Perencanaan Finansial

7 Persiapan Finansial Ketika Menjadi Orang Tua Baru

Selamat untuk kelahiran anak pertamanya! Pasti tambah bahagia rasanya. Kehadiran sang buah hati buat hidup Anda semakin lengkap. Meski di awal-awal harus siap begadang dan rumah jadi ramai oleh tangisan mereka. Tapi yang namanya anak, pasti selalu ditunggu-tunggu oleh pasangan yang telah menikah. Kehadiran anak membuat Anda resmi menyandang status baru sebagai orang tua. Yang memberi Anda tanggung jawab lebih besar untuk membesarkan dan mensejahterakan hidup mereka.

Karena itu, selain harus siap mental, Anda juga harus siap secara finansial. Sudah bukan rahasia lagi, kalau merawat dan membesarkan anak memang butuh biaya yang tidak sedikit. Penting untuk mempersiapkannya dari jauh-jauh hari. Agar perjalanan Anda dalam membesarkan anak bisa berjalan mulus dan lebih ringan. Lalu, persiapan finansial apa saja yang harus dilakukan? Berikut Investree punya jawabannya untuk Anda. Simak ulasannya di bawah ini!

Menabung dan lunasi utang mulai dari sebelum anak lahir

Hal ini sangat disarankan karena setelah anak Anda lahir pengeluaran jadi semakin besar. Bila Anda tidak memiliki sedikit pun tabungan, mulailah berpikir menyisihkan uang untuk ditabung bahkan sejak anak Anda belum lahir. Waktu sembilan bulan hingga nanti waktu kelahiran bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengerem pengeluaran agar uang yang ditabung jadi lebih banyak. Baiknya lagi, Anda bisa melunasi utang yang dimiliki. Sehingga ketika anak lahir, pengeluaran bisa fokus hanya untuk kebutuhan keluarga. Apalagi bila ada pengeluaran yang tidak terduga, uang tabungan bisa berfungsi sebagai dana darurat.

Wajibkan asuransi kesehatan bagi istri

Penting untuk memastikan Anda atau pasangan yang akan menjalankan persalinan sudah terdaftar asuransi kesehatan. Dari awal menikah, sebaiknya persiapan ini sudah dilakukan. Karena proses persalinan membutuhkan biaya besar. Belum lagi kalau harus menjalani operasi caesar. Sebelum tiba waktu persalinan, ibu yang mengandung juga harus rutin melakukan check-up dokter. Paling tidak satu bulan sekali. Jika telah memiliki asuransi kesehatan, Anda sudah tidak perlu pusing memikirkan biayanya. Karena sudah banyak asuransi kesehatan yang bisa menanggung tidak hanya biaya persalinan, tapi juga biaya check-up dokter baik sebelum maupun setelah proses kelahiran.

Buat anggaran baru

Setelah anak Anda lahir akan ada perubahan besar dalam pengaturan keuangan keluarga. Seperti alokasi anggaran khusus untuk kebutuhan imunisasi, popok sekali pakai, susu formula, pakaian, serta perlengkapan bayi lainnya. Secara tidak langsung Anda harus memperbarui catatan pengeluaran agar tetap terkontrol. Buat daftar prioritas, dan jangan sampai memaksakan bujet Anda. Sebisa mungkin cari kebutuhan bayi yang sesuai dengan kantong. Dalam hal ini, Anda tetap harus rasional. Karena anak adalah tergantung orang tuanya. Anak dengan sendirinya akan beradaptasi pada rutinitas yang dibiasakan oleh kedua orang tuanya.

Miliki asuransi jiwa

Ketika menjadi orang tua, Anda akan memegang tanggung jawab besar. Karena itu, penting untuk memiliki proteksi diri sebagai bentuk antisipasi, contoh terbaiknya adalah asuransi jiwa. Bukankah baik untuk sedia payung sebelum hujan? Bila terjadi hal buruk pada Anda, anak akan tetap bisa bersekolah dan hidup sebagaimana mestinya. Takdir umur seseorang tidak ada yang pernah tahu, kecuali Tuhan. Kita sebagai manusia hanya bisa mempersiapkan dan mengupayakan yang terbaik.

