Keluarga

7 Tips Membuat dan Menjaga Anggaran Keluarga Tetap Stabil

Apakah menjaga anggaran rumah tangga merupakan hal yang mudah bagi Anda? Jika tidak, tenang saja, Anda tidak sendirian, kok! Ada banyak keluarga lain yang juga merasa kesulitan merancang anggaran keuangan mereka, terlebih menjaganya tetap stabil. Ujung-ujungnya mereka akan beroperasi tanpa rencana pengeluaran, bahkan banyak dari mereka merasa telah membuat penganggaran dana, namun membiarkannya keluar dari jalur. Menurut hasil riset tahun 2019 yang dilakukan oleh The Certified Financial Planner Board of Standards pada 300 orang dewasa dengan rentang usia 35 – 65 tahun, terdapat hampir 60% yang tidak melakukan pelacakan pada pengeluaran mereka, dan 2 dari 5 tidak pernah memiliki anggaran keuangan. Serta, di antara mereka yang melaporkan memiliki anggaran, 43% menyatakan bahwa anggaran hanya digunakan sebagai alat pelacak ketimbang digunakan untuk merencanakan pengeluaran.

Sejatinya proses penganggaran tidak hanya soal mencatat pemasukan dan pengeluaran, lebih dari itu untuk membuat anggaran keuangan dan menjaganya tetap stabil dibutuhkan usaha tersendiri. Berikut Investree punya beberapa tips untuk Anda simak di bawah ini!

Pastikan untuk selalu sepaham

Anggaran keluarga tidak akan bisa terwujud bila Anda dan pasangan tidak berada dalam frekuensi yang sama. Hal paling pertama yang harus dilakukan adalah menyamakan visi dan misi antara Anda dan pasangan. Lakukanlah diskusi terbuka untuk membahas tujuan keuangan bersama, serta individu. Pastikan Anda dan pasangan sepaham lebih dulu sebelum mulai menghitung atau menetapkan angkanya. Temukan apa saja yang dianggap penting dari Anda dan pasangan, serta berusahalah untuk menerima dan menghormati pendapat masing-masing. Sebagai contoh, jika memiliki sepatu yang bagus/bermerek termasuk hal yang penting bagi Anda, jangan sampai pasangan justru mengkritik/merendahkan anggapan tersebut. Demikian pula, jika salah satu ada yang lebih memilih menabung ketimbang berbelanja, preferensi tersebut harus dihormati dan berusahalah mencari satu titik temu. Kedua pasangan harus bisa melakukan kompromi untuk membuat anggaran yang sesuai bagi seluruh anggota keluarga.

Tentukan tujuan yang ingin dicapai

Berhasil atau tidaknya anggaran rumah tangga akan bergantung pada apakah itu sejalan dengan prioritas pribadi dan keluarga Anda. Itu mengapa, penting untuk lebih dulu berdiskusi soal nilai dan tujuan yang ingin dicapai bersama. Putuskan secara bersama-sama apa yang penting bagi rumah tangga Anda untuk dicapai. Apakah itu pensiun dini, membuka usaha, atau memutuskan hanya salah satu saja yang bekerja. Setelah Anda dan pasangan bisa memprioritaskan satu tujuan bersama, pikirkan cara untuk mencapainya. Jika tujuannya terbilang realistis, susun anggaran yang bisa mendukung tujuan tersebut agar dapat segera tercapai.

Susun anggaran yang realistis

Anggaran rumah tangga bisa menjadi rumit, jadi tetapkan anggaran yang dapat membuat Anda dan pasangan merasa nyaman. Tetapkan anggaran yang sekiranya bisa dipatuhi, bukan hanya dibuat lalu dilupakan. Dengan begitu penting untuk mencari angka yang realistis, yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan anggota keluarga. Petakan kategori pengeluaran berdasarkan kebutuhan tempat tinggal, transportasi, biaya makan sehari-hari, hiburan, hingga tabungan/investasi. Pastikan Anda dan pasangan selalu mematuhi anggaran yang telah disusun dan tidak melebihi angka yang telah ditetapkan. Ambil perkiraan angka yang terbesar lebih dulu, baru bila ternyata pengeluarannya lebih kecil, dana yang tersisa bisa Anda simpan untuk tabungan. Karena percuma bila di awal Anda sudah menetapkan angka yang kecil, namun tidak bisa mematuhinya, pada akhirnya hanya akan membuat Anda mengalami over budget. Jadi, pastikan untuk menyusun anggaran dengan angka yang realistis, yang bisa Anda capai.

