Keluarga

Pandemi Masih Berlangsung, Begini Cara Atur Strategi Dana Pendidikan Anak

Saat pandemi, di mana situasi ekonomi sedang sulit - tidak sedikit orang tua yang memilih menunda tabungan dana pendidikan anaknya. Menurut survei yang dilakukan oleh platform online CollegeBacker, sebanyak 16% orang tua yang biasa menabung untuk dana pendidikan anak memilih untuk berhenti, 13% memilih mengurangi kontribusinya, dan bahkan 17% berencana menarik dana pendidikan yang telah mereka tabung. Padahal, semakin awal Anda menabung untuk dana pendidikan anak, tentu jadi lebih baik. Ini karena pasti ada kenaikan biaya pendidikan setiap tahunnya. Sebut saja di Indonesia, angka inflasi dana pendidikan terbilang sangat tinggi, yaitu sampai 15% per tahun. Itu mengapa, diperlukan persiapan dana pendidikan agar dapat mengimbangi tingginya angka inflasi tersebut. Lalu, adakah kiat yang dapat mempermudah para orang tua dalam mengatur rencana dana pendidikan? Berikut Investree punya ulasannya untuk Anda, simak, yuk!

Ketahui dulu berapa banyak yang harus ditabung

Ketika Anda memutuskan tetap ingin menabung dana pendidikan anak, pastikan Anda tahu dulu berapa besar dana yang dibutuhkan. Anda bisa memperkirakannya dengan mencari tahu besar biaya sekolah saat ini, lalu tinggal ditambah inflasi sebesar 15% setiap tahunnya. Misal, Anda ingin menabung biaya kuliah anak untuk 10 tahun lagi. Bila biaya kuliah di perguruan tinggi negeri saat ini sebesar Rp 30 juta, berarti dalam 10 tahun lagi biayanya diperkirakan menjadi Rp 75 juta. Dari situ Anda jadi tahu berapa banyak uang yang harus disimpan. Paling tidak Anda bisa memiliki sepertiga dari kebutuhan tersebut di masa depan. Sepertiga lainnya nanti bisa diperoleh dari pendapatan di waktu tersebut atau dari bantuan (beasiswa). Namun, jika Anda mampu menabungnya secara penuh, pasti akan jauh lebih baik. Ketika Anda sudah tahu nilai yang dibutuhkan, Anda bisa lebih bijak menentukan langkah selanjutnya.

Sesuaikan dengan kemampuan

Setiap orang tua pasti selalu menginginkan yang terbaik untuk anak mereka. Tentu tidak ada yang salah dari itu. Namun, jangan sampai kita menutup mata dan tidak mau mengukur kemampuan finansial keluarga. Kesesuaian adalah hal yang paling penting untuk menjaga konsistensi. Dengan begitu, Anda bisa terus secara rutin menabung untuk jangka waktu yang panjang tanpa harus merasa terbebani. Tujuan yang sesuai/realistis pasti tidak akan memberatkan kondisi keuangan Anda. Anda pun jadi lebih percaya diri untuk bisa mencapai tujuan itu. Tidak perlu mengedepankan gengsi yang pada akhirnya hanya akan menyiksa kehidupan Anda sendiri. Terlebih di masa pandemi ini, masih ada kebutuhan lain yang juga penting seperti menyiapkan dana darurat. Jadi, pastikan pembagian anggaran tabungan dapat dilakukan dengan benar, misal 10% untuk dana darurat dan 10% untuk tabungan dana pendidikan bila persentase tabungan Anda setiap bulannya adalah sebesar 20%.

Pemilihan waktu yang tepat adalah kunci

Bisa dibilang waktu adalah aset. Semakin cepat Anda memulainya, semakin besar pula keuntungan yang bisa diperoleh. Untuk menyimpan tabungan dana pendidikan, Anda bisa memilih produk asuransi atau produk investasi jangka panjang seperti reksa dana saham. Ketika Anda lebih cepat memulainya, Anda akan memperoleh keuntungan bunga majemuk yang bisa mengimbangi angka inflasi dana pendidikan setiap tahunnya. Jika Anda sudah mulai menabung saat anak Anda lahir, pada saat dia masuk perguruan tinggi, sekitar sepertiga dari tujuan dana pendidikan sudah bisa terpenuhi, atau bahkan lebih. Coba bandingan ketika Anda baru mulai menabung ketika anak Anda sudah berada di tingkat sekolah menengah, mau tidak mau Anda harus menabung 6 kali lebih banyak setiap bulan agar tujuan dana pendidikan untuk biaya kuliah tetap dapat tercapai.