Rencanakan biaya pendidikan sedini mungkin

Asuransi pendidikan tidak baru dimulai ketika anak Anda besar. Akan lebih baik memulainya ketika anak baru lahir, paling tidak di bawah umur satu tahun. Tujuannya apa? Agar cicilan premi asuransi lebih ringan, ketimbang bila Anda baru memulainya saat anak berusia 6 tahun. Selain itu, agar anak bisa mendapat uang pertanggungan dari tingkat pendidikan paling dasar (TK). Lagi pula, biaya pendidikan dari tahun ke tahun pasti naik karena inflasi, setidaknya 15% per tahun. Asuransi pendidikan bisa menjadi solusi karena sifatnya yang sama seperti investasi. Ditambah, banyak asuransi pendidikan yang sudah menjadi satu dengan asuransi jiwa. Sehingga bisa membuat hidup Anda lebih tenang.

Tidak harus serba mahal

Saat masih bayi, tubuh anak akan tumbuh dengan cepat. Ukuran tubuh mereka cepat berubah. Itu mengapa tidak perlu membeli banyak baju dengan ukuran sama agar tidak mubazir. Beli pakaian bayi sedikit saja setiap jenisnya. Apalagi tidak perlu yang bermerek mahal. Anda bisa berhemat dengan membelinya di toko biasa, tidak harus di mall. Anak juga tidak akan tahu bedanya, sekali pun pakaian yang mereka kenakan adalah barang diskonan. Lalu,untuk perlengkapan bayi lainnya, seperti tempat tidur bayi, stroller, car seat, high chair, hingga baby walker, Anda bisa memanfaatkan jasa penyewaan yang saat ini sudah bisa ditemukan dengan mudah baik online maupun offline.

Ajarkan anak kebiasaan keuangan yang baik

Tidak ada kata terlalu cepat. Semakin lama Anda menundanya, semakin anak terlanjur susah diberitahu. Anak hanya perlu terbiasa untuk melakukan apa yang Anda ajarkan. Terlebih mereka akan mencontoh kedua orang tuanya. Mulai kebiasaan keuangan yang baik dari diri Anda sendiri. Karena anak akan menjadikan Anda sebagai panutan mereka.

Kebiasaan keuangan yang baik bisa dimulai dengan cara yang sederhana, seperti tidak membiasakan menuruti segala permintaan anak. Terutama saat mereka meminta untuk dibelikan mainan atau makanan manis. Kemudian, ajarkan mereka untuk gemar menabung. Agar anak jadi lebih bertanggung jawab dan disiplin terhadap diri mereka sendiri. Anak juga akan terbiasa menghargai apa yang mereka miliki.

Masalah finansial jangan sampai merusak momen membahagiakan ini. Karena itu dibutuhkan persiapan, terlebih sebuah perencanaan. Nyatanya, menurut data tahun 2017 yang dilansir dari Katadata.co.id, hanya sekitar 25,24% penduduk Indonesia yang memiliki asuransi jiwa. Masyarakat Indonesia masih tergolong anti-asuransi. Setidaknya bila Anda tidak memiliki asuransi, Anda punya tabungan atau investasi lain yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi saat Anda sudah memiliki anak. Bila ada kejadian di luar dugaan dan Anda tidak bisa mengantisipasinya, jangan sampai penyesalan datang terlambat.

Referensi:
Erik Carter. 6 Mei 2019. 7 Important Financial Steps for New Parents To Take. Forbes.com: http://bit.ly/2KeDnHC
Aprillia Ika. 25 Desember 2016. 4 Tips Pengelolaan Uang bagi Para Orang Tua Baru. Kompas.com: http://bit.ly/2Icy9Ke
Tim Publikasi Katadata. 16 November 2018. Penduduk Indonesia Terlindung Asuransi Masih Minim. Katadata News: http://bit.ly/2XcZ29e

Share this Post