Bisnis

Bisnis Terhambat karena Pandemi, Ikuti 5 Tips Berikut agar UKM Tetap Cuan di 2021

Menurut survei Paper.id dengan SMESCO dan OK OCE yang dikirimkan ke lebih dari 3 ribu responden, 78% UMKM turut terkena dampak pandemi Covid-19 dan mengalami penurunan keuntungan, bahkan tidak sedikit yang harus menutup sementara bisnisnya. Keadaan tidak terduga ini tentu memberikan kontraksi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang turun cukup drastis.

Memasuki tahun 2021, para pelaku usaha UKM dituntut untuk lebih kreatif dalam melakukan pivot agar mereka tetap bertahan menghadapi keadaan. Untuk itu, kami akan memberikan 5 tips penting yang dapat membantu usaha Anda agar tetap berjalan dan mendulang cuan di tahun 2021.

Berjualan di marketplace

Pandemi Covid-19 turut memberikan perubahan bagi tren belanja konsumen di Indonesia. Menurut survei dari Sirclo, kegiatan belanja masyarakat meningkat tajam sebesar 88% di marketplace, dikarenakan ketakutan akan tertular virus Covid-19.

Marketplace bisa menjadi salah satu solusi alternatif bagi para UKM untuk menjual produk mereka. Dengan begitu, mereka dapat menjual produk ke lebih banyak konsumen yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, hal ini juga mendukung operasional usaha tetap berjalan tanpa harus berjualan offline ataupun bertatap muka dengan para pembeli. Dengan begitu, usaha tetap cuan dan Anda aman jualan di rumah.

Berjualan barang-barang yang sedang hit

Tidak ada salahnya juga untuk berjualan barang-barang yang sedang populer di saat pandemi seperti saat ini. Barang-barang seperti personal care, kesehatan, herbal, dan makanan sedang mengalami kenaikan cukup drastis untuk mengikuti kebutuhan dan permintaan konsumen. Sebaiknya Anda terus mengikuti tren pembelian konsumen dan menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhannya.

Langkah ini juga termasuk sebagai pivot usaha agar usaha Anda tetap berjalan. Selain itu, ada juga kemungkinan jika barang-barang itu akan tetap populer di masa mendatang, salah satunya adalah masker. Dilansir dari CNBC, kebiasaan untuk menggunakan masker diprediksi akan tetap bertahan pasca Covid-19 dan menjadi new normal bagi banyak orang di dunia. Karena itu, tidak ada salahnya juga berjualan masker atau barang-barang lainnya agar dapat bertahan selama pandemi ini.

Hitung piutang yang belum terbayar dan sediakan dana darurat

Uang atau modal menjadi bahan bakar utama dari sebuah bisnis, tanpanya, bisnis Anda bisa mengalami kesulitan. Semasa pandemi, coba cek lagi jumlah piutang yang belum terbayar dari pelanggan Anda. Buatlah sebuah daftar dari piutang-piutang yang belum terbayar. Setelah itu, lakukan penagihan secara berjangka agar pelanggan Anda dapat membayar invoice yang telah Anda kirimkan.

Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan pemasukan yang bisa Anda gunakan untuk mempertahankan bisnis, terlebih untuk disisihkan sebagai dana darurat bisnis. Ini sangat direkomendasikan karena kita tidak mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Iya, nggak? Jika Anda mengalami kesulitan dalam menagih pelanggan yang tidak bisa membayar, Paper.id memiliki solusi penagihan bernama PaperTrade yang dapat digunakan untuk menjamin invoice dibayar tepat waktu dan arus kas tetap lancar. Cari tahu lebih lanjut menganai PaperTrade untuk manfaatkan solusi ini untuk lancarkan bisnis Anda.

Cek ulang kesehatan keuangan bisnis Anda

Keuangan yang sehat menjadi sebuah hal penting bagi keberlangsungan sebuah bisnis. Di masa pandemi yang tidak pasti seperti ini, Anda perlu mengecek kondisi keuangan bisnis secara berkala. Pastikan agar kondisi debit dan kredit usaha tetap seimbang agar bisnis tetap bisa berjalan dengan lancar dan tentunya tetap bertumbuh.

Laporan keuangan dan pengawasan pelaksanaan rencana yang baik dapat digunakan sebagai acuan Anda dalam perlu atau tidaknya mengajukan pembiayaan usaha. Anda dapat mengajukan pendanaan melalui Paper Finance Solution, solusi pendanaan dari Paper.id, hasil kolaborasi dengan fintech lending seperti Investree, untuk membantu arus kas usaha Anda tetap lancar. Yuk, cek persyaratan dan info tentang Paper Finance Solution sekarang!

Berkolaborasi dengan usaha/merek lain

Di tahun 2020, kolaborasi menjadi salah satu langkah yang ditempuh oleh banyak pelaku usaha. Bagi UKM, langkah ini tidak hanya dipandang sebagai langkah untuk bertahan, tapi juga untuk mengembangkan usaha. Untuk itu, Anda bisa mengajukan kerjasama dengan unit usaha lainnya yang ada di bidang yang sejalan ataupun yang bisa melengkapi produk Anda. Setelah itu, Anda bisa membuat produk kolaborasi baru. Seru juga, kan, berbagi pengalaman dan wawasan bisnis untuk sama-sama menumbuhkan bisnis dengan lebih cepat.

Saat meluncurkan produk, Anda dan rekanan juga bisa melakukan promosi bersama. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan bisnis dan penjualan Anda bisa bertumbuh dengan lebih pesat. Dengan perpaduan dua kelompok konsumen yang berbeda, tentunya dapat membantu Anda menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan awareness masyarakat akan keberadaan bisnis Anda.

Nah, itu dia 5 tips UKM tetap cuan di 2021 yang bisa kami berikan untuk Anda. Akibat kehadiran pandemi, tahun 2020 mungkin terasa berat bagi Anda untuk mempertahankan kelangsungan bisnis. Namun, kami harap tahun 2021 bisa menjadi tahun yang lebih baik, tahun pemulihan dan pertumbuhan, bagi Anda dan juga bisnis Anda. Tetap semangat, pelaku UKM Indonesia!

Share this Post

Artikel Terbaru