pergi buka bersama, sekadar membeli takjil, sampai mudik.

Itu tadi enam strategi yang bisa Anda terapkan saat bulan Ramadan agar bisnis tetap tumbuh. Momen penuh berkah ini harus Anda manfaatkan dengan baik agar menjadi batu loncatan untuk makin berkembang. Selain itu, Investree juga punya kabar gembira bagi Anda yang membutuhkan tambahan modal kerja di bulan Ramadan ini. Khususnya bagi Anda yang memenangi proyek tender di portal e-Catalog dan LPSE. Agar cashflow bisnis tetap aman, Anda bisa mengajukan pinjaman modal hingga Rp2 miliar di Garuda Financial. Bunganya juga kompetitif banget, lho! Mulai dari 12% per tahun. Tak cuma itu, Anda juga berkesempatan memperoleh cashback hingga Rp6 juta dengan minimal pinjaman yang disetujui sebesar Rp500 juta. Promo ini berlangsung sampai tanggal 30 April 2022 dan terbatas hanya untuk 20 Borrower pertama. Ayo, ajukan sekarang di sini!

Referensi:

Palupi Annisa Auliani. 7 Maret 2022. Ramadan Sebentar Lagi, Cek Insight Google Buat Usaha dan Jualan. Kompas.com: https://bit.ly/36NWOEi

Admin. Strategi yang Dapat Dilakukan untuk Raih Keuntungan di Bulan Ramadan. Jurnal.id (Blog): https://bit.ly/3u4xGBN 

Fahri. 12 April 2021. Perilaku Belanja Online di Bulan Ramadan 2021. Powercommerce.asia: https://bit.ly/36To04r 

Share this Post