Rutin melacak pengeluaran

Sebelum Anda menyusun anggaran, Anda juga perlu memahami kondisi keuangan saat ini. Terkadang kita sering kali tidak memahaminya karena selalu menutup mata. Untuk mengetahui kondisi keuangan saat ini, bisa Anda mulai dengan melacak atau meninjau transaksi pengeluaran selama 60 hari terakhir dari rekening dan kartu kredit Anda. Ini penting untuk dilakukan, dengan begitu Anda bisa mengidentifikasi pengeluaran apa saja yang sekiranya tidak penting namun tetap sering Anda lakukan. Sehingga Anda bisa mengetahui letak kebocoran keuangan yang kemudian dapat mengubah kebiasaan Anda saat berbelanja. Ini tidak harus menjadi proses yang panjang dan berbelit karena biasanya pihak perbankan sudah mengumpulkan informasi akun yang berisi laporan pendapatan dan pengeluaran, yang bisa Anda minta kapan saja. Lebih baik lagi bila Anda memanfaatkan aplikasi catatan keuangan yang bisa memudahkan Anda dalam melakukan penganggaran.

Bila masih memungkinkan, pangkas anggaran

Jika pengeluaran dalam satu kategori terlalu besar atau tidak ada sisa uang untuk tabungan/investasi, saatnya Anda memangkas anggaran pengeluaran. Misal, makan di luar sering kali menghabiskan biaya yang besar. Mending lakukan perencanaan menu satu minggu, membeli bahan bakunya di pasar tradisional, dan membeli kebutuhan bulanan lain dalam jumlah besar sekaligus, agar dapat lebih menghemat pengeluaran. Menyingkirkan layanan berlangganan yang tidak penting serta pembelian impulsif yang dilakukan secara online juga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga. Jumlah anggota keluarga yang berbeda sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada anggaran rumah tangga karena yang benar-benar berdampak pada penganggaran adalah berapa jumlah pendapatan yang bisa dihasilkan. Penganggaran pada rumah tangga dengan sumber penghasilan tunggal mungkin akan lebih menantang ketimbang pada rumah tangga yang punya dua sumber penghasilan.

Selain itu, ada hal yang juga perlu diingat. Kehabisan energi adalah risiko yang lebih besar daripada kehabisan uang bagi para orang tua karena kelelahan Anda akan membentuk kecenderungan untuk membuang uang lebih banyak. Seperti, orang tua yang lelah mungkin akan memilih membeli makanan lewat jasa antar ketimbang membelinya sendiri atau memasaknya sendiri, juga menyewa layanan pembersih untuk membersihkan rumah alih-alih melakukannya sendiri. Anda dan pasangan mungkin perlu mempertimbangkan apakah usaha yang dilakukan untuk menghasilkan uang telah sepadan dengan uang yang dihabiskan dalam setiap pembelian.

Coba keluar dari utang

Bagian terpenting dalam proses penganggaran adalah menyeimbangkan pendapatan dengan utang dan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk menabung/investasi. Meski tabungan dana darurat itu penting, namun bila suatu utang mengenakan bunga yang lebih tinggi dari tabungan tersebut, lebih baik dahulukan untuk melunasi utang Anda. Cukup miliki dana darurat sebesar 6 kali pengeluaran bulanan, dan setelah itu fokus untuk membayar utang agar dapat segera lunas dan meringankan beban Anda. Setelah utang Anda lunas, Anda akan lebih bebas melakukan penganggaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Terus lakukan penyesuaian anggaran dengan memastikan bahwa pengeluaran rumah tangga telah sesuai dengan kondisi terkini karena seringkali terjadi perubahan pada kondisi keluarga dalam kurun waktu tertentu.

Cari cara menghasilkan uang dari penghematan

Nggak selamanya menghasilkan uang hanya dengan bekerja, nyatanya Anda juga bisa menghasilkan uang lebih banyak jika mau berhemat karena hemat pun butuh upaya dan pengorbanan berupa waktu dan tenaga. Upaya tersebut bisa direalisasikan dengan berbagai cara, misal mengurangi jajan di luar dan memilih memasak sendiri di rumah, atau mengurangi pembelian impulsif hingga memilih beragam produk lokal yang harganya lebih murah namun tetap berkualitas. Anda bisa mencari informasi lebih banyak seputar trik berhemat yang bisa menghasilkan uang tambahan bagi Anda. Nantinya, uang tersebut bisa Anda alihkan ke pos anggaran lain seperti pos dana darurat, tabungan pendidikan anak, sampai investasi. Yang jelas, berhemat juga mampu menjaga anggaran rumah tangga tetap solid dalam jangka waktu yang panjang.

Itu tadi tujuh tips yang bisa Anda terapkan ketika akan membuat anggaran rumah tangga, juga dapat berguna untuk mewujudkan keinginan menjaga anggaran tersebut tetap stabil. Bukankah kondisi keuangan yang stabil bisa membuat hidup Anda lebih bahagia? Jadi, kenapa Anda tidak mewujudkannya? Lakukan mulai sekarang bila tidak ingin menyesal kemudian!

Referensi:

Maryalene LaPonsie. 27 Juli 2020. How to Create and Maintain a Family Budget. USNews: https://bit.ly/2QesExP

Amber Madison. 10 Tips to Manage Your Household Budget. ModernMom: https://bit.ly/2YlC13e

Share this Post

Artikel Terbaru