Keluarga

Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga di Tengah Pandemi Corona

Pandemi corona telah mengubah pola hidup, cara bekerja, pola interaksi sosial masyarakat, hingga pola kita beribadah. Perkumpulan orang dalam jumlah banyak mulai harus dikurangi termasuk perkumpulan warga hingga perkumpulan untuk menjalankan suatu ibadah. Tidak hanya sampai disitu, penyebaran virus Corona juga mempengaruhi keuangan keluarga karena banyak usaha atau bisnis yang terpaksa tutup, dan banyak pegawai yang terpaksa harus dikurangi jam kerjanya untuk membantu mengurangi risiko penyebaran virus. Perekonomian Indonesia juga tumbuh melambat, bahkan Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sekitar 4,6% bila dibandingkan kondisi biasanya yang bisa mencapai angka 5,4%.

Perubahan pasar juga mempengaruhi keuangan keluarga saat ini. Untuk itu, supaya kehidupan keluarga tetap stabil di tengah pandemi virus Corona, Investree ingin berbagi tips dalam menjaga keuangan rumah tangga Anda agar tetap aman selama menghadapi masa-masa sulit. Simak ulasannya berikut! 

Catat semua kebutuhan keluarga

Berbicara soal keuangan keluarga memang tidak mudah. Sering ada pandangan berbeda antar anggota keluarga, namun saat ini seluruh perbedaan harus dikesampingkan dan mencoba untuk tidak berdebat tentang kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya agar Anda dan pasangan bisa membuat keputusan yang menguntungkan bagi seluruh anggota keluarga.

Lihat dimana posisi Anda sekarang, berapa jumlah tabungan yang dimiliki atau aset apa yang bisa menjamin hidup Anda, tentukan juga berapa banyak uang tunai yang Anda butuhkan di rumah, dan memutuskan kebutuhan apa saja yang harus dibeli selama beberapa minggu kedepan. Karena pemerintah telah mengeluarkan kebijakan #dirumahaja, pergi keluar rumah tidak bisa dilakukan terlalu sering sehingga Anda harus membeli kebutuhan rumah tangga secara sekaligus dalam satu waktu. Jika Anda tidak melakukan pencatatan lebih dulu, ditakutkan Anda justru membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan dan membuat Anda rugi. Dengan begitu, mencatat semua kebutuhan anggota keluarga sama artinya dengan Anda melakukan pengaturan keuangan agar tidak keluar jalur. 

Bijak saat berbelanja

Meski saat ini kondisi pasar sedang tidak menentu, namun pemerintah memberi jaminan bahwa stok bahan pangan tetap aman bahkan untuk menghadapi bulan Ramadhan hingga Idul Fitri. Sehingga Anda tidak perlu panik dan melakukan penimbunan (overbuying) kebutuhan pokok, serta cukup membeli sesuai kebutuhan saja. Bijaklah saat berbelanja, karena itu Anda wajib mengetahui lebih dulu berapa banyak yang benar-benar Anda butuhkan untuk dibeli. Bila banyak orang yang melakukan pembelian secara berlebihan, justru akan membuat supply dan demand pasar jadi tidak seimbang. Pada akhirnya akan menyebabkan kelangkaan barang dan berujung pada kenaikan harga.

Termasuk saat berbelanja online. Ketika Anda terus-terusan tinggal di rumah, rasa bosan mungkin saja muncul, namun bukan berarti cara untuk mengobati kebosanan tersebut dengan berbelanja online secara berlebihan. Pengeluaran rumah tangga ditakutkan akan jadi tidak terkontrol. Tetaplah berbelanja sesuai kebutuhan dan manfaatkan diskon yang ditawarkan merchant online secara tepat.

Cari cara untuk berhemat

Melakukan pemotongan anggaran juga bisa Anda lakukan di kondisi seperti sekarang. Saat ini Anda seharusnya meminimalisir kebiasaan konsumtif dan beralih ke gaya hidup yang lebih sederhana. Seperti misalnya, Anda terbiasa membeli kopi mahal di coffee shop, kini saatnya Anda mandiri membuatnya sendiri di rumah. Pasti pengeluaran jadi lebih hemat. Ini juga waktu yang tepat untuk mengurangi penggunaan kartu kredit sehingga Anda bisa membayar tagihan secara penuh, tidak lagi hanya membayar jumlah minimal tagihannya saja.

