Tujuan Finansial

Refleksi di Hari Kartini: Wanita dan Keamanan Finansial

Selamat Hari Kartini untuk seluruh wanita hebat di Indonesia!

Hari ini, kita sebagai wanita harus banyak berbangga. Kita lebih sehat, lebih kaya, dan lebih bijak—bahkan bila dibandingkan dengan para pria, kita telah membuat sejumlah perubahan yang berarti. Simak beberapa statistik berikut ini:

  • Dua per tiga kelompok pekerja di Amerika Serikat terdiri dari wanita. Dan kita telah berhasil mempersempit kesenjangan upah atau penghasilan, terutama wanita dengan strata pendidikan yang lebih advance dari para pria. (Data dari U.S. Census Bureau: BCG Study, 2010; Allianz Study, 2008)
  • Wanita mengontrol 27% kekayaan dunia. (Data dari CEB: Inside the Mind of the HNW Woman – Six Insights to Better Serve Female Clients, 2012)
  • Wanita hidup lebih lama dan diperkirakan akan mewarisi $1 triliun transfer kekayaan intergenerasional. (Data dari Hinchcliff, D. (2014) Wirehouses, Women, and Millennials Are Misinterpreted, Krawcheck Says. FA Magazine Online)

Deretan berita menjanjikan seperti di atas tentu dapat memberikan semangat baru bagi para wanita agar semakin optimis menghadapi masa depan finansialnya serta bersiap-siap sepenuhnya jika waktu pensiun tiba. Namun yang terjadi justru sebaliknya, riset membuktikan bahwa hanya 33% dari seluruh wanita yang disurvei merasa telah menyiapkan rencana dan tabungan yang rapih terkait dengan masa pensiun, menurun dari angka 46% di tahun 2008. Lebih mengejutkan lagi, ternyata tak sedikit wanita mapan yang khawatir akan menjadi bag lady saat sudah tidak bekerja. Jadi pertanyaannya: mengapa wanita yang mampu menghasilkan lebih banyak dan mengawasi lebih baik, justru mudah merasa tidak aman dan kehilangan rasa percaya diri?

Ini dia jawabannya:

  • Wanita masih menghasilkan lebih sedikit… setidaknya $0,78 sen di bawah penghasilan para pria berdasarkan riset di Amerika. Kita memang telah menciptakan perubahan yang berarti melalui beberapa statistik yang menunjukkan bahwa wanita dari generasi muda-millennial berhasil memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan para pria. Namun bagi mereka yang telah mendekati masa pensiun, kenyataan ini menjadi sangat relevan.
  • Rata-rata wanita dapat bertahan hidup lima tahun lebih lama dibandingkan dengan rekan pria mereka, sehingga membuat mereka harus membiayai kebutuhan hidup lebih banyak sebelum masa pensiun tiba. Pengeluaran tak terduga pun banyak bermunculan dari kategori kesehatan, menyebabkan sulit untuk menabung.
  • Jika sudah berkeluarga, wanita seringkali ‘dipaksa’ untuk memilih antara karir atau mengurus anak dan suami, dan banyak dari mereka yang memilih untuk mencoba menjalankan keduanya namun hasilnya justru tidak maksimal.

Oleh karena itu, kita sebagai Kartini masa kini wajib hukumnya untuk bersikap lebih ‘pintar’ dalam mempersiapkan masa depan finansial, bukan untuk kita saja melainkan juga keluarga. Memanfaatkan keunggulan wanita sebagai perencana yang baik alias good planner, Ladies, berikut adalah empat langkah penting yang dapat Anda lakukan untuk menciptakan perubahan besar bagi keamanan finansial dan kepercayaan diri Anda.

Tetapkan roadmap finansial Anda dari sekarang

Pertama-tama, tentukan cita-cita finansial yang ingin Anda capai. Ingin membeli rumah? Pensiun dini? Atau traveling ke banyak tempat di dunia? Dokumentasikan berbagai impian tersebut ke daftar komitmen Anda. Lalu, pahami realitas keuangan Anda saat ini. Jadikan bujet Anda (pendapatan versus pengeluaran) sebagai intisari dari semua pertanyaan yang ada—kemana uang Anda mengalir? Apakah Anda sudah mempersiapkan aset dan tabungan untuk memenuhi mimpi-mimpi Anda? Berdasarkan tujuan dan tindakan yang Anda lakukan hari ini, mampukan Anda berhasil mencapai posisi yang Anda inginkan?

Menyisihkan uang untuk tabungan darurat

Sudahkah Anda memiliki tabungan darurat untuk mengatasi hal-hal tak terduga, jangka pendek seperti kesehatan, kendaraan, atau bahkan pergantian kerja? Cara paling mudah adalah dengan menyisihkan pendapatan tiga hingga enam bulan Anda ke dalam sebuah rekening khusus yang hanya bisa diakses saat hal darurat terjadi.

Pahami faktor risiko keuangan Anda

Salah satu warisan R. A. Kartini adalah kecerdasan, dan hal itu pula yang menurun ke diri setiap wanita Indonesia. Dalam hal ini, kecerdasan dalam memahami risiko potensial terhadap rencana finansial Anda sangatlah dibutuhkan. Umur panjang hingga pensiun, inflasi, dan potensi biaya terkait dengan kesehatan dapat mempengaruhi perencanaan Anda secara signifikan. Oleh karena itu, wanita perlu menerapkan pendekatan disiplin agar dapat menabung lebih banyak sekaligus mengelola berbagai risiko yang mungkin saja terjadi. Pastikan Anda memanfaatkan setiap fasilitas perusahaan dengan baik, meningkatkan jumlah uang yang ditabung setiap kali mengalami kenaikan gaji, dan memaksimalkan fungsi asuransi kesehatan.

Berinvestasi untuk masa depan

Terus berinvestasi dalam karir Anda. Aktualisasikan diri dengan mengejar jenjang pendidikan atau sertifikat yang lebih tinggi. Mintalah kenaikan gaji karena ya, hal itu juga bisa menjadi bagian dari rencana Anda dalam meraih kebebasan finansial yang lebih nyata. Last but not least, sebagai wanita independen, mulailah untuk mengenal berbagai macam pilihan berinvestasi untuk memutar dana yang Anda miliki. Salah satu yang paling simpel adalah peer-to-peer lending. Kenali lebih lanjut di sini.

Ladies, inilah saatnya untuk menjadi bersinar seperti panutan kita bersama, R. A. Kartini. Mengingat finansial merupakan salah satu aspek hidup yang paling utama, wanita sebagai caregiver nomor satu dalam sebuah keluarga wajib hukumnya untuk tahu cara mencapai keamanan finansial secara bijak. Mengutip kata Sang Ibu Kartini, “Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang,” yuk, segera beranjak dari comfort zone dan lanjutkan perjuangan untuk mewujudkan mimpi-mimpi menjadi nyata!

Share this Post