Bisnis

8 Pesan Penting dari Para Ahli Sebelum Memulai Sebuah Bisnis

Ketika Anda memutuskan untuk memulai sebuah bisnis, Anda harus siap dengan pepatah "jatuh cintalah dengan masalah". Anda dituntut untuk menyukai masalah dan peluang agar kedepannya Anda dapat merasa nyaman menjalankan bisnis tersebut. Membangun bisnis pertama kali memang tidak mudah namun bukan berarti Anda tidak bisa berhasil. Coba untuk memiliki pola pikir yang benar, yang tidak membuat Anda merasa terbatasi tapi justru memberi Anda semangat untuk bertindak.

Jumlah pengusaha di Indonesia terus mengalami peningkatan. Data 2017 mencatat bahwa jumlah pengusaha mencapai 3,10% dari jumlah penduduk Indonesia. Oleh karena itu, kali ini Investree ingin membagikan 8 pesan penting dari para ahli yang bisa bermanfaat ketika Anda memulai sebuah bisnis agar dapat menjadi pengusaha yang sukses. Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Bisnis seperti lari maraton

Terkadang dalam bisnis, permodalan menjadi hambatan yang bisa membuat bisnis jadi sulit berkembang. Namun, menurut Marla Beck, Founder & CEO Bluemercury yang bisnisnya juga pernah mengalami dua kali resesi karena selama satu setengah tahun tidak ada cara untuk menambah modal usaha, bisnis itu adalah sebuah proses yang berjalan secara stabil, seperti lari maraton. Bukan lambat seperti berjalan kaki, namun juga tidak seperti lari cepat, yang di awalnya berlari kencang namun cepat pula mencapai garis finis.

Sikap tidak mudah menyerah adalah kunci utama seorang pengusaha sebab banyak hal yang selalu berubah dan kehidupan jarang berjalan seperti apa yang Anda rencanakan. Bila harus bertahan dengan pendapatan/profit dan arus kas tanpa harus agresif menambah permodalan baru, juga tidak masalah, biarkan semuanya berproses. Setiap pemilik bisnis pasti menginginkan bisnisnya dapat bertahan secara jangka panjang, bukan hanya bertahan karena tren tahunan. Sehingga fokus pada proses pembangunan jangka panjang akan jauh lebih baik, daripada harus berpacu membesarkan bisnis di awal-awal.

Lakukan riset terlebih dahulu

Entrepreneur membutuhkan kerja yang lebih keras dan mau belajar lebih banyak tentang diri sendiri. Menurut Matt Mead, Founder & CEO Mead Technology Group sebelum Anda memulai sebuah bisnis pastikan Anda melakukan riset, mencari posisi brand Anda di pasar, dan pastikan ada minat dan permintaan yang mencukupi untuk produk atau layanan yang akan Anda jual/tawarkan. Dia juga menambahkan, ketika hal-hal menjadi intens, Anda kehabisan uang tunai, dan Anda ingin berhenti, ingat bahwa penjualan mungkin tidak menyembuhkan semua masalah, tapi Anda tidak dapat menyembuhkan masalah tanpa adanya penjualan. Jadi, setiap bisnis harus menguntungkan, idealnya profit sebesar 50 persen per produk atau per layanan.

Bisnis yang berkembang dengan keuntungan konsisten, dapat memberi perlindungan pada bisnis dari peristiwa tidak terduga seperti krisis ekonomi. Bukankah profit juga bisa membuat Anda merekrut pegawai yang akan meringankan pekerjaan Anda? Ketika Anda sudah tahu produk/layanan yang tepat untuk bisnis Anda, pastikan Anda juga mengetahui strategi pemasaran yang tepat agar sampai pada target audiens Anda.

Ambil tindakan atau tidak sama sekali

Menurut Joshua Harris, Founder Growth Secrets Agency, jangan hanya pasif menerima informasi tanpa mempraktekannya. Menerima terlalu banyak informasi seputar bisnis juga bisa membuat Anda bingung, yang justru akan menyulitkan Anda untuk memulai sebuah bisnis. Untuk memulai sebuah bisnis, jangan sampai Anda menghabiskan banyak waktu memikirkan strategi dan menyusun rencana, satu-satunya cara agar bisa maju adalah dengan benar-benar melakukannya dan segera ambil tindakan. Setelah memulainya dengan segera, analisis hasilnya, dan lakukan perbaikan bila perlu. Anda mungkin tidak berhasil melakukan perbaikan di percobaan pertama, namun tidak masalah asalkan tetap mau beradaptasi dan cepat menyadari bila ada yang tidak sesuai dengan jalurnya.

Cari cara untuk dapat menghasilkan uang dengan cepat karena semakin banyak uang tunai yang Anda miliki, semakin Anda memiliki risiko yang bisa diperhitungkan. Setiap kali Anda menguji teori seputar bisnis dengan mempraktekkannya, Anda akan mendapat umpan balik yang menunjukkan bagaimana cara untuk membuatnya jadi lebih baik.

Memahami timeline dan dana yang diperlukan untuk bertahan

Siapapun yang memulai bisnis baru harus mengerti berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat pendapatan yang memungkinkan sebuah bisnis dapat berkembang. Menurut Guy Sheetrit, CEO Over The Top SEO hampir setengah dari usaha yang baru dimulai mengalami kegagalan karena tidak memiliki dana/pemasukan yang memadai. Jika memang harus, rencanakan waktu yang lebih lama dari yang seharusnya untuk menghasilkan profit dan pastikan Anda memiliki sumber dana cadangan untuk mengurangi risiko terjadinya kegagalan. Meski ukuran besar kecilnya modal usaha tergantung pada jenis bisnis yang dipilih, namun dana yang diperlukan untuk bertahan sudah harus dipikirkan sedari awal.