Meski begitu, kebijakan #dirumahaja memunculkan pengeluaran ekstra yang meliputi tambahan biaya internet, listrik, makanan ringan, hingga pembelian suplemen dan cairan pembersih. Mau tidak mau biaya ekstra harus diambil dari pos lain. Untuk mengetahui pos-pos mana yang bisa dialihkan adalah dengan membuat daftar pengeluaran bulanan dan mencari pos mana yang bisa Anda stop untuk sementara waktu menyesuaikan kondisi saat ini. Contoh, anggaran transportasi dan pos gaya hidup (nonton bioskop, makan di restoran, liburan, member gym, dan lainnya) bisa Anda alihkan dulu untuk menutupi pengeluaran ekstra yang muncul selama pandemi virus Corona dan saat menjalani masa #dirumahaja.

Berusaha untuk tidak panik

Pandemi virus Corona tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Yang bisa Anda lakukan saat ini adalah berusaha untuk tidak panik namun tetap waspada. Patuhi seluruh himbauan dan kebijakan yang telah diatur oleh pemerintah agar penyebaran virus Corona tidak semakin masif. Tidak lupa untuk mempersiapkan mental karena mental yang kuat akan membentuk sistem imun yang kebal terhadap berbagai macam penyakit. Salah satu cara untuk mempersiapkan mental adalah dengan menerima keadaan yang sedang terjadi saat ini dan bisa menghadapi setiap permasalahan baru yang mungkin muncul karena pandemi virus Corona. Jangan sampai membiarkan pikiran Anda panik karena akibatnya tidak hanya akan terasa oleh Anda namun juga oleh orang-orang di sekitar Anda. Apalagi bila Anda punya peran mengatur keuangan rumah tangga. Kalau Anda mudah panik, ditakutkan keuangan keluarga juga ikut terkena dampaknya. 

Lakukan hal lain yang bisa menghasilkan uang

Apakah Anda termasuk pegawai yang dikurangi jam kerjanya karena pandemi virus Corona? Jangan khawatir, saat ini sudah banyak platform online yang menyediakan berbagai pilihan pekerjaan paruh waktu/sampingan yang bisa Anda pilih sesuai dengan keahlian untuk menutupi kekurangan gaji Anda. Atau, Anda bisa mulai membuka lapak online di berbagai e-commerce yang bisa menjadi sumber pemasukan tambahan. Ingatlah bahwa usaha dan semangat Anda tidak akan berhenti hanya karena situasi seperti sekarang ini. Masih banyak hal-hal lain yang mampu Anda lakukan untuk menghasilkan uang tambahan.

Apalagi saat ini banyak kantor yang memberlakuan kebijakan kerja dari rumah yang membuat Anda punya lebih banyak waktu kosong yang bisa digunakan untuk melakukan sesuatu yang produktif, bukan konsumtif. Seperti memanfaatkannya untuk melakukan hal lain yang Anda senangi dan bermanfaat bagi keuangan keluarga.

Tetap berinvestasi dan bersedekah

Tidak ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi nanti dan kapan pandemi virus Corona ini akan berakhir. Oleh karena itu, cobalah untuk tetap mempersiapkan keuangan jangka panjang dengan berinvestasi atau memiliki asuransi. Tidak ada yang salah dengan perencanaan meski tidak semua berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Namun, investasi/tabungan dan asuransi adalah sebuah persiapan yang sebaiknya Anda miliki untuk menghadapi segala sesuatu yang tidak diinginkan.

Selain investasi, Anda juga bisa berinvestasi dalam bentuk sedekah karena saat pandemi seperti sekarang ini banyak orang yang membutuhkan bantuan, terutama mereka yang terdampak langsung oleh wabah virus Corona. Dengan bergotong-royong membantu sesama, salah satunya dengan bersedekah, manfaat yang bisa Anda terima tidak hanya untuk saat ini namun juga untuk tabungan jangka panjang.

Jika Anda merasa cemas tentang keuangan Anda saat ini dan masa depan keuangan keluarga, selain terus berupaya untuk menjaganya tetap stabil, tidak lupa juga untuk berdoa dan mengembalikan segala keputusan yang terbaik kepada Sang Pencipta. Kalau Anda menjadi terlalu stres, justru hanya akan memperparah keadaan saat ini. Sehingga selain berusaha, kita juga jangan sampai lupa berserah diri. Tetap semangat dan jaga kesehatan, ya!

 

Referensi:

Novita Sari Simamora. 1 April 2020. Ini Trik Mengatur Keuangan Saat Pandemi Virus Corona. Bisnis.com: https://bit.ly/3ch9f8K

Bill Arbuckle. 17 Maret 2020. Coronavirus: How to Keep Your Family Finances Strong. Focusonthefamily.com: https://bit.ly/34wPib1    

Share this Post