Tujuan Finansial

Agar Kembali Sehat, Kelola Krisis Keuangan Sehabis Lebaran

Momen perayaan Idul Fitri dari tahun ke tahun selalu meriah. Menjadi ajang silaturahim seluruh anggota keluarga. Tradisi mudik pun tidak ketinggalan menjadi suatu keharusan untuk dilakukan. Belum lagi biaya untuk baju lebaran, hidangan, serta lainnya. Kebutuhan tersebut memang menguras kantong lebih dalam. Apalagi banyak promo diskon yang seliweran tiap hari di mana-mana. Gimana nggak jadi mudah tergoda, kan? Kita jadi tidak sadar bila telah mengeluarkan uang terus menerus. Baik untuk hal yang memang dibutuhkan atau yang hanya sekadar keinginan.

Jadi tidak heran, bila usai lebaran kondisi keuangan menjadi kritis. Perencana Keuangan Eko Endarto menyarankan, 50% uang THR yang didapat bisa langsung disisihkan untuk kebutuhan hidup yang harus dipenuhi setelah lebaran hingga mendapatkan gaji lagi. Dengan begitu, kehidupan Anda sehabis lebaran tetap berjalan dengan baik, tanpa pusing memikirkan soal keuangan. Namun, bila Anda terlanjur menghadapi krisis keuangan, sebaiknya segera kembalikan kesehatan finansial Anda. Bagaimana caranya? Simak ulasannya berikut ini!

Cek kembali kondisi keuangan

Seperti layaknya kondisi tubuh, keuangan Anda juga punya kondisi kesehatan. Ada baiknya untuk langsung memeriksa kondisi keuangan Anda. Apakah masih sehat? Cari tahu dengan cara membandingkan anggaran yang telah dibuat sebelum lebaran dengan pengeluaran sebenarnya saat libur lebaran. Telusuri di mana sumber penyakitnya. Untuk bisa melakukan ini, Anda harus mencatat semua pengeluaran yang Anda lakukan kemarin. Tujuan dilakukannya pengecekan adalah untuk mengevaluasi dan menemukan pos pengeluaran mana yang salah. Agar Anda tidak mengulanginya lagi tahun depan. Jadikan pengalaman kali ini sebagai pelajaran yang berharga. Paling tidak, Anda punya antisipasi agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Manfaatkan peran dana darurat

Banyak keuntungan yang didapat bila memiliki tabungan dana darurat. Di saat seperti ini, dana darurat bisa sangat membantu. Oleh karena itu, sangat dianjurkan punya kebiasaan menyisihkan uang setiap bulannya untuk dana darurat. Anda akan sangat terbantu oleh keberadaannya. Bila Anda sudah terbiasa mematuhi setiap anggaran yang dibuat, tidak akan berat, kok, menyisihkan uang setiap bulan ke dana darurat. Idealnya, Anda bisa memiliki dana darurat sebesar enam kali pengeluaran bulanan. Tidak harus langsung menabung dalam jumlah besar, sedikit pun nggak masalah asalkan rutin.

Rencanakan pengeluaran bulan ini

Anda harus mengecek berapa jumlah uang yang tersisa di rekening. Lalu, rencanakan pengeluaran atau buat anggaran dengan bujet tersebut. Usahakan anggaran yang dibuat bisa mencukupi kebutuhan hingga nanti gajian tanpa harus berutang. Utamakan pengeluaran yang pokok dulu. Tunda kebutuhan yang tidak terlalu penting agar utang Anda tidak semakin banyak. Tetapkan berapa jatah pengeluaran per hari. Sehingga Anda punya pengingat untuk tidak melewati batas maksimal tersebut.

Segera beradaptasi

Mau tidak mau, Anda harus menghemat pengeluaran. Ada yang harus dikorbankan. Pos pengeluaran yang masih bisa ditunda, sebaiknya ditunda dulu untuk menekan pengeluaran. Bagaimana pun, Anda harus bisa segera menyesuaikan diri dengan kondisi keuangan Anda saat ini. Bila harus puasa jajan di luar atau absen nongkrong di kafe dulu, berarti memang terpaksanya harus seperti itu. Jangan memaksakan kehendak, karena hanya akan membuat kondisi finansial Anda semakin buruk. Sesuaikan pengeluaran dengan ketersediaan uang Anda juga.

Kembali fokus pada tujuan

Hingar-bingar perayaan Idul Fitri memang sering membuat seseorang jadi terlena. Menjadi lupa akan tujuan keuangan yang mungkin telah disusun dari awal tahun kemarin. Hal ini jangan dijadikan kebiasaan. Karena bagaimana pun, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Setiap orang pasti punya tujuan keuangan, entah itu tujuan untuk skala besar maupun kecil. Ayo, coba mulai ingat kembali apa tujuan keuangan Anda. Upayakan untuk bisa segera kembali ke jalurnya agar tujuan tersebut bisa tercapai. Bila tahun ini Anda telah sukses mencapai tujuan yang kecil, kemungkinan besar tahun depan Anda tidak ragu untuk membuat tujuan keuangan yang lebih besar.

Dahulukan bayar utang setelah gajian

Untung akhir libur lebaran tahun ini jaraknya dekat dengan jadwal gajian. Paling tidak, tak sampai harus menunggu satu bulan penuh. Nah, apakah momen puasa dan lebaran kemarin buat Anda jadi lebih banyak berutang? Baik itu utang ke keluarga, teman, atau kartu kredit.

Ingat! Setelah nanti gajian, segera lunasi utang-utang tersebut. Sekarang giliran belanja konsumtifnya yang puasa. Agar kondisi finansial Anda kembali membaik. Kembalikan arus kas keuangan bulanan seperti sedia kala. Jika perlu, tambah porsi untuk tabungan atau investasi. Bila harus mulai menabung dari awal lagi, kenapa tidak? Asal, lebaran tahun depan jangan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.

Uang THR memang buat kita jadi merasa kaya. Sehingga tidak jarang membuat lupa diri. Secara tidak sadar kita terus mengeluarkan uang tanpa menghitungnya kembali. Tahu-tahu uang di rekening sudah tipis saja. Jangan sampai tubuh yang melar sehabis lebaran, juga membuat melar keuangan Anda. Ambil hikmahnya dan pastikan tahun depan peristiwa seperti ini tidak terulang kembali. Tetap semangat!

Referensi:
Ambaranie Nadia Kemala. 11 Juni 2019. Memulihkan Isi Dompet Usai Lebaran. Kompas.com: http://bit.ly/2WNrsHH
Scott Spann. 9 Juni 2019. One Word That Can Improve Your Financial Wellness. Forbes.com: http://bit.ly/2KQjOFf

Share this Post