Tujuan Finansial

5 Cara Hadapi Pendapatan yang Berkurang Akibat Pandemi

Mungkin kabar soal jumlah pengangguran yang meningkat sudah sering kita dengar selama terjadinya pandemi. Bahwa dahsyatnya dampak pandemi mampu menggoncang dunia usaha sehingga terpaksa banyak pekerja yang harus dirumahkan. Menurut data dari Kementerian Ketenagakerjaan, setidaknya ada 1,7 juta pekerja yang terkena PHK/dirumahkan. Sedangkan masih ada 1,3 juta lainnya yang juga terdampak dan masih divalidasi. Bisa jadi yang dulunya suami-istri sama-sama mendapat penghasilan bulanan, karena gelombang PHK ini terpaksa harus mengandalkan satu sumber penghasilan saja. Itu artinya, total pendapatan dalam satu rumah tangga menjadi berkurang dari sebelumnya.

Cobalah untuk tenang dulu karena pasti selalu ada jalan yang bisa Anda lakukan. Yang penting, jaga semangat tetap berada di dalam diri Anda agar mampu menyingkirkan semua kekhawatiran. Berikut ini Investree punya beberapa tips bagaimana cara menghadapi pendapatan yang berkurang akibat pandemi. Daripada penasaran, yuk langsung simak di bawah ini!

Berusaha menerima keadaan

Tidak heran bila rasa khawatir muncul ketika sumber penghasilan rumah tangga tiba-tiba berkurang. Itu manusiawi, kok, dan Anda tidak sendirian. Namun yang terpenting, segeralah mencari jalan keluarnya. Rasa cemas yang berlebihan hanya akan membuat Anda stres dan ujung-ujungnya jatuh sakit yang justru menambah beban keuangan. Lebih baik mencoba untuk berbesar hati menerima keadaan yang sedang terjadi agar Anda bisa fokus menemukan jalan keluarnya.

Hidup kita akan berbeda untuk sementara ini, ada baiknya Anda juga bisa segera melakukan penyesuaian pada pola konsumsi. Sesuaikan kembali pengeluaran rumah tangga serta gaya hidup seluruh anggota keluarga dengan dana yang tersedia saat ini. Bila dulu Anda termasuk orang yang suka meredakan stres dengan cara berbelanja, mungkin sementara ini bisa dikurangi dulu, atau ubah ke kegiatan lain yang juga menyenangkan namun berbiaya rendah. Misal, berkebun, memasak, atau nonton tayangan streaming.

Jadikan pelajaran untuk kedepannya

Jika Anda menyesal tidak menyiapkan dana darurat sebelum masa pandemi, jadikan momen saat ini sebagai momen berharga untuk Anda belajar agar ke depan tidak terulang kembali. Bagaimanapun, pengalaman adalah guru terbaik. Jadi, mulai sekarang cobalah untuk menyisihkan dana berapa pun penghasilan yang Anda peroleh setiap bulan. Nantinya, dana tabungan tersebut akan berguna di masa depan terutama untuk menghadapi kondisi yang tak terduga. Ada pilihan bagi Anda yang ingin menyimpan dana darurat pada produk investasi, Anda bisa memilih produk reksa dana pasar uang yang terbilang cukup likuid (tidak ada biaya pembelian dan pencairan dana), atau SBN (Surat Berharga Negara) yang berisiko rendah karena dijamin pemerintah. Apalagi, produk SBN/SBSN tradable seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sukuk Ritel (SR) juga bisa diperdagangkan di Pasar Sekunder setelah berakhirnya minimum holding period bila Anda membutuhkan tambahan aliran kas masuk. Ditambah lagi, Anda bisa membelinya dengan mudah secara online melalui mitra distribusi resmi, salah satunya Investree.

Selalu utamakan menabung!

Mengutip kata-kata Warren Buffett, seorang ahli investasi terkenal di dunia, menyebut bahwa jangan menyelamatkan apa yang tersisa setelah berbelanja, tetapi belanjakan apa yang tersisa setelah menabung. Ini adalah cara ampuh bagi Anda yang ingin mengatasi krisis keuangan tanpa harus terluka lebih dalam dan bisa dijadikan prinsip agar Anda dapat segera keluar dari masa-masa sulit ini. Sebelum membeli sesuatu, Anda wajib tanyakan kepada diri sendiri, apakah Anda benar-benar perlu membeli produk tersebut dan apakah harus dibeli saat ini juga. Atau Anda bisa memberikan jeda waktu 1 x 24 jam untuk memikirkan kembali sebelum Anda memutuskan melakukan pembelian. Sebab, pengendalian diri adalah satu-satunya cara yang bisa menyelamatkan Anda dari pengeluaran ekstra.