Pusatkan perhatian pada pelanggan

Banyak pengusaha memusatkan perhatiannya pada strategi pemasaran dan penjualan sehingga mereka lalai untuk memahami secara mendalam apa yang ingin didapatkan oleh pelanggan mereka. Menurut David Newman, seorang ahli bisnis, seharusnya pengusaha bisa mengenal pelanggan mereka lebih baik daripada mereka mengenal diri mereka sendiri. Sebuah bisnis harus memiliki nilai, dampak, dan hasil yang lebih terlihat bila ingin dibeli dan mendapat pelanggan setia.

Anda bisa merencanakan sebuah kampanye untuk mendengarkan dan memahami masalah serta harapan dari target audiens Anda. Agar Anda bisa punya rencana untuk memenuhi harapan dan memecahkan masalah yang sedang mereka hadapi. Tidak ada kata terlambat untuk menyesuaikan apa yang Anda jual/tawarkan sesuai keinginan dan permintaan pelanggan agar mereka dengan sukarela dapat terus kembali.

Siapkan mental

Sekolah bisnis tidak dapat mengajarkan pelajaran yang Anda dapatkan ketika Anda mendirikan bisnis secara langsung. Artinya, pengalaman berbisnis diperoleh ketika Anda sudah nyemplung di dalamnya, berhadapan dengan konsumen, partner bisnis, ide bisnis, dan kondisi pasar, tidak peduli seberapa bagus rencana bisnis yang telah Anda miliki. Menurut Peter Hernandez, Founder dan Presiden Teles Properties, pelajaran pertama saat akan memulai sebuah bisnis adalah memastikan bahwa Anda memiliki mental yang cukup kuat, termasuk juga pasangan Anda. Pastikan mereka memberi dukungan penuh dan siap menerima kondisi apapun yang terjadi. Seperti yang kita ketahui bahwa bisnis memiliki risiko besar sehingga diperlukan lingkungan yang mendukung dan terlibat secara aktif.

Kedua, sebaiknya tidak menjalankan model bisnis atau memilih lini produk yang terlalu rumit untuk  bisnis yang pertama kali agar Anda bisa perlahan belajar dari hal yang mudah baru kemudian dikembangkan. Ketiga, harus siap berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebutuhan yang terjadi secara masif. Kenali pelanggan dengan baik dan dengarkan selalu apa yang mereka katakan.

Selalu dengarkan umpan balik dari pelanggan

Pemikiran tradisional akan memulai semuanya dengan rencana bisnis dan produk. Tapi, menurut Ashley Alderson, Founder & CEO The Boutique Hub mengatakan sebuah bisnis sebaiknya dimulai dengan mengidentifikasi produk yang layak, menerapkannya, dan segera mencari umpan balik dari pelanggan. Dia pernah membuat rencana bisnis dan produk yang tidak sesuai dengan pasar dan akhirnya pun hampir membunuh bisnis tersebut. Lalu, bergegas memulai lagi dengan mencari apa yang benar-benar dibutuhkan pelanggannya. Meski tanpa harga, detail produk, dan dengan sedikit biaya hanya untuk melakukan percobaan pasar. Setelah mendapat kecocokan antara produk dengan pasar, baru Anda bisa menambahkan perincian yang diperlukan untuk terus tumbuh. Penting untuk mengingat bahwa pelanggan adalah yang akan memutuskan apakah bisnis Anda bisa berhasil atau tidak, bukan dari rencana bisnis Anda terlebih dahulu.

Ide bisnis yang cemerlang

Selalu tanyakan pada diri Anda, apakah produk atau layanan yang akan Anda jadikan bisnis dapat menjawab kebutuhan dan masalah yang ada? Jika tidak ada permintaan atau minat pasar, Anda harus kembali memikirkan ide Anda. Sebab, menurut Simon Grabowski, Founder & CEO ClickMeeting, ide bisnis yang menjanjikan adalah yang dapat menjadi solusi dari permasalahan, menjawab kebutuhan manusia, serta mampu menawarkan kemudahan. Seperti bisnis pertamanya yang dimulai gara-gara dia memerlukan alat untuk mengirim email otomatis secara massal ke para pelanggan. Lalu dengan keterampilan pemrograman, dia membangunnya dan ternyata banyak orang lain juga memiliki permasalahan dan kebutuhan yang sama sehingga tertarik dengan bisnis yang dijalankannya. Ide bisnis yang berangkat dari penciptaan solusi untuk memenuhi kebutuhan yang belum ada sebelumnya, membuat bisnis tersebut mudah untuk berkembang.

Menjadi seorang pengusaha dimulai dari memiliki mimpi yang besar untuk menjadi sukses. Anda harus memiliki visi dan misi yang jelas tentang apa yang ingin dicapai. Namun, mimpi hanya akan menjadi sebuah angan bila Anda tidak berupaya mewujudkannya. Diperlukan niat, kerja keras, dan kemauan yang tinggi untuk bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses. Dan, semua orang di dunia ini berhak untuk menjadi sukses. Lalu, kapan Anda menjemput kesuksesan?

Referensi:

The Oracles. 5 Maret 2019. 8 Things You Need to Know Before Starting a Business. Entrepreneur.com: http://bit.ly/3au8KqI

Dni. 26 Januari 2019. 10 Rahasia Jadi Pebisnis Sukses. Okezone.com: http://bit.ly/2THnuMj

Share this Post

Artikel Terbaru