Pilih perencanaan sesuai tujuan

Anda bisa meminta bantuan dari penasihat keuangan atau Anda bisa menanyakan kepada kolega dan orang di sekitar yang telah lebih dulu memiliki tabungan dana pendidikan. Cari sebanyak mungkin pilihan agar Anda bisa memilih produk yang paling tepat dan sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Atau, Anda bisa memilih yang sesuai dengan anggaran setiap bulan sehingga konsistensi menabung tetap terjaga sampai tiba waktu jatuh temponya. Pertimbangkan yang dapat memberi lebih dan yang berbiaya rendah. Tentu itu bisa diketahui dengan melakukan riset lebih dulu. Bila Anda memutuskan untuk melakukan investasi sendiri (tidak menggunakan asuransi), jangan lupa untuk memindahkan dana investasi ke instrumen yang lebih konservatif ketika waktu kebutuhannya semakin dekat agar lebih mudah untuk dicairkan dan mengurangi risiko kerugian.

Ubah gaya hidup jadi lebih sesuai

Memasuki masa pandemi, ada pengeluaran yang bertambah, misal biaya listrik karena kita lebih sering berada di rumah, biaya internet, hingga biaya makan dan minum. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri yang justru sering membuat tabungan dana pendidikan harus mengalah dulu. Padahal Anda bisa tetap menabung dana pendidikan bila mau menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi saat ini. Misal dengan menghemat penggunaan listrik dan air ketika sedang berada di rumah, kurangi akses layanan streaming untuk menghemat biaya internet, memasak sendiri di rumah, sampai kurangi belanja online. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi menunda tabungan dana pendidikan anak. Bila Anda kesulitan mengubah gaya hidup, mungkin Anda harus mencari sumber pendapatan lain sebagai pemasukan tambahan.

Juga bisa melibatkan anak dalam hal ini

Dikarenakan menyangkut kebutuhan anak Anda, soal dana pendidikan ada baiknya Anda juga melibatkan mereka. Ini yang sering terlewat dari perhatian orang tua saat mengatur dana pendidikan anak mereka. Untuk tujuan mengatur dana pendidikan di perguruan tinggi, Anda bisa tanyakan kepada anak jenis sekolah dan bidang apa yang mereka minati. Lebih baik memberi mereka hak untuk memilih dan Anda bisa menyodorkan banyak pilihan yang sesuai dengan kondisi finansial keluarga. Jangan sampai Anda hanya memaksa mereka untuk mengikuti kemauan Anda. Sebab, bagaimana pun anak Anda yang akan menjalaninya bukan orang tuanya. Anda hanya perlu memberi mereka arahan sesuai pengalaman yang Anda miliki. Ini dilakukan juga agar Anda lebih mudah mencapai tujuan akhir karena Anda telah mendapat dukungan penuh dari seluruh anggota keluarga.

Mau nanti atau sekarang, intinya dana pendidikan memang perlu dipersiapkan agar Anda terhindar dari risiko berutang. Kok, bisa? Ya, pendidikan memang termasuk hak anak sehingga wajib untuk dipenuhi para orang tua. Sedangkan, pendidikan punya tingkatan tersendiri yang erat kaitannya dengan usia anak. Ketika usia tertentu sudah harus menduduki tingkat tertentu, tidak ada alasan untuk menundanya. Jadi, harus tetap sesuai jadwal agar anak Anda tidak tertinggal dari teman seusianya. Dengan begitu, bagi orang tua yang belum siap secara finansial ketika waktunya tiba, mau tidak mau mereka terpaksa berutang untuk menjaga agar anaknya tetap bisa bersekolah dengan tepat waktu. Nah, jika Anda sudah siap secara finansial untuk dana pendidikan anak, hal ini pasti dapat terhindarkan, bukan?

Referensi:

Michelle Fox. 30 Juli 2020. Saving for College with 529 Plans During The Coronavirus Pandemic. cnbc.com: https://cnb.cx/35pDDNz

Admin. 11 Juli 2019. Atur Dana Pendidikan Anak dengan 5 Cara Ini!. Greatdayhr.com: https://bit.ly/3lpKBYr

Share this Post