Tapi, bicara soal menabung memang tidak hanya sekadar menabung. Anda harus menetapkan tujuan lebih dulu agar kegiatan menabung menjadi lebih efektif dan tidak sia-sia. Tetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang ingin Anda raih dari aktivitas menabung tersebut. Hal ini juga mampu meningkatkan semangat Anda untuk selalu konsisten menabung secara rutin.

Coba cari usaha lain

Tidak semua bidang usaha ambruk saat pandemi. Masih ada sektor usaha yang mampu bangkit karena semakin dibutuhkan dan dicari-cari orang di kala pandemi, seperti sektor usaha pangan dan kesehatan misalnya. Anda yang mengalami pengurangan pemasukan dari sumber mata pencaharian utama, Anda bisa coba mencari cara lain menambah pemasukan dengan membuka bisnis kuliner atau menjual berbagai produk yang tingkat permintaannya tinggi ketika pandemi. Ketika satu pintu ditutup, Anda harus menemukan pintu lain agar pundi-pundi rupiah tetap mengalir ke saku Anda. Pemasukan tambahan seperti ini sudah jelas akan menyelamatkan Anda dari krisis keuangan yang sedang dialami. Karena, daripada berdiam diri hanya akan menambah stres, lebih baik Anda mencoba hal lain yang masih bisa Anda kerjakan. Mungkin Anda punya hobi atau bakat lain yang bisa menghasilkan pemasukan baru. Anda hanya akan bisa mengetahuinya setelah Anda menguliknya sendiri.

Manfaatkan sisa aset dengan bijak

Itu mengapa para ahli keuangan terus menyebut berulang-ulang kalau dana darurat atau simpanan aset investasi itu penting. Di saat-saat seperti ini Anda baru sadar karena tidak ada lagi yang bisa menolong Anda kecuali aset yang telah ditabung sebelumnya. Namun, aset tersebut juga tidak ada artinya bila Anda tidak bisa memanfaatkannya dengan bijak.

Di saat kalut dan galau, kebanyakan orang menjadi tidak rasional dan sulit berpikir dengan akal sehat, sehingga mereka ingin segera memperbaiki kondisi hidupnya dengan cara instan. Dampak negatifnya adalah simpanan aset yang telah susah-payah ditabung, bisa ludes dalam sekejap. Itu mengapa, Anda tetap harus berhati-hati menggunakan aset yang masih dimiliki. Jangan gunakan untuk hal-hal yang negatif dan mudah tergoda dengan investasi bodong yang mengiming-imingi keuntungan tinggi dengan risiko rendah karena itu mustahil. Sebab, risiko dan profit pasti selalu sejalan, investasi dengan profit tinggi pasti risikonya juga tinggi. Mending pilih investasi yang pasti-pasti saja dan sudah terbukti resmi. Ada banyak opsi aman dan bijak untuk meningkatkan nilai aset Anda, salah satunya adalah mendanai di Investree.

Apalagi, merayakan 5 tahun Investree, Investree menghadirkan Promo 5uperBonus dan 5uperBonus+. Baik bagi Anda yang belum pernah maupun sudah setia mendanai di Investree, Anda berkesempatan untuk mendapatkan tambahan bonus hingga Rp 50 juta! Tidak hanya itu, para Lender perempuan juga berkesempatan mendapatkan tambahan bonus e-voucher belanja yang memenuhi persyaratan yang berlaku. Promo ini berlangsung mulai 19 Oktober – 31 Desember 2020. Yuk, manfaatkan promo ini untuk dapatkan manfaat berlipat dari aset Anda! Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.

Itu tadi kelima cara yang bisa Anda coba lakukan. Ingatlah untuk selalu positif menghadapi situasi sekarang ini agar Anda tidak salah dalam memilih jalan keluar. Meski ini berat, tapi yakinlah bahwa Anda bisa segera mungkin keluar dari situasi tersebut. Jangan biarkan masalah berlarut-larut dengan tidak melakukan apa-apa. Lebih baik mencoba ketimbang hanya diam. “Belajarlah dari hari kemarin, hiduplah untuk hari ini, dan berharaplah untuk esok hari” - Albert Einstein.

Referensi:

Bareksa. 2 September 2020. Manulife AM: Cara Menyikapi Berkurangnya Pendapatan Akibat Pandemi. Bareksa.com: https://bit.ly/30UwcuW

Mila Novita. 4 Mei 2020. 5 Tips Mengatur Pengeluaran saat Pendapatan Turun karena Pandemi. Tempo.co: https://bit.ly/3duXjSF

Share